Ayat bacaan: Yoel 2:23
=============
“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”

Semakin jauh anda salah jalan, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk sampai. Ini mungkin tidak begitu terasa jika anda tinggal di kota kecil, tapi cobalah salah jalan di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, maka akan sangat repot jadinya. Ketika saya bertugas di Jakarta beberapa waktu lalu, saya sempat mengalami hal itu. Tempat untuk memutar dibawah jalan layang secara tidak sengaja terlewati begitu saja, dan akibatnya saya harus mencari tempat putaran lain yang ternyata sangat jauh letaknya dari yang pertama. Mungkin ada 2 km jauhnya. Situasi bertambah parah karena saya pun terjebak macet disana. Akibatnya saya sampai di tempat tujuan telat 2 jam, dan itu hanya karena masalah sepele saja.

Sadar atau tidak, jalannya kehidupan kita pun bisa seperti itu. Seringkali kita secara tidak sengaja melakukan kesalahan yang bisa jadi membawa konsekuensi berat di kemudian hari. Kita mentolerir dosa yang kita anggap kecil atau biasa saja, tetapi apa yang terlihat kecil itu kemudian berdampak begitu besar sehingga kita pun harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Semakin lama kita membiarkan dosa menguasai kita, semakin lama kita bermain-main dengan dosa, maka semakin sulit pula kita untuk terlepas dari cengkramannya. Yang terbaik tentu saja adalah menghindar sebelum kita terjebak disana, tetapi bagaimana apabila kita sudah terlanjur jatuh akibat dosa? Masih adakah kesempatan kita untuk pulih?

Kitab Yoel berbicara mengenai bagaimana mengerikannya hukuman Tuhan yang dijatuhkan kepada bangsa Yehuda yang secara nasional sudah menyimpang dari ajaran dan ketetapanNya. Jika anda membaca kitab Yoel anda mungkin akan bergidik melihat bagaimana malapetaka kemudian menimpa mereka akibat kesalahan sendiri. Disana kita melihat adanya serbuan belalang yang merusak pertanian serta perekonomian mereka dengan sangat mengerikan membawa kehancuran bagi bangsa itu sebagai akibat dari penyimpangan mereka. (Yoel 1:4-12). Maka Yoel pun menyerukan pertobatan menyeluruh dan sungguh-sungguh secara nasional pula. Lalu bagaimana janji yang diberikan Tuhan kepada bangsa yang mau benar-benar bertobat, berbalik dari jalan-jalannya yang salah? Ternyata kasih Tuhan yang begitu besar membuka kesempatan pemulihan bagi mereka yang bertobat. Janji yang diberikan Tuhan lewat yoel ini sangatlah indah seperti yang disebutkan dengan rinci pada pasal 2.

Meski menyimpang sejauh apapun, Tuhan tetap menyambut anak-anakNya yang merespon positif kesempatan yang Dia buka untuk kembali kepadaNya. Itu tepat seperti apa yang dicontohkan Yesus dalam perumpamaan anak yang hilang. Dalam kitab Yoel pun gambaran Allah yang sama bisa kita saksikan. Mari kita lihat janji Tuhan kepada umatNya yang bertobat. “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.” (Yoel 2:23-24). Ini seruan Allah yang menjanjikan hujan awal, masa menanam atau investasi, hingga hujan akhir, masa menuai yang sama berkelimpahan. Pemulihan setelah kehancuran akibat penyimpangan-penyimpangan yang telah kita perbuat pun Dia janjikan pula. “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.” (ay 25). Dari sana, “maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.” (ay 26-27). Semua ini hadir sebagai janji Tuhan kepada orang yang mau berbalik dari jalannya yang keliru dan melakukan pertobatan sungguh-sungguh. Tidak hanya itu, pencurahan Roh Kudus yang memberkati secara rohani pun juga Tuhan janjikan, seperti ayat-ayat pada perikop selanjutnya dalam Yoel 2:28-32. Khusus mengenai pencurahan Roh Kudus, ini akan saya bahas dalam renungan berikutnya.

Dalam kitab Yeremia kita bisa pula melihat salah satu hasil dari pertobatan yang berkenan di hadapan Tuhan. “Kata mereka: Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.” (Yeremia 25:5). Dengan bertobat, kita akan bisa tetap diam di tanah yang diberikan Tuhan. Tanah seperti apa? Tanah yang berlimpah susu dan madunya seperti yang berulang-ulang disebutkan dalam kitab Keluaran, Bilangan, Ulangan dan beberapa kitab lainnya. Sebuah tanah yang penuh dengan hujan awal dan hujan akhir. Sebuah tanah dimana segala sesuatu dipulihkan berkelimpahan. Inilah tempat yang seharusnya kita peroleh sebagai pemberian Allah. Dengan bertobat secara sungguh-sungguh, maka kita pun bisa kembali mendiaminya, meski kita sudah sedemikian jauh tersesat dan menyimpang dari tanah yang Dia janjikan itu.

Tuhan begitu mengasihi kita, kita begitu berharga dan mulia di mataNya, sehingga segala yang baik telah Dia sediakan kepada kita dengan segala kelimpahan di dalamnya. Itu harus kita ingat dan kita syukuri dengan merespon secara positif dan dengan segera. Kalaupun kita menyimpang, sebuah pertobatan sungguh-sungguh akan mengantarkan kita kembali menempati posisi seperti yang Dia inginkan. Tuhan selalu begitu rindu agar tidak satupun anakNya terhilang dan terlepas dari peluang mendapatkan segala yang baik ini. Seruan bertobat pun berulang-ulang kita dapati bahkan sampai kitab Wahyu. Mumpung kita masih baru memasuki tahun 2013 ini, mari kita perbaharui ketaatan dan kesetiaan kita. Jika ada hal-hal di antara yang kita lakukan ternyata masih menyimpang, marilah kita segera berbalik dan kembali kepadanya. Tuhan sudah menyediakan tahun yang penuh buah, Tuhan menjanjikan tahun pemulihan, dan itu bisa menjadi bagian kita. Yang tinggal adalah apakah kita mau meresponnya secara positif atau tidak. Mari songsong tahun yang baru dengan semangat baru, dengan komitmen baru, sehingga berkat-berkat berkelimpahan Tuhan bisa menjangkau kita semua di tahun ini. 

Pertobatan adalah awal dari pemulihan dan meraih kembali janji-janji Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.