Renungan Harian

Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Renungan Harian - Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Teamwork

Ayat bacaan: Ibrani 10:24
==================
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”

teamwork, kerja samaSaya baru saja pulang dari sebuah pertemuan informal di sebuah cafe dengan beberapa unsur terkait dalam dunia musik. Sebuah sesi obrolan santai selama 4 jam penuh canda tawa, tetapi tetap dipenuhi tukar pikiran dari masing-masing yang hadir. Ada hal yang saya tahu, ada banyak pula yang saya tidak tahu. Dengan obrolan yang hanya berlangsung selama beberapa jam itu saja ada begitu banyak ide yang terlontar, ide-ide, saling memberi masukan dan sebagainya. Saya membayangkan bagaimana seandainya masing-masing berjalan sendiri-sendiri, tentu akan sulit bagi kita untuk bisa maju, setidaknya tidak akan bisa maksimal. Sejatinya manusia memang diciptakan bukan menjadi mahluk yang tahu segalanya. Kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus saling berinteraksi dan terintegrasi dengan orang lain. Itu sejak awal sudah menjadi pandangan Tuhan, yang mengatakan “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja..” (Kejadian 2:18). Dalam pekerjaan kita butuh rapat-rapat untuk melihat sampai sejauh mana denyut nadi perusahaan dalam jangka waktu tertentu, dalam berorganisasi kita butuh hal yang sama agar semua bisa berjalan seirama dan mengevaluasi sampai dimana pencapaian saat ini dan sebagainya. Kita adalah bagian dari masyarakat, pada suatu ketika kita akan menyadari bahwa kita butuh orang lain untuk bertahan hidup.

Firman Tuhan dalam banyak kesempatan mengingatkan kita agar tidak berjalan sendiri-sendiri, menjadi manusia yang absolut dan merasa kita sanggup melakukan segalanya sendirian. “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya…Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pengkotbah 4:9-10,12). Dalam hal-hal kerohanian pun demikian. Sebuah teamwork yang kokoh dibutuhkan bukan saja untuk kepentingan kita, kelompok atau sesama manusia secara umum, tetapi juga untuk menyatakan terang Allah dan memperluas KerajaanNya di muka bumi ini.

Kita tidak bisa berjalan sendirian, karena tekanan dan godaan akan selalu ada disekitar kita setiap saat. Cepat atau lambat kita akan kehabisan bensin, kelelahan dan menjadi lemah. Disaat seperti itulah kita butuh dukungan dari teman-teman terutama yang seiman agar kita bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Sebuah teamwork yang baik adalah kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, berjalan ke arah yang sama dan berisi orang-orang yang saling peduli satu sama lain dan tidak mementingkan diri sendiri serta diarahkan kepada tujuan-tujuan yang positif, baik dan membangun. Seperti itulah idealnya. Saling menasihati, memberi masukan, menegur jika perlu, dan saling mengulurkan tangan untuk membantu, itu akan membuat kita semua bisa bertumbuh dengan baik dan dapat kembali bangkit dari keterpurukan. Dikala kita butuh ada teman, dikala teman butuh ada kita. Tidakkah itu terdengar sangat indah?

Dalam Ibrani kita bisa memperoleh ayat yang menyatakan hal ini dengan jelas. “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24) Inilah kuncinya. Saling memperhatikan, saling mendorong, dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Untuk itulah kita diingatkan agar tidak menjauh dari pertemuan-pertemuan dimana kita bisa saling mengisi dan menguatkan lewat firman Tuhan, saling mengingatkan akan janji-janji Tuhan termasuk apa yang harus kita lakukan untuk menuainya. Ayat selanjutnya berbunyi: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (ay 25). Cara hidup jemaat mula-mula yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 bisa kita jadikan cerminan akan hal ini.

Untuk memperluas Kerajaan Allah dan menyatakan kemuliaanNya di muka bumi ini pun demikian. Kita tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendirian. Masing-masing kita telah dikaruniai talenta atau bakat-bakat tersendiri yang akan bisa menjadi sesuatu yang luar biasa jika disinergikan dengan orang-orang lain yang memiliki talenta berbeda untuk mencapai tujuan yang sama, berjalan ke arah yang sama. Paulus telah mengingatkan hal tersebut dalam surat Roma. “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita..” (Roma 12:4-6). Dan ingatlah bahwa kita semua adalah anggota-anggota tubuh dengan Kristus sendiri sebagai Kepala (Efesus 4:15), “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (ay 16).

Ke Gereja sekali seminggu itu tidaklah cukup, apalagi jika anda belum tertanam di satu Gereja pun untuk bertumbuh. Membaca firman Tuhan sekali-kali itu pun belum cukup. Kita perlu mengisi hari-hari kita dengan merenungkan firman Tuhan, membahasnya bersama teman-teman dalam persekutuan, saling mempehatikan lewat pertemuan, telepon, email, sms dan sebagainya agar kita tidak lemah dan bisa terus bertumbuh meski dalam kondisi apapun. Jangan abaikan kesempatan untuk saling berbagi dan menguatkan selagi kesempatan masih ada, dan temukanlah potensi-potensi yang telah diberikan Tuhan dalam hidup setiap kita, pergunakan dan kembangkanlah secara bersama-sama, sehingga masing-masing potensi yang berbeda itu bisa bersatu menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa dimana Tuhan bisa kita permuliakan di dalamnya.

There’s no superman, but there’s superteam

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Incoming search terms: