Renungan Harian

Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Renungan Harian - Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Tuhan Pelihara Kita

Ayat bacaan: Ulangan 32:10
=====================
“Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.”

biji mata, Tuhan pelihara, Tuhan jagaTerkadang ada sebuah kekhawatiran dalam diri saya jika saya berhenti mengajar. Sementara ini pemasukan untuk menghidupi keluarga terutama berasal dari kegiatan sebagai staf pengajar. Memang saya mengelola situs musik juga, namun penghasilan dari sana masih sporadis. Sementara saya hanyalah lulusan SMA, yang artinya akan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, ditambah umur yang tidak lagi muda. Tapi biar bagaimana juga, saya tetap percaya bahwa Tuhan akan selalu mencukupkan. Saya percaya bahwa saya tidak akan berkekurangan. Dalam setahun terakhir sejak saya melayani Tuhan lewat website ini, begitu banyak perbuatan-perbuatanNya yang ajaib. Saya selalu terheran-heran ketika membayar persepuluhan, ternyata persepuluhan saya selalu berlipat kali lebih besar dari sepuluh persen gaji saya sebagai pengajar. Ini membuktikan benar bahwa Tuhan mampu memberkati kita dari manapun. Saya tidak perlu mati-matian bekerja hanya demi uang, namun saya hanya perlu berusaha sungguh-sungguh dan serius dalam bekerja, seperti melakukannya untuk Tuhan. Dan Dia akan memberkati saya dan keluarga lewat sumber manapun. Itu pasti, dan itu sudah terbukti penuh selama lebih dari setahun. Namun sebagai manusia, terkadang kekhawatiran itu bisa terlintas. Dan hari ini saya diingatkan Tuhan lewat ayat indah ini. Salah satu petikan dari nyanyian Musa.

Tuhan menganggap kita sebagai biji mataNya. Tidak main-main, kita yang tidak ada apa-apanya dan selalu berbuat dosa setiap hari ternyata begitu penting bagi Tuhan, sehingga kita disebut sebagai biji mataNya. Adakah orang yang akan dengan sengaja merusak matanya sendiri? Tentu tidak. Jika kita merusak mata kita sendiri, sama artinya dengan merusak diri kita sendiri. Tidak ada bagian tubuh kita yang tidak berguna, Tuhan telah melengkapi kita secara luar biasa, termasuk di dalamnya mata, salah satu organ tubuh yang sangat penting agar kita dapat melihat. Semua keindahan alam, warna-warni nya dunia, kita melihat kebesaran Tuhan lewat ciptaan-ciptaanNya yang luar biasa. Kita membaca betapa Daud menyadari betul keindahan ciptaan Tuhan yang menunjukkan kebesaranNya dalam Mazmur 104:1-35. Lihatlah salah satu petikan dari perikop itu. “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24). Mata adalah salah satu organ yang paling peka untuk bisa menikmati itu semua. Tanpa mata akan sulit bagi kita untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan. Maka, jika Tuhan menganggap kita sebagai biji mataNya, tentulah itu sebuah pernyataan penting dari Tuhan akan betapa pentingnya kita bagi Dia.

Ayat bacaan hari ini, berasal dari salah satu nyanyian Musa. “Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.” (Ulangan 32:10). Nyanyian Musa adalah bagian yang cukup penting dalam Alkitab. Kita kembali membaca mengenai nyanyian Musa pada kitab Wahyu. “Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!” (Wahyu 15:3). Pada akhir jaman nanti, mereka yang menang atas binatang dan patungnya dan orang-orang yang ditandai dengan angka (bilangan) akan menyanyikan kembali nyanyian Musa, bersama-sama dengan nyanyian Anak Domba dengan diiringi kecapi Allah. (ay 2). Oh, itu luar biasa. Artinya pernyataan kita sebagai biji matanya Tuhan akan terus ada hingga akhir nanti. Daud sadar betul akan hal itu. Lihat bagaimana doa Daud ketika dikejar-kejar musuhnya. “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu, terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.” (Mazmur 17:9). Dan mari kita lihat firman Tuhan yang memberi jaminan pemeliharaan atas hidup kita. “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu–sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya (Zakharia 2:8). Menjamah kita anak-anakNya, sama dengan menjamah biji mataNya. Bagi mereka-mereka ini, demikian kata Tuhan: “Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.” (ay 9). How wonderful is that!

Jika Tuhan sudah menjanjikan sebuah jaminan pemeliharaan yang sama pentingnya seperti melindungi biji mata sendiri, maka Tuhan pasti pelihara saya. Jika Tuhan bisa pelihara saya, Dia pun pasti pelihara anda. Tidak perlu khawatir, tidak perlu ragu, tidak perlu takut dalam menatap hari depan, meskipun itu semua belum bisa kita lihat, karena kita tetaplah biji mata Tuhan sampai kapanpun. Let’s praise the Lord, because He is always so good to us!

Sebagaimana pentingnya mata bagi kita, demikianlah pentingnya kita di mata Tuhan

Incoming search terms: