Tag: SMA Stella Duce Yogyakarta

Kisah Agats Asmat: Ada Kegembiraan di Sagare (16)

PERJALANAN panjang kurang lebih 4,5 jam di bawah terik sinar matahari yang panas sepanjang menyusuri aliran sungai berpuluh-puluh kilometer tak ayal membuat kondisi fisik semua penumpang jadi menurun. Belum lagi ketika harus bebersih dan berbenah diri menyiapkan ruang tidur, ruang pertemuan, dapur, kamar mandi/WC di sebuah gubug di pedalaman hutan Sagare.

Padahal, gubug yang sudah tiga bulan tidak kenal bau manusia itu sebenarnya adalah pastoran.

Debu, aneka kotoran terserak di setiap sudut kamar dan ruangan. Maklum sudah tiga bulan, pastoran tidak tidak dijamah oleh manusia. Pastur terakhir yang mengunjungi rumah pastoran dan misa di Sagare terjadi pada bulan Maret 2013 lalu.

Padahal, kami ada di Sagare di penghujung bulan Juni 2013.

Bapak Uskup Diosis Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM langsung cancut taliwanda alias bergegas berinisiatif membersihkan gubug pastoran Stasi Sagare ini.

Ketika kami masih hanyut dalam lamunan dan syok melihat sosok rumah pastur di pedalaman yang ‘kayak begitu’, Mgr. Aloysius Murwito sudah angkat sapu dan mulai bersih-bersih kamar dan ruangan.

Copy of _MG_3018Suster Korina Ngoi –seorang biarawati Ursulin—yang sudah 10 tahun hidup dalam pelayanan pastoral di bidang pendidikan di Keuskupan Agats juga tak mau kalah dan kedahuluan langkah. Ia buru-buru menyiapkan konsumsi dan peralatan dapur.

Sesudah semuanya sedikit rapi, dr. Irene dan Lily Marcela keluar pastoran menemui anak-anak dari Suku Auyu di sekitaran pastoran untuk bermain. Kerasulan mengajar anak-anak sederhana dilakukan secara spontan di geladak jalanan beralaskan papan-papan kayu.

Kelelahan fisik tidak muncul di wajah kedua anggota KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan) dari Jakarta ini. Mereka mengajar dan mengajak anak-anak berdoa serta mendendangkan lagu-lagu rohani.

_MG_3031 bina iman anak di Sagare

Pentas anak-anak

Kemeriahan anak-anak dalam pengajaran iman terjadi keesokan harinya, usai misa pagi bersama 100-an umat katolik Stasi Sagare bersama Bapak Uskup. Keraguan dan rasa sungkan pada diri anak-anak hilang seketika, ketika dengan entengnya dr. Irene Setiadi dibantu Sr. Korina Ngoi OSU, Sr. Sylvia KFS, dan Lily Marcela mengajak anak-anak bermain ‘tebak-tebakan rohani’.

Ada sukacita besar di wajah anggota KBKK pada kesempatan yang amat langka seperti itu.

Mengajar anak-anak sederhana di sebuah pedalaman Papua di Agats benar-benar merupakan anugerah istimewa, terutama ketika bisa menciptakan ruang-ruang kegembiraan di hati anak-anak kecil ini. Anak-anak sederhana ini diajak main pentas dan mereka merespon ajakan ini dengan sangat antusias.

Ibu-ibu mereka tersenyum lebar, ikut senang menyaksikan anak-anak mereka diajak bermain, menari, dan main tebak-tebakan rohani.

_MG_3042 bina iman anak di Sagare

Rasa capai yang sedemikian terasa sepanjang sore dan malam sebelumnya di pagi yang cerah itu menjadi sirna dalam perayaan ekaristi bersama Bapak Uskup. Semua gembira dan senang oleh sebuah perjumpaan iman antara teman-teman KBKK dengan saudara-saudari mereka yang baru di pedalaman hutan Sagare.

Di pedalaman hutan Sagare di Kabupaten Agats, saya menyaksikan dengan gembira bagaimana Lily Marcela –alumnus SMA Stella Duce Yogyakarta tahun 1982 ini– serasa hidup dalam sebuah suka cita besar.

Tags : , , , , , , , ,