Tag: penipuan

Penipuan via Telepon: Sok Akrab dan Kasih Kejutan Bikin Panik

Ilustrasi (Ist)

SEPANJANG dua hari terakhir ini, dua saluran HP saya menerima panggilan bicara dari beberapa nomor tidak dikenal. Begitu HP saya angkat, lawan bicara di pihak sana sudah langsung nerocos dan memberondong pertanyaan-pertanyaan yang sungguh kalau dicerna dengan akal sehat: tidak masuk di akal.

Modus pertama

Pertama-tama, lawan bicara akan mengatakan namanya X. Mengaku diri anggota salah satu keluarga kita. Lalu dengan tangkas, ia lalu ‘menyalahkan’ saya mengapa sampai tidak ingat dia.

Dering pertama terjadi di suatu petang pada awal pekan ini, ketika jarum jam menunjukkan puku 16.30 WIB. Di seberang sana, dengan gaya sok akrab Mr. X ini mengaku diri bernama Iwan Setiawan.

Ia lalu ‘menyalahkan’ saya mengapa saya sampai melupakan dia: tidak mengenal warna suara dan apalagi tidak mengenal nama ‘keponakan’ sendiri.

Sekilas, saya juga merasa ‘bersalah’ juga bahwa saya tidak mengenali warna suara beberapa keponakan saya. Namun, segera akal sehat melaju sigrak bahwa ini barangkali modus orang jahat untuk memperdaya korban melalui panggilan telepon.

Saya katakan dia, saya tidak kenal kamu dan saya tidak pernah kenal orang bernama Iwan Setiawan, selain mantan murid saya di Kolese Loyola. Itu pun warna suaranya sangat berbeda dengan orang yang tengah mencoba memperdaya ini.

Begitu saya mengambil sikap tegas, maka dering telepon dalam sekejap hilang. Penelpon di seberang sana mematikan kontaknya. Nah, itu ketahuan gegalat buruknya.

Modus kedua

Panggilan telepon kedua terjadi pada hari Selasa siang tanggal 2 Agustus kira-kira pukul 14.00. Di seberang sana, lagi-lagi muncul orang yang menyalahkan saya karena tidak kenal dia.

Namun, dia kemudian mengatakan berada dalam kondisi darurat dan butuh pertolongan cepat.

Obrolan palsu itu tidak saya gubris. Saya katakan tegas: “Saya tidak kenal kamu, tidak pernah merasa mendengar warna suara jelek seperti kamu dan tidak kenal namau,”

Seketika, telepon pun mati sembari mengancam.

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ayat alkitab untuk penipu
Tags : , , , , , ,

Modus Kejahatan Penipuan: Targetkan Korban Para Pastor (3)

SEBUT saja teman saya ini bernama Mr. X. Ia adalah mantan frater Jesuit keluaran luar negeri dan bekerja di sebuah lembaga bergengsi. Dua tahun lalu ia dikenalkan oleh seorang temannya –juga seorang mantan frater Jesuit–  kepada seorang perempuan muda bernama Ms. W.

Perkenalan itu dirancang terjadi, karena Mr. X dalam posisi tengah mencari jodoh. Maka perkenalannya dengan Ms. W akhirnya berjalan sangat mulus, karena harapannya menemukan calon jodoh tiba-tiba telah ‘disediakan’ oleh temannya.

Sang teman ini mengenal sosok Ms. W dari laman Facebook.

Baca juga:

Maka hati Mr. X pun lalu berbunga-bunga, karena telah berhasil mendapatkan teman baru yakni Ms. W.  Apalagi ketika fotonya diperlihatkan,  wajah Ms. W –sang pacar barunya ini– boleh dibilang manis. Belum lagi ada tambahan cerita pendukung lain yakni Ms. W ini selalu berperilaku santun, dan sangat mengesankan punya sumber kehidupan sangat layak untuk dibanggakan: manajer di sebuah pabrik pengolahan bijih plastik di kawasan Provinsi Banten. “Belum lagi mengesankan sangat saleh, karena setiap kali datang telat ikut misa, saya selalu kena marah agar jangan lagi terlambat datang misa,” kata Mr. X ini.

Singkat cerita, perjalanan hubungan asmara antara Mr. X dengan Ms. W berjalan mulus selama dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berdua tampaknya mulai sehati sejiwa dan sepakat ingin merengkuh jalan bersama menuju kehidupan rumah tangga.

Bubar jalan

Itu kesan umum yang kami tangkap selama dua tahun terakhir ini hingga akhirnya pada awal Februari 2016, tiba-tiba Mr. X  datang mendekati saya dengan suara lirih. “Hubunganku dengan Ms. W sudah bubar jalan. Ternyata dia tidak jujur dalam banyak hal. Statusnya sebagai single juga layak dipertanyakan, pun pula status pekerjaannya,” ungkapnya.

Usut punya usut, akhirnya Mr. X pun bercerita panjang lebar. Antara lain, beberapa hal yang menurut akal sehat tidak bisa diterima, walaupun –seperti bunyi pepatah lama—nasi sudah telanjur menjadi bubur. Artinya, banyak kisah cerita miris yang sudah kadung terjadi, walaupun kalau ditelisik lagi hal-hal semacam itu layak dicurigai karena sangat tidak masuk akal.

Mari kita urai satu per satu.

Tidak boleh berkunjung ke rumah

Selama dua tahun menjalin hubungan asmara dengan sang pacar Ms. W, teman kami Mr. X ini tidak pernah diberi kesempatan boleh datang berkunjung ke rumahnya atau rumah orangtuanya. Ia selalu dilarang keras datang mengunjungi rumah pacarnya.

“Kepada saya selalu diberikan alasan macam-macam antara lain orangtuanya tidak menyetujui hubungan kami  dan masih banyak lagi seterusnya,” kata Mr. X menjawab Sesawi.Net pada kesempatan berkumpul dengan sejumlah anggota Paguyuban Sesama Sahabat Warga Ignatian (Sesawi).

Sekali waktu, Mr. X datang nekat mengunjungi tempat tinggal pacarnya itu di sebuah kota di Provinsi Banten. “Di rumah itu tinggal pula seorang pria. Entah suaminya atau kerabatnya,” tutur Mr. X.

Mengaku ibunya tengah sakit kanker di Kalimantan Barat

Saking iba oleh rasa belas kasihan, Mr. X selalu bermurah hati ketika dimintai bantuan uang dalam jumlah besar untuk membantu ibu kandung Ms. W yang selalu diceritakan sebagai pasien kritis karena menderita sakit kanker. Jadi, butuh biaya besar untuk pengobatan dan perawatan. “Apa mau dikata, akhirnya saya pun menyumbang uang untuk keperluan itu,” kata Mr. X.

Usut punya usut, di kemudian hari menjadi lebih jelas bahwa ternyata ibu kandungnya sudah lama meninggal dunia. Namun, uang dalam jumlah besar sudah telanjur keluar dari dompetnya.

Mengaku sebagai manajer di sebuah pabrik besar

Sekali waktu, Mr. X mencoba mengontak sang pacar Ms. W untuk mengajak berkomunikasi. Namun, jawaban SMS dari sana mengejutkan, “Tidak ada sinyal di sini dan tidak ada telepon,” ujar sang pacar di seberang sana. Namun, Mr. X pun penasaran. “Apa benar sebuah perusahaan sangat besar yang punya lokasi training tidak memiliki sambungan telepon?,” gugatnya penuh curiga. Ketika Mr. X akhirnya berhasil menghubungi kantor pusat training tersebut, ternyata nama Ms. W tidak tercantum di perusahaan itu sebagai karyawan. Nah lo.

Membeli rumah untuk persiapan nikah

Sekali waktu, Mr. X berketetapan ingin memiliki rumah sendiri daripada selalu hidup ngekos. Itung punya itung, duitnya kurang untuk mengajukan proposal kredit rumah. Namun di seberang sana ada beberapa juta uang miliknya yang dibawa pacarnya. Ketika uangnya diminta kembali, banyak alasan dikemukakan yang intinya mengatakan uang itu tidak/belum siap diminta kembali.

Pinjam mobil selama dua tahun

Belas kasih Mr. X selalu dimanfaatkan dengan sangat sempurna oleh sang pacar Ms. W. Dasar teman kami ini menjalani hidupnya sederhana, maka ketika punya mobil baru pun dengan senang hati dia pinjamkan kepada sang pacar. Lama juga: dua tahun. Ketika benih-benih kecurigaan sudah mulai menyeruak di alam sadarnya, maka buru-buru mobil pinjaman itu dia tarik kembali dengan alasan pajak sudah hampir habis.

Kagetlah dia

Mr. X dibuat kaget bukan kepalang, ketika sekali waktu diberitahu tentang ‘sosok’ sebenarnya Ms. W sang pacar. Syok berat. Itu sudah pasti. Dua tahun menjalin hubungan asmara, namun sosok riil mantan calon pasangan hidup ini baru terkuak jelas setelah menerima masukan dari sana-sini perihal ‘sepak terjang’ Ms. W.

Namun, mau apalagi bilamana nasi sudah telanjur menjadi bubur. Uang berjuta-juta dari kantongnya sudah tersedot untuk membantu pengobatan ibunya yang ternyata sudah meninggal dunia. Untunglah, mobil yang dia pinjamkan berhasil dia tarik kembali, sekalipun –kata Mr. X  ini—“Hingga sekarang pun, dia masih berani kirim kabar ingin pinjam mobil saya lagi.”

Menyasar para pastor

Yang lebih menghebohkan tentu saja keterangan dari orang-orang yang sudah mengenal sepak terjang Ms. W ini. Menurut mereka, Ms. W ini sangat ahli bergaul dan pintar menarik simpati  para pastor dan konon kabarnya juga kenal akrab dengan sejumlah Uskup.

Dulu sekali, kata beberapa teman, Ms. W ini  sering  rajin mempostingkan foto-fotonya di FB ketika foto bersanding dengan para pastor dan terutama para Uskup. “Sekarang, akun FB-nya sudah hilang,” tutur seorang teman.

Modus akal bulus yang biasa dilakukan Ms. W ini adalah dengan cara menarik simpati para pastor. Misalnya kesediaannya ingin mengajak mereka makan dan kemudian mentraktirnya. Itu cara paling klasik dan ditempuh ketika bibit perkenalan baru disemai. Pada gilirannya nanti, ketika sang pastor sudah masuk dalam ‘perangkap’ jalinan pertemanan yang semakin akrab, maka akan dimulailah aksi ‘gerilya’ mlorotin uang sang pastor.

Persis yang dialami Mr. X di atas. Kawan kami di Paguyuban Sesawi ini telah menjadi korban diploroti duitnya oleh mantan sang pacar Ms. W lantaran semangat belas kasihan dan ibanya dengan mulus telah diperdaya.

Memperdaya rasa iba

Persis di bagian inilah, para pastor dan Uskup sering menemukan titik lemahnya. Rasa iba dan belas kasihan sering dengan gampang diperdaya orang –terutama kaum perempuan—untuk hal-hal yang ujung-ujungnya berakhir dengan satu label: penipuan.  Kasus penipuan dengan modus operandi ini akan menjadi semakin parah, manakala sang pastor kemudian terlibat jalinan asmara yang semakin jauh dengan perempuan model beginian.

Apa yang terjadi kemudian bisa ditebak. Ketika sang pastor sudah terlibat jauh dalam hubungan asmara, maka sudah pastilah sang pastor akan menjadi sasaran empuk untuk sebuah projek pemerasan oleh sang perempuan. Mana ada pastor berani  menolak memberikan uangnya, ketika dia –misalnya—sudah telanjur terlibat ‘asmara habis-habisan’ dengan ‘sang pacar’?

Jawabannya hanya satu: sang pastor berada dalam posisi tawar yang sangat lemah di hadapan sang perempuan yang diam-diam telah menjadi ‘pacar’nya.

Dan akan menjadi lebih ‘mengerikan’ lagi, misalnya, bila target sasaran model gaul seperti ini adalah para pastor ekonomat yang mendapat tugas dari Keuskupan atau lembaga gerejani untuk memegang kendali keuangan.

Belajar dari pengalaman menyedihkan yang dialami Mr. X ini, marilah para pastor bersikap waspada kalau ada orang datang mendekat dan kemudian berhasil menjadi sahabat akrab Anda. Waspada dan berhati-hati bergaul itu penting, karena di situ ada udang di balik batu dari model persahabatan semu ini.

Sumber: Sesawi.net

5 pencarian oleh pembaca:

  1. mengejutkan sosok mr x yg d sebut ayah biollogis ario kiswinar itu ternyata
  2. Renungan katolik radio suara wajar
Tags : , , , , ,

Kembali Marak: Modus Penipuan oleh Pastor Gadungan di Semarang


INI sebuah kisah curahan hati di sebuah medsos. Intinya mengatakan,  harap berhati-hati kalau tiba-tiba di sebuah keramaian umum lalu muncul orang tak dikenal di dekat Anda dan kemudian mengaku diri sebagai pastor (romo).


Yang segera harus Anda waspadai adalah kalau sang ‘romo’ ini kemudian mengaku diri pandai melakukan penyembuhan dengan doa dan meminta Anda menyebutkan sejumlah benda berharga di rumah untuk dia ‘sucikan’ sebagai silih atas ‘keberdosaan’ Anda. Bila demikian, Anda sudah harus waspada bahwa jangan-jangan Anda tengah diperdaya jadi korban aksi penipuan dengan modus operandi berlagak bisa menyembuhkan dengan kekuatan ‘ilahi’ dan itu hanya terjadi karena dia adalah seorang ‘pastor’.


Nyatanya, dia adalah seorang pastor gadungan.


Pengalaman saudara dekat


Kira-kira lima tahun silam, saudara dekat saya mengalami  hal ini di sebuah paroki di Jakarta Timur.  Ia menjadi sasaran empuk sang pastor palsu, karena  penjahat ini boleh dibilang pintar ‘membaca’ wajah orang. Maka didekatilah mereka –termasuk saudara saya—yang waktu itu tengah berdoa khusuk di depan pelataran devosi Bunda Maria.


Siapa tidak terkesima dan senang hati, kalau tiba-tiba ada ‘pastor’ ganteng nan ramah menyapa hangat: “Tampaknya, Ibu sedang mengalami kegundahan ya?”


Begitu awalnya ‘perkenalan’ kilat yang akhirnya membuahkan kebangkrutan dalam tempo sangat singkat: harta perhiasan dan sejumlah uang puluhan juta hilang ludes hanya dalam satu-dua hari saja. Kepada korban yang masih boleh dibilang saudara dekat, sang ‘pastor’ berkehendak ingin mendoakan dia, sembari mengatakan bahwa korban perlu membuang benda-benda ‘berhala’ yang dikatakan sang ‘pastor’ gadungan itu sebagai penghalang untuk hidup bahagia.


Singkat cerita, esok harinya bertemu lagi, namun kali ini di tempat lain: sebuah resto di bilangan Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sebelum bertemu muka untuk kedua kalinya, sang ‘romo’ dengan sangat santun  berpesan agar membawa serta benda-benda ‘berhala’ itu untuk ‘disucikan’ agar saudara saya bisa bebas dari kemalangan, penyakit, dan semua hal yang membuat hidupnya gelisah.


Alhasil, maka dibawanya serta semua perhiasan, rekening, dan segepok uang untuk kemudian diserahkan kepada sang ‘romo’ untuk didoakan dan ‘disucikan’. Selepas pertemuan tersebut, sang ‘romo’ minta kepada korban untuk pulang, setelah sebelumnya minta kode pin ATM dan minta barang-barang ‘berhala’ itu diserahkan untuk didoakan.


Kepada saudara dekat saya ini, sang pastor menghadiahi uang tanda kasih sebanyak 100 dolar Amerika.


Nah, begitu sampai di rumahnya, barulah korban sadar bahwa ia telah menyerahkan semua perhiasan dan uang miliknya kepada sang ‘pastor’ anonim yang namanya pun dia tak tahu dan apalagi  dari paroki mana dia berasal. Barulah setelah beberapa hari linglung ‘menangisi’ dirinya yang telanjur diperdaya orang secara konyol, ia dengan tangisan  sesenggukan berkisah baru saja kena tipu dengan modus dihipnotis. Tabungan simpanannya sebesar tidak kurang  Rp 40 juta berikut semua perhiasannya telah digondol pergi oleh pastor gadungan. Kepada dia diberikan iming-iming hadiah hiburan dari sang penipu: uang tunai 100 dolar Amerika.


Terjadi di keramaian


Kali ini, lewat sebuah medsos di jaringan pertemanan, seorang kawan mengisahkan hal sama namun dengan  sedikit modus operandi yang berbeda.


Tiga pekan lalu, demikian penuturan seorang penulis perempuan anonim,  ia tengah berobat di sebuah rumah sakit di Semarang. Di tengah menunggu panggilan periksa medik di kamar dokter, seorang perempuan paruh baya lalu duduk mendekatinya. Perempuan ini pun berkisah, ibu kandungnya baru saja disembuhkan dari sakitnya yang serius berkat doa-doa penyembuhan oleh seorang pastor.


Ketika ditanyai dari mana parokinya,  ibu pasien ini secara asal saja menyebut salah satu paroki yang tidak sesuai dengan lokasi wilayah domisilinya. Pikir penulis perempuan anonim ini, itu merupakan hal biasa karena umat boleh bebas pergi ke gereja dimana pun dia suka datang berdoa dan ikut misa.


Menyembuhkan melalui doa-doa


Usai periksa, penulis perempuan ini tiba-tiba disapa oleh lelaki paruh baya dan langsung menyebut dirinya seorang pastor dari Jakarta yang tengah punya acara di Semarang.


Nah, perempuan paruh baya yang mengaku ibunya baru saja disembukan lewat doa-doa pastor ini pun langsung menyela: “Romo Martinus tadi bilang apa? Nah, itu dia Pastor yang telah menyembuhkan ibu saya.”


Sang penulis perempuan itu tentu saja terkesima karena tanpa diduga ada seorang pastor yang namanya baru saja disebut-sebut dalam pembicaraan awal sudah nongol di depan mata. Maka terjadilah percakapan singkat, ketika sang penulis kisah anonim itu lalu berbasa-basi bertanya kepada ‘pastor dia datang dari paroki mana dan ada keperluan apa di Semarang, dst.


Ada kejanggalan di penggalan kisah sang ‘romo’ palsu ini.


Ia menyebut diri berasal dari Katedral Batu di Malang yang membuat penulis itu terbengong-bengong: “Katedral Malang kok ada di Batu?”.


Lalu tanpa banyak ba-bi-bu, sang penulis itu diajak berdoa sembari memegang nadi di tangan kirinya sembari berpesan bahwa proses penyembuhan melalui doa-doa juga bisa dilakukan jarak jauh melalui kontak telepon.


Hanya saja, sang pastor itu buru-buru menambahi kalimat ini: Anda dilarang memberitahukan pesan ini kepada orang lain selama 30 hari ke depan. Lalu, sang ‘pastor’ itu meninggalkan nomor HP dan buru-buru meninggalkan tempat. Kata ibu sang penulis cerita mengutip omongan sang ‘pastor’ ini sebelum meninggalkan lokasi:,“Pastor masih ada tugas mendoakan pasien lain di sebuah rumah sakit, setelah sebelumnya juga mendoakan pasien di rumah sakit satunya lagi.”


Setelah sang ‘pastor itu pergi, perempuan yang tadi menyapa ibu penulis anonim ini mengaku diri bernama Anita. Ia pun juga ikut memberikan nomor HP-nya.


Nah, malam hari sesampai di rumah, ibu penulis cerita ini iseng menelpon sang ‘romo’. Tapi jawaban di sebelah sana menimbulkan syak wasangka karena isi pembicaraannya ngalor-ngidul gak karuan. “Dia tanyai saya punya tanah berapa, mata uang asing berapa dan semua harta itu harus segera disucikan dari hal-hal negatif melalui doa-doa.”


Merasa tidak nyaman dengan isi pembicaraan tersebut, maka  ibu sang penulis kisah ini lalu memutuskan kontak sambungan telepon.


Sudah makan korban orang lain


Ketika beberapa hari lalu, sang ibu penulis kisah ini mengisahkan pengalamannya kepada beberapa teman umat katolik, maka gegerlah komunitas tersebut. Ternyata sudah dua orang kena tipu dan diperdaya menjadi korban penipuan dengan modus operandi seperti ini.


Satu korban diploroti harta perhiasannya ketika dijumpai di sebuah RS di Semarang dan satu korban lagi juga dilumat harta bendanya ketika ditemui di sebuah rumah sakit lain, juga masih di Semarang.


Menurut ibu sang penulis kisah ini, umat katolik di Semarang diminta berhati-hati dan waspada diri kalau-kalau menemui modus operandi penipuan dengan gaya seperti ini:

Seseorang tiba-tiba mendekati Anda dan mengaku diri sebagai pastor.Mengarah pada mereka yang tengah sakit dan berobat sebagai target sasaran penipuan.Menyapa dan mendekati korban dengan alasan ingin menyembuhkan melalui doa-doa.Ingin melanjutkan proses penyembuhan melalui pembicaraan telepon.Ada upaya penarikan dana atau harta dengan berbagai alasan antara lain derma untuk kepentinan Gereja atau alasan suci lainnya.Begitu harta korban berhasil diplorotin, maka pelaku akan kabur dan HP-nya sudah tidak bisa dhubungi lagiDalam menjalankan aksinya, sang ‘pastor’ biasanya ditemani pelaku lain yakni perempuan berparas menarik untuk menarik simpati korban, terutama kaum pria yang mudah terkecoh oleh tampilan fisik dan wajah cantik perempuan yang ternyata menjadi bagian dari komplotan jahat ini.Tugas yang dimainkan asisten ini adalah mendekati Anda, mengajak ngobrol dan kemudian ‘menjerumuskan’ Anda masuk dalam perangkap sang pastor untuk kemudian diperdaya.

Kisah yang terjadi di Semarang sebagaimana dituturkan oleh penulis perempuan anonim itu setidaknya nyaris sama dengan apa yang dialami saudara lima tahun lalu. Kala itu, sang pastor bertindak sendirian, namun menjerat korban utamanya orang-orang yang tengah gelisah karena persoalan pribadi.


Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , , ,

Modus Kriminal Penipuan: Sok Akrab dan Tiba-tiba Mengaku Kehilangan Kontak Nomor (1)

INILAH modus penipuan melalui dunia virtual yang baru saja hendak menyergap saya sebagai target korban, kalau saja tidak langsung mawas diri.

Beberapa jam yang lalu, tiba-tiba di HP Siemens BenQ yang sudah saya akrabi sejak 15 tahun terakhir ini berdering nyaring.  Melalui nomor Telkomsel Halo yang juga sudah saya akrabi sejak tahun 1995-an itu, seseorang di seberang sana menyapa saya dengan gaya sok akrab.

“Bang, sudah lupa sama saya ya?,” begitu awal percakapan tak terduga di jalur telepon genggam.

Saya yang lagi fokus menulis berita tentu saja dibuat kaget sekaligus girang. Wah, ini pasti teman lama alumni seminari atau awak media massa yang sudah lama tidak ketemu dan pernah meliput bersama.

Begitulah alam pikir spontan yang menguasai saya.

Lalu di seberang sana, kemudian langsung nerocos cerita: “Ah, bagaimana mana sih Abang kok bisa sampai melupakan kawan lama sendiri?,” katanya kemudian.

Sejenak saya ikut merasa bersalah, karena biasanya memori saya cepat mengingat nama orang dan dimana atau kapan bertemu. Namun kali ini, saya dibuat mati kutu. Soalnya, dia ‘menantang’ saya untuk kembali mengenali dia hanya melalui nada suara di ujung telepon.

Kemudian orang di sana mengaku bernama Agus, seorang perwira polisi.

Nah, begitu sebut nama, saya langsung ingat salah seorang kerabat yang memang bernama Agus. Ia memang seorang polisi, namun bertugas di wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Jabar.

Tapi, si “Agus” anonim ini mengaku diri sudah pindah tugas dari daerah ke Polda Metro Jaya. Ia pun menambahi informasi penting: “Bang, saya dinas di bagian direktorat Narkoba,” begitu akunya.

Lantas, kemudian saya ‘tegur’ si Agus ini. Kenapa tidak menyempatkan diri pulang mudik, ketika kakak kandungnya nomor dua dari atas meninggal dunia pertengahan Februari 2016 lalu?

Begitu tukas saya mengalikan isu pembicaraan. Si Agus tidak menjawab dan hanya berpesan bahwa nomornya supaya disimpan agar kalau dia telepon, saya langsung bisa mengingatnya.

Ketika saya menyebutkan seorang perwira polisi berpangkat komisaris besar yang menjadi teman akrab sejak tahun 1878, si Agus ini sepertinya bungkam tidak merespon informasi. Mestinya, sebagai sesama polisi, tentu saja rasa ingin tahunya menggelak ketika diberitahu bahwa ada seorang perwira berpangkat kombes menjadi dosen di PTIK Jakarta. Namun, si Agus sepertinya ‘kosong’ merespon isu pembicaraan ini.

Hanya selang 15 menit kemudian, si Agus ini telepon lagi. Kali ini nada bicaranya dibuat-buat memelas.

“Bang, bantu saudara sendiri. Mau pinjam uang untuk keluarga. Urusan mendesak. Hanya Rp 1 juta saja ya,” begitu pinta dia.

Untunglah, beberapa pekan sebelumnya, saya sudah diwanti-wanti orang agar tidak meladeni omongan orang di jalur HP dengan nomor-nomor yang tidak dikenal atau dengan orang yang mengaku kenal sok akrab dengan main tebak-tebakan.

Karena itu, permintaan pinjam uang itu pun tidak saya gubris. Kata saya, “Silakan hubungi saudara-saudarimu saja. Saya kan bukan saudara kandungmu,” begitu jawaban saya.

Begitu juga, ketika saya sebutkan nama kakak kandungnya yang pertama agar dia pinjam duit sama saudara sendiri, Agus sepertinya juga bergeming. Gak ngaruh, karena memang sasarannya adalah saya.

Nah, karena saya mulai tidak peduli dengan omongan dia, maka si Agus mulai kebakaran jenggot lantaran jebakannya tidak kena.

Lalu, sejurus kemudian, berkali-kali dia melakukan panggilan telepon dan ketika saya angkat dia tidak menjawabnya. Kali lain, dia melakukan panggilan dan kali ini HP saya tidak saya angkat.

Sumber: Sesawi.net

Modus Kriminal Penipuan dan Tips Cara Blokir Nomor HP (2)

SEORANG perwira menengah Polri berpangkat komisari besar (kombes) dengan lambang melati tiga di pundak memberi notifikasi ke rekan-rekan seangkatannya di jalur WA. Perwira polisi ini adalah Kombes H.  Juhartana, kini bertugas di Mabes Polri dan sebelumnya Kepala Direktorat Intelpam Polda Jateng dan Kapolres Purwodadi. (Baca juga: Modus Kriminal Penipuan: Sok Akrab dan Tiba-tiba Mengaku Kehilangan Kontak Nomor (1)

Berikut ini tips yang dia berikan untuk menangkal telak kiriman-kiriman SMS tak jelas yang ujung-ujungnya menjebak kita sebagai target operasi modus kriminal penipuan.  Misalnya, tiba-tiba kita mendapat SMS diberitahu mendapatkan ‘durian runtuh’ undian berhadiah, sms nyasar minta uang, mama minta pulsa, nomor perdana murah… dst.

Semua itu harus ditangkal dan jangan ada lagi korban-korban berikutnya.

Inilah tips-nya untuk mencegah tangkal:

TELKOMSEL

Format SMS: penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166

Contoh Penipuan#0812123456#selamat anda mendapatkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin…dst lalu kirim ke 1166.

XL

Format SMS:  Lapor#Nomor yg di gunakan utkmenipu#kasus yg di keluhkan lalu krm ke 5883.

INDOSAT

Format SMS : SMS(spasi)Nomor pengirim SMSpenipuan(spasi)isi SMS penipuan, kirim ke 726.

Jika sudah lebih dari dua orang yang melaporkan  melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator.

Layanan ini gratis.

Jika Anda mengalami penipuan dalam “Transaksi ONLINE”,  cukup kirim kronologis dan No. Rekening si penipu ke email cybercrime@polri.go.id

POLRI akan langsung bertindak dengan memblokir ATM si penipu dan melacak keberadaannya untuk di tindak sesuai hukum.

Silakan berbagi info  ke teman-teman agar  membantu mencegah maraknya penipuan dengan modus online.

Jangan sampai kita dan sanak-keluarga kita menjadi korban penipuan berikutnya.

Sumber: Sesawi.net

Kedip Menipu

Ayat bacaan: Amsal 6:12-15
===========================
“Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.”

kedip menipuKedipan mata sering dipakai orang untuk menjadi kode atau isyarat akan sesuatu. Bisa untuk menggoda teman, ingin bercanda, atau bahkan untuk hal-hal yang negatif seperti menipu. Hari ini ketika berbelanja di pasar saya pun melihat penjual bermain mata dengan pegawainya tanpa sepengetahuan si pembeli. Entah apa yang ia isyaratkan dengan kedip mata yang disertai sedikit senyum itu, tapi tampaknya keduanya sama-sama mengerti kode yang disampaikan lewat kedipan itu. Mencari orang jujur semakin sulit saja memang. Dimana-mana kita bertemu dengan orang-orang yang gemar menipu dalam berbagai bentuk. Mungkin anda masih ingat sms penipuan yang marak beberapa waktu lalu yang isinya seolah-olah dari ibu yang dihubungi, meminta uang untuk sebuah keperluan. Teman saya pernah tertawa karena ibunya sudah lama tiada. Tetapi ada berapa banyak orang yang tertipu oleh sms seperti itu? Sms atau telepon yang mengatakan menang undian, pegawai yang menaikkan harga di kwitansi, murid yang bolos dengan mengaku sakit, supir yang mengisi bensin berbeda dengan yang tertera di bon dan sebagainya. Tipu menipu terus hadir dalam berbagai bentuk. Bahkan iklan-iklan lowongan pekerjaan di surat kabar harian pun tidak luput dari para penipu ini. Mereka terus mempergunakan segala cara dalam menjalankan operasinya. Bersepakat berbohong, menipu dan melakukan tipu muslihat akan terus ada selama peradaban manusia masih berjalan.

Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa kebohongan atau tipu menipu itu adalah dosa. Masalahnya kita sering melegalisir atau membenarkan kebohongan itu dengan berbagai dalil atau alasan. Bohong sedikit tidak apa-apa, bohong demi kebaikan itu boleh, sekali-kali menipu itu wajar dan sebagainya. Kita mengedepankan alasan-alasan sebagai pembenaran untuk berlaku serong. Padahal kebohongan apapun bentuknya tetaplah sebuah kebohongan, menipu tetaplah menipu, yang harusnya tidak bisa dibenarkan atas alasan seperti apapun. Amsal Salomo berpanjang lebar menjabarkan hal ini. “Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.” (Amsal 6:12-15). Lihatlah betapa seriusnya penipuan di mata Tuhan. Apa ganjaran dari pelaku tipu menipu ini? Firman Tuhan berkata: ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, diremukkan tanpa bisa dipulihkan lagi. Broken without remedy, demikian versi bahasa inggrisnya.  Dalam rangkaian ayat selanjutnya kita juga bisa melihat bagaimana lidah dusta, hati yang membuat rencana jahat, saksi dusta yang menyemburkan kebohongan termasuk dalam tujuh perkara yang dibenci Tuhan dan dianggap sebagai kekejian bagi hati Tuhan. (ay 16-19).

Bersekongkol untuk menipu dengan segala cara termasuk dengat kedipan mata kembali bisa kita baca dalam pasal lainnya dalam kitab Amsal. “Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan, siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.” (Amsal 10:10). Jadi jelaslah bahwa apapun bentuknya, kebohongan atau tipu muslihat merupakan sebuah kejahatan di mata Tuhan. Secara lebih tegas kita bisa melihat dalam surat Korintus yang mengatakan: “..Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:9b-10). Menipu itu sama saja parahnya dengan menyembah berhala, percabulan, perzinahan, pencuri, pemabuk, pelit dan sebagainya. Semuanya sama-sama tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, bahkan dikatakan akan binasa tiba-tiba, diremukkan tanpa dapat pulih lagi. Tuhan tidak mentolerir dosa seperti apapun. Adalah bagus jika kita tidak melakukan kejahatan-kejahatan yang kita anggap besar seperti membunuh atau menyiksa orang misalnya, tetapi itu hanya akan sia-sia apabila kita masih menghalalkan berbagai bentuk penipuan, karena dampaknya terhadap keselamatan kita akan sama saja.

Biasanya penipuan direncanakan dari hati yang sudah terkontaminasi menjadi jahat. Kita harus waspada menjaga hati kita karena meski kita bisa menyimpan rapi segala bentuk penipuan, walaupun kita bisa menipu banyak orang lewat berbagai muslihat jahat, sekiranya pun kita bisa menutup rapat isi hati kita, namun ingatlah bahwa tidak ada satu hal pun yang tersembunyi di hadapan Allah, “..sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.” (1 Tawarikh 28:9a). Jika tidak waspada, maka hati kita akan terus bertambah jahat sehingga berbagai bentuk penipuan akan menjadi biasa saja bagi kita untuk dilakukan. Mungkin kita memulainya dengan kebohongan kecil yang kita anggap tidak apa-apa, tetapi jika tidak hati-hati kebohongan demi kebohongan dengan eskalasi meningkat bisa terjadi. Kita mulai dari mentolerir dosa kecil, lalu jika dibiarkan maka kita akan semakin sering melakukannya dengan bentuk-bentuk yang semakin besar pula. Pada suatu ketika kita akan menjadi seorang pembohong yang tidak lagi merasa bersalah. Alangkah berbahayanya jika hal ini terjadi, karena Tuhan jelas menganggap hal itu sebagai suatu kekejian di mataNya.

Apapun alasannya, hindarilah segala bentuk tipu muslihat. Berbohong, menipu, isyarat kedipan mata, bermain kaki dan sebagainya. Mungkin menipu bisa mendatangkan keuntungan materi, tetapi itu tidak ada gunanya jika pada akhirnya kita harus menuai kebinasaan. Ayat bacaan hari ini pun dengan tegas menyatakan bahwa itu tidak berguna alias sia-sia saja. Jagalah hati kita agar tidak penuh dengan segala yang jahat. Biasakan diri kita untuk bicara dan berlaku jujur sebelum kita terjebak dalam sikap hati yang jahat ini. Jagalah hati senantiasa dan isilah selalu dengan Firman Tuhan. Pastikan hati kita tetap berada dalam keadaan baik agar kita bisa tetap waspada terhadap berbagai jebakan yang mengarahkan kita kepada tipu muslihat dan kebohongan ini.

Penipuan merupakan kekejian di mata Tuhan dan akan mendapat ganjaran yang berat akibatnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan tentang kebohongan
  2. gambar animasi kedipan mata
  3. khotbah tentang bohong
  4. khotbah tentang penipuan
  5. renungan kebohongan

Hati Yang Murni

Ayat bacaan: Matius 5:8
====================
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

hati yang tulus, murni, suciApa yang ada di dalam hati kita ketika kita mengulurkan tangan kita untuk membantu orang-orang yang kekurangan, ketika kita melayani Tuhan dan melakukan pekerjaanNya? Banyak yang melayani, namun tidak seluruhnya memiliki kondisi hati yang sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Ada orang yang dengan tulus sungguh-sungguh melayani karena mengasihi Tuhan, tapi ada pula orang yang melayani karena ingin membesarkan dirinya sendiri. Ingin terlihat hebat, ingin terlihat rohani, ingin menonjolkan kemampuan dan sebagainya. Ada pula yang karena ingin menarik perhatian kekasihnya, karena paksaan orang tua, ingin mendapat pujian dan lain-lain. Ada pula yang melayani karena hanya ingin mendapatkan upah dari Tuhan. Betapa banyaknya motivasi yang bisa menjadi dasar dari pelayanan dan perbuatan yang kita lakukan untuk orang lain. Tuhan tentu menghargai pelayanan kita, namun itu hanya terjadi apabila kita melakukannya dengan tulus, dengan hati yang murni.

Salah satu ucapan Kristus dari rangkaian kotbahNya di atas bukit yang terkenal berbunyi seperti berikut: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8). Dalam bahasa Inggrisnya, kata hati suci ini disebutkan dengan “pure heart”. Hati yang murni akan membuat kita melihat Allah. Melihat kuasa-kuasaNya, melihat jalan-jalanNya, melihat petunjukNya dan melihat rencanaNya. Ini sejalan dengan apa yang ditulis oleh Daud. “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.” (Mazmur 24:4-5). Sesungguhnya Tuhan menyediakan upah kepada orang-orang yang memiliki ketulusan, kemurnian atau kesucian hati. Ada berkat dan keadilan serta keselamatan yang diberikan Tuhan kepada orang-orang yang demikian. Tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, termasuk menipu diri sendiri dan orang lain atau bahkan berpikir untuk bisa mengelabui Tuhan. Orang-orang yang memiliki ketulusan untuk melakukan firman Tuhan, menolong sesama, mengasihi sesama, melayani tanpa pamrih, bukan karena berharap apa-apa dan ingin terlihat seperti apa di mata orang, tapi hanya karena Allah, orang-orang seperti inilah yang akan menikmati perlindungan dari Tuhan dan berbagai berkat-berkatNya yang tercurah dari langit.

Hati yang tulus dan suci ini bisa kita dapatkan lewat pengenalan kita secara pribadi akan Tuhan, lewat firman-firmanNya yang tertulis dalam alkitab dan juga lewat doa-doa kita secara pribadi dengan Tuhan. Bergaul akrab dengan Tuhan, tinggal di dalam hadiratNya, semua ini akan membuat kita bisa memiliki sebentuk hati yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Bukan sekedar doa karena rutinitas, karena terpaksa, atau karena sekedar kewajiban saja, bukan pula doa yang berupa hafalan. Mencurahkan isi hati kita secara total kepada Tuhan dengan sejujur-jujurnya akan sangat berbeda dibandingkan doa berbentuk hafalan atau sekedar rutinitas semata. Disitulah kita akan mengalami proses pencucian dan pemurnian hati. Hari demi hari kita akan semakin terbentuk menjadi pribadi berkarakter yang kuat berakar pada Kristus. Dan hari demi hari kita pun akan semakin mampu melayani dengan ketulusan dan kemurnian hati. Inilah yang akan bernilai di hadapan Tuhan.

Tuhan tidak menyukai orang-orang yang munafik dalam hal apapun. Dalam hal memberi: “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:2-4). Dalam hal berdoa: “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya….Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (ay 5,7). Atau dalam hal berpuasa: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (ay 16). Munafik bertolak belakang dengan tulus dan murni, karena dalam kemunafikan ada begitu banyak motivasi yang tersembunyi di balik layar yang mencemarkan hati kita.

Mari hari ini kita sama-sama memeriksa hati kita. Sudahkah kita memiliki hati yang tulus, suci dan murni dalam menjalani hidup? Apakah kita sudah melayani dengan tulus ikhlas hanya karena Tuhan dan bukan hal-hal yang memegahkan diri kita sendiri? Pemazmur mengatakan “Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.” (Mazmur 73:1). Sesungguhnya ada berkat-berkat dan perlindungan yang disediakan Tuhan kepada orang-orang yang tulus dan bersih hati ini. Itu adalah anugerah Tuhan yang dengan sendirinya akan datang kepada orang seperti ini tanpa harus ditagih terlebih dahulu. Dasarkanlah segala sesuatu yang kita lakukan dengan hati yang bersih dan tulus, suci dan murni agar kita bisa merasakan kebaikan Tuhan senantiasa menyertai kita dalam hidup. Karena akan sia-sia saja kita berbuat baik dan melayani apabila hati kita masih mengalami polusi dari berbagai limbah yang bukan berasal dari Allah. Munafik akan menerima upah, tulus dan murni pun menerima upah. Tapi upahnya jelas berbeda. Yang mana yang akan kita pilih sungguh tergantung dari bagaimana sikap dan kondisi hati kita. Sungguh tepat jika Salomo pun mengingatkan : “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Adakah hati kita masih mengalami pencemaran dari berbagai hal? Mari kita bersihkan dengan lebih bertekun lagi membina hubungan dengan Tuhan. Milikilah hati yang suci, karena hanya dengan demikianlah kita bisa melihat Tuhan.

Alami kebaikan, penyertaan, berkat dan perlindungan Tuhan lewat hati yang tulus, bersih, suci dan murni

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan tentang melayani dengan tulus
  2. tulus hati menurut alkitab
  3. ayat alkitab tentang ketulusan
  4. ayat alkitab tentang ketulusan hati
  5. ketulusan hati dalam alkitab

Hidup Nyaman Dalam Dosa

Ayat bacaan: Yunus 1:5
====================
“Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.”

hidup nyaman dalam dosaDosa tampaknya tidak lagi menyeramkan bagi banyak orang. Ada begitu banyak orang hari-hari ini yang terlalu terpaku pada kebutuhan duniawi, sehingga merasa tidak punya masalah jika harus mendapatkan harta dari cara yang tidak benar sekalipun. Menggelapkan uang, mark-up, korupsi, penipuan, penyalah-gunaan jabatan/wewenang dan sebagainya, menjadi sesuatu yang sangat biasa di mana-mana. Jika sudah bisa menutupi kejahatan mereka dari mata aparat, menghilangkan barang bukti atau menyuap aparat yang dianggap “berbahaya” bagi keselamatan mereka, mereka pun bisa dengan tenang hidup dari segala kemewahan yang tidak sah itu. Bahkan mereka berani tampil di depan publik, penuh senyum dan gaya berlebihan. Padahal pengadilan Tuhan, jauh lebih berat ketimbang pengadilan yang ada di dunia ini. Katakanlah di dunia hukumannya 20 tahun jika terbukti korupsi. Di tahta Tuhan nanti, ketika hari penghakiman tiba, dosa itu bisa mendatangkan maut yang kekal sifatnya. Sangat mengerikan. Dan kita tidak akan bisa menyuap Tuhan, meski seluruh uang yang ada di dunia ini adalah milik kita.

Melakukan dosa adalah kekejian bagi Tuhan. Dalam Amsal kita baca seperti ini: “karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.” (Amsal 3:32). Melakukan dosa dan menyadari bahwa itu adalah salah, namun tidak bertobat, itu saja sudah berat. Apalagi jika kita malah menikmati hidup dalam dosa. Itu lebih mengerikan lagi. Saya ingin mengajak teman-teman untuk membaca kisah Yunus. Pada suatu kali, Yunus diberi tugas oleh Tuhan untuk mempertobatkan penduduk Niniwe, sebuah kota besar dan makmur. Apakah Yunus menurut? Tidak. Dia malah memilih untuk melanggar kehendak Tuhan, dengan jalan melarikan diri dengan kapal ke tempat lain dengan harapan agar ia jauh dari hadapan Tuhan. (Yunus 1:3). Maka Tuhan pun mendatangkan angin ribut yang mengakibatkan badai besar. (ay 4).Penumpang kapal pun menjadi panik ketakutan dan menyembah allah mereka masing-masing. “Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya.” (ay 5a). Perhatikan kata “allahnya”, dalam huruf kecil, berarti para awak kapal itu bukanlah orang percaya.

Ketika keadaan sedang genting, apa yang dilakukan Yunus, sang penyebab bencana itu? Alkitab mencatat ia malah sedang tidur dengan nyenyak. “Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.” (ay 5b). Keterlaluan. Sudah melanggar perintah Tuhan, sudah menghadapi kemarahan Tuhan akibat pelanggaran itu, tapi masih juga bisa tidur nyenyak! Kita tahu kisah selanjutnya. Yunus diketahui menjadi penyebab dari badai besar itu yang setiap saat siap untuk menenggelamkan kapal. Yunus pun menyadari hal itu, dan meminta agar dirinya dicampakkan saja ke laut. (ay 12). Namun lihatlah hal yang luar biasa yang dicatat di ayat berikutnya. “Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.” (ay 13). Ternyata, para awak kapal masih berusaha untuk menyelamatkan kapal tanpa harus membuang Yunus ke laut. Mereka, yang bukan orang percaya saja mau memikirkan nyawa 1 orang, sementara Yunus tidak mau memikirkan keselamatan dari seisi kota besar, dan memilih untuk mementingkan dirinya sendiri saja. Lalu kita tahu, Yunus akhirnya ditelan ikan besar, dan berada di dalam perut ikan itu selama 3 hari 3 malam. Saya yakin itu bukanlah tempat yang menyenangkan untuk ditinggali selama 3 hari 3 malam. Bau, lembab dan menjijikkan, saya yakin dirasakan Yunus pada saat itu. Dan ia pun akhirnya bertobat dan memilih untuk menjalankan perintah Tuhan. Hasilnya? Seluruh kota Niniwe, termasuk raja bahkan ternak-ternak bertobat dan melakukan puasa serta mengenakan kain kabung. Satu orang Yunus bisa dipakai Tuhan untuk menyelamatkan seisi kota. Luar biasa.

Berhati-hatilah terhadap dosa, jangan sampai terlena di dalamnya. Kita harus menjaga diri kita agar tidak memberi toleransi atau berkompromi dengan dosa, walau sekecil apapun. Dosa yang kecil, mampu membuat kita lama-lama terbiasa hidup berselubung dosa, hidup nyaman bersama dosa, bahkan bisa tidur nyenyak bersamanya! Jika kita tidak bisa mengendalikan keinginan-keinginan kita sendiri, kita akan terseret masuk ke dalam dosa, dan pada saatnya dosa akan melahirkan maut. “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”(Yakobus 1:14-15). Lihatlah apa yang terjadi pada Yunus, yang harus mengalami hidup dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam terlebih dahulu baru bertobat. Marilah berbalik dengan cepat jika kita berbuat dosa, sehingga kita tidak perlu “dilemparkan ke dalam perut ikan” agar mau bertobat. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah yang akan selalu menjadi penghalang hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita mendapat teguran dari Roh Kudus ketika melakukan kesalahan, jangan keraskan hati, dan berbaliklah segera, agar kita tidak perlu mengalami sesuatu yang menyakitkan terlebih dahulu untuk bisa bertobat.

Cegah dosa sejak dini sebelum kita terbiasa untuk hidup nyaman bersama dosa

Seterang Matahari

Ayat bacaan: Mat 13:43
===================

“Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Betapa susahnya jadi “orang benar”. Sejak kecil, tanpa sadar anak2 sudah mulai terpengaruh oleh lingkungan yang makin lama makin kejam. Untuk bisa bergaul dengan kelompok2 tertentu, mereka harus mengikuti sejumlah atribut, kebiasaan dll. Contoh kecil saja, kita bisa melihat begitu banyak anak2 yang merokok cuma supaya dianggap “cool” dan bisa diterima oleh teman2nya. Hingga ke dunia dewasa pun, hal seperti ini masih berlangsung. Di banyak lahan pekerjaan, jika seseorang tidak bisa mengikuti “arus”, dia akan disingkirkan. Seorang atasan korupsi, kebawah pun harus sejalan, jika tidak, anda akan langsung ditendang ke divisi lain, atau malah dikeluarkan. Singkatnya, untuk menjadi orang benar, kita harus siap dianggap bodoh, kampungan, sok alim, jelek, ditolak dan disingkirkan. Dan, makin banyak orang yang berpikir pendek, mementingkan segala atribut, kedudukan dan status di dunia ini. “ah gimana ntar aja, pokoknya sekarang nikmati dulu. Jahat dikit kan wajar? soal nanti ya nanti aja dipikirin..” ini mungkin jadi excuse lazim disaat2 sekarang.

padahal hidup di dunia ini sangatlah singkat dan tidak sebanding dengan kehidupan kekal nantinya. Adakah orang yang bisa luput dari pengadilan Allah nanti? bisakah Allah ditipu, diperdaya atau, disogok? Semua akan begitu transparan, tidak ada lagi yang bisa ditutupi dan disembunyikan. Apapun yang kita lakukan di dunia ini, meskipun tidak ada orang yang melihat, meskipun kita bisa menggelontorkan sejumlah dana untuk menutupi borok, aib dan penipuan, Tuhan tetap melihat kita. Dia ada dimana2. Jadi, sebenarnya bukan “gimana ntar”, tapi “ntar gimana”. Meskipun mungkin sangat sulit untuk tampil “beda”, dan beresiko dikucilkan dan hal2 lain yang merugikan secara duniawi, tapi kita akan memetik buahnya nanti ketika kita sudah selesai berurusan dengan dunia ini. Tetap pegang erat firman Tuhan, jadilah anakNya yang punya gambaran sama dengan Dia, apapun resikonya dan nantikan saat dimana anda akan bersinar cemerlang disisi Bapa.

Jika anda terbiasa hidup terang di dunia ini, anda akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Allah.