Tag: bartolomeus

Brevir Pagi, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul

Doa Brevir PagiBrevir Pagi, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul 0By admin onAugust 24, 2016DOA BREVIR, PAGI, RABU

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para rasul.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para rasul.

Madah

O para rasul mulia
Duta raja yang kuasa
Didikan guru utama
Yang mengatasi segala.

Di Yerusalem surgawi
Penuh cahaya ilahi
Kalian menjadi dasar
Bagi Gereja yang benar.

Kami rayakan pestamu
Kami kenangkan jasamu
Sambil mengucapkan syukur
Atas pengurbanan luhur.

Terpujilah Yesus Kristus
Yang sudah sudi mengutus
Rasul yang dipilih Bapa
Dipenuhi dengan RohNya. Amin.

(Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I).

Ant.1: Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya).

Ant.2: Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya).

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

Ant.2: Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya).

Ant.3: Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Ef 2,19-20)

Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan para kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dan Kristus Yesuslah batu sendinya.

Lagu Singkat

P: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia. U: Mereka. P: Mereka mewartakan namaMu, ya Tuhan. U: Di seluruh dunia. P: Kemuliaan. U: Mereka.

Ant.Kidung: Pada batu dasar Yerusalem surgawi tertulis nama keduabelas rasul, dan Anakdomba sendirilah terang cahayanya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Pada batu dasar Yerusalem surgawi tertulis nama keduabelas rasul, dan Anakdomba sendirilah terang cahayanya.

Doa Permohonan

Saudara tercinta, kita telah menerima warisan surgawi dari para rasul. Marilah kita mengucap syukur kepada Bapa kita atas semua kurniaNya, dan berkata:
U: KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami.
P: Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami.
P: Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat.
P: Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah yang memegang nasib kami, Santo Bartolomeus Kautambahkan dalam bilangan para rasul. Semoga berkat doanya kami beruntung karena cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

======

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

 

 

 

 

 

 

Brevir Sore 2, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul

Ibadat Brevir SoreBrevir Sore 2, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul 0By admin onAugust 24, 2016DOA BREVIR, RABU, SOREPEMBUKAAN
P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Langit bersorak gembira
Dan bumi bersukacita
Merayakan hari pesta
Para rasul yang mulia.

Diangkat menjadi duta
Bentara warta gembira
Mereka dikuasakan
Memberikan pengampunan.

S’moga pada akhir zaman
Pada saat pengadilan
Kami terima lindungan
Agar selamat dan aman.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua. Amin.

Ant.1: Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*
“Aku ini sangat tertindas”;

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*
“Semua orang penipu”.

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Ant.1: Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Ant.2: Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
“Agunglah karya Tuhan bagi mereka”.

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Ant.2: Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).

Ant.3: Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)

Kristus mengangkat baik rasul maupun nabi, baik pewarta Injil maupun gembala dan pengajar umat untuk memperlengkapi para kudus bagi tugas pengabdian. Dengan demikian dibangun tubuh Kristus sampai kita semua akhirnya bersatu dalam iman dan benar-benar mengenal Putera Allah. Maka, kita menjadi manusia sempurna dan mencapai taraf kedewasaan Kristus yang sepenuh-penuhnya.

Lagu Singkat

P: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa. U: Wartakanlah. P: Dan karyaNya yang agung. U: Di antara bangsa-bangsa. P: Kemuliaan. U: Wartakanlah.

Ant.Kidung: Pada akhir dunia, bila Putera manusia duduk di atas takhta kerajaanNya, kamupun akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Pada akhir dunia, bila Putera manusia duduk di atas takhta kerajaanNya, kamupun akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, kita dibangun atas dasar kedua belas rasul. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa bagi umatNya:
U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
P: Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi.
P: Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani.
P: Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati.
P: Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya.
P: Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah yang memegang nasib kami, Santo Bartolomeus Kautambahkan dalam bilangan para rasul. Semoga berkat doanya kami beruntung karena cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

======

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

 

Brevir Siang, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul

Ibadat Brevir SiangBrevir Siang, Rabu: 24 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul 0By admin onAugust 24, 2016DOA BREVIR, RABU, SIANG

PEMBUKAAN
P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

(Madah, antifon dan pendarasan mazmur, lihat hari yang bersangkutan dalam lingkaran empat pekan).

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
“Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan”.

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yerusalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: “Yang ditinggalkan”,*
negerimu tak lagi dinamakan: “Yang kesepian”.

Sebab namamu yang baru ialah: “KekasihKu”,*
“mempelaiKu” nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan singkat (Kis 3,12a.14)

Rasul-rasul mengerjakan pelbagai tanda dan mukjizat di tengah rakyat. Dan semakin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik pria maupun wanita.

P: Mereka memelihara sabda Allah.
U: Dan segala peraturan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang memegang nasib kami, Santo Bartolomeus Kautambahkan dalam bilangan para rasul. Semoga berkat doanya kami beruntung karena cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

=========

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

 

Brevir Sore 1, Selasa: 23 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul

Brevir SoreBrevir Sore 1, Selasa: 23 Agustus 2016, Pesta S. Bartolomeus, Rasul 0By admin onAugust 23, 2016DOA BREVIR, SELASA, SORE

PEMBUKAAN
P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Langit bersorak gembira
Dan bumi bersukacita
Merayakan hari pesta
Para rasul yang mulia.

Diangkat menjadi duta
Bentara warta gembira
Mereka dikuasakan
Memberikan pengampunan.

S’moga pada akhir zaman
Pada saat pengadilan
Kami terima lindungan
Agar selamat dan aman.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua. Amin.

Ant.1: Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.1: Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Ant.2: Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Ant.2: Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).

Ant.3: Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)

Umat di Yerusalem rajin mengikuti pengajaran para rasul dan turut dalam perjamuan persaudaraan dan dalam kebaktian doa. Seluruh masyarakat takjub karena para rasul membuat banyak mukjizat dan tanda-tanda lain.Semua orang beriman bersatu hati dan memiliki segala-galanya bersama. Harta milik mereka jual dan mereka bagi-bagikan menurut keperluan masing-masing.

Lagu Singkat

P: Inilah tandanya,* Kamu menjadi murid-muridKu. U: Inilah. P: Kalau kamu saling mencintai. U: Kamu menjadi murid-muridKu. P: Kemuliaan. U: Inilah.

Ant.Kidung: Bukannya kamu yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kamu. Kamu telah Kutetapkan agar pergi dan berbuah dan buahmu tinggal tetap, (M.P. Alleluya).

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Bukannya kamu yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kamu. Kamu telah Kutetapkan agar pergi dan berbuah dan buahmu tinggal tetap, (M.P. Alleluya).

Doa Permohonan

Saudara-saudara, kita dibangun atas dasar kedua belas rasul. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa bagi umatNya:
U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
P: Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi.
P: Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani.
P: Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati.
P: Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya.
P: Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu.

Bapa kami     

Doa Penutup

Allah yang memegang nasib kami, Santo Bartolomeus Kautambahkan dalam bilangan para rasul. Semoga berkat doanya kami beruntung karena cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

 

26 Juli, St. Bartolomeus Capitanjo (1807-1833)

26jjm26 Juli, St. Bartolomeus Capitanjo (1807-1833) 0By Kevin Sanly Putera onJuly 26, 2016Teladan Kita

 

PENEMU dari Suster Italia Derma Lovere bersama Sta. Vinsentia Gerosa. Meski masih muda, ia memimpin kongregasi itu dan pada akhirnya disetujui Vatikan, tujuh tahun setelah kematiannya.

sumber dan gambar: catholic.org

20 Jan

“DiutusNya memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan”

(1Sam 24:3-21; Mrk 3:13-19)

” Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.” (Mrk 3:13-19), demikian  kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Sebagai orang beriman atau beragama kita memiliki tugas pengutusan, yaitu untuk mewartakan kabar baik atau menjadi saksi iman di dalam hidup sehari-hari. Kiranya tugas pengutusan tersebut memiliki dasar dan visi yang sama bagi yang beriman atau beragama apapun, yaitu “hanya mau mengabdi Tuhan saja serta menolak godaan setan”. Maka baiklah dalam refleksi hari ini saya dengan sederhana mau menguraikan tugas pengutusan tersebut, pertama-tama adalah tugas untuk ‘mengabdi Tuhan’. Mengabdi Tuhan berarti senantiasa berusaha dengan rendah hati untuk membahagiakan Tuhan, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa dikasihi oleh Tuhan dan sesama manusia. Yang membahagiakan Tuhan tidak lain adalah jika kita hidup saling mengasihi dan melayani satu sama lain dimana pun dan kapan pun tanpa pandang bulu. Marilah kita sadari dan hayati bahwa kita telah menerima kasih dari Tuhan secara melimpah ruah melalui siapapun yang telah memperhatikan dan berbuat baik kepada kita melalui aneka cara dan bentuk. Dengan kata lain masing-masing dari kita adalah ‘yang terkasih’, maka bertemu dengan siapapun berarti ‘yang terkasih bertemu dengan yang terkasih’ dan dengan demikian secara otomatis akan saling mengasihi dan melayani atau saling berbuat baik. Apa yang disebut baik senantiasa berlaku secara universal, kapan saja dan dimana saja, dan hemat saya yang terbaik adalah keselamatan jiwa manusia. Dengan demikian mengabdi Tuhan juga berarti berusaha untuk menyelamatkan jiwa manusia dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun.

·   "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu” (1Sam 24:18-21), demikian kata Saul kepada Daud. Kata-kata Saul ini menunjukkan bahwa Daud adalah calon raja atau pemimpin bangsa yang dikehendaki oleh Tuhan. Maka kami berharap kepada siapapun yang berkeinginan menjadi pemimpin atau terpilih sebagai pemimpin, hendaknya bersikap seperti Daud, antara lain senantiasa bersikap baik terhadap siapapun yang memusuhi atau membencinya. Salah satu tugas atau fungsi pemimpin adalah mempersatukan atau pemersatu umat/bangsa. Secara kebetulan juga bahwa hari ini kita masih berada dalam ‘Pekan Doa Seluruh dunia untuk persatuan umat Kristen’, maka kami berharap secara khusus kepada segenap umat Kristen, para murid atau pengikut Yesus Kristus untuk menggalang dan memperteguh persatuan dan persahabatan sejati serta kemudian menjadi saksi atau teladan persatuan atau persahabatan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Persatuan atau persahabatan sejati sungguh mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan pada masa kini mengingat ada kelompok-kelompok ekstrim yang vocal merongrong persatuan dan persaudaraan dengan aneka cara dan bentuk, yang menimbulkan kerusuhan, ketegangan, tawuran, permusuhan bahkan juga korban dimana-mana. Semoga para pemimpin agama di tingkat apapun dapat menjadi teladan dan penggerak persaudaraan atau persatuan. Kami juga beharap kepada mereka yang berkecimpung dan bekerja di bidang pendidikan untuk memperhatikan pembinaan persaudaraan atau persatuan sejati di antara para peserta didik di sekolah-sekolah di tingkat apapun dan dimanapun. Semoga mereka yang berpikiran fanatik sempit serta tidak mengakui adanya perbedaan segera bertobat dan menghentikan aneka gerakan atau provokasi yang merongrong persaudaraan atau persahabatan sejati.

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku.  Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.”

 (Mzm 57:2-4)

Ign 20 Januari 2012

Tags : , , , , ,

24 Agt

“Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
(Why 21:9b-14; Yoh 1:45-51)

“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah
menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para
nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya:
"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus
kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang
kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel
sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya:
"Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum
Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon
ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja
orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu:
Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau
akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus
kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat
langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak
Manusia.” (Yoh 1:45-51), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta
St.Bartolomeus, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Cukup banyak orang yang senantiasa melihat kelemahan atau kekurangan
orang lain, alias berpikiran negatif terhadap saudara-saudarinya. Para
petinggi, atasan atau pejabat ketika mengujungi bawahannya juga
berusaha melihat kekurangan dan kelemahannya dengan maksud menunjukkan
kewibawaan atau keunggulannya. Cara berpikir macam itu pernah dihayati
oleh Natanael atau Bartolomeus terhadap berita bahwa Penyelamat Dunia
telah datang dan berasal dari Nazaret, ia berkata:” Mungkinkah sesuatu
yang baik datang dari Nazaret?’. Memang apa yang dilakukan oleh
Natanael berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang: Natanael
jujur terhadap diri sendiri, berkata sesuai dengan yang ia ketahui,
sedangkan kebanyakan orang dengan sengaja berusaha melihat kelemahan
atau kekurangan. Maka dalam rangka mengenangkan pesta St.Batolomeus
(Natanael), kami mengajak kita semua untuk jujur terhadap diri
sendiri, misalnya jika tidak tahu dengan rendah hati mengakui
ketidaktahuan atau kebodohan atau keterbatasannya. Kita renungkan
sabda Yesus kepada Natanael "Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!". Hendaknya jika kita tidak tahu
tanpa malu mengakui tidak tahu, dan jangan menipu atau berbohong demi
gengsi. Masa kini memang terjadi banyak pemalsuan, tidak hanya dalam
hal barang tetapi juga anggota tubuh, misalnya hidung, buah dada/
payudara, wajah dst..yang sering dilakukan oleh mereka yang
mendambakan dirinya nampak menarik, mempesona dan memikat orang lain.
Marilah hidup sederhana apa adanya, tidak dibuat-buat atau
bersandiwara.
•       “Di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi
tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem,
turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah
dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata
yaspis, jernih seperti Kristal”(Why 21:10-11). Kutipan ini kiranya
sesuai dengan sabda Yesus kepada Natanael: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat
Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:51). Orang yang jujur
terhadap diri sendiri memang akan melihat sesuatu yang indah, mulia
dan luhur sebagai pewahyuan Diri Allah sendiri. Orang yang jujur
terhadap diri sendiri memiliki dambaan tidak pada yang kelihatan atau
duniawi, melainkan yang spiritual atau sorgawi; ia dapat melihat
keindahan, kemuliaan dan keluhuran dalam aneka barang maupun manusia
yang mungkin kurang dihargai atau dihormati oleh dunia ini. Langkah
perjalanan orang jujur senantiasa berada dalam tuntunan atau bimbingan
roh baik, sehingga ia  senantiasa melihat apa yang baik, luhur dan
mulia dalam seluruh ciptaan: binatang, tanaman maupun manusia; ia
menyaksikan karya Allah di dalam seluruh ciptaanNya. Dengan kata lain
ia senantiasa berpikiran positif alias ahli roh baik atau mahir dalam
pembedaan roh. Kami berharap cara hidup dan cara bertindak macam ini
terutama dihayati di dalam dunia pendidikan, entah dalam pendidikan
formal di sekolah maupun informal di rumah. Berpartisipasi dalam karya
pendidikan berarti berpartisipasi dalam karya p enciptaan Allah, dan
semua yang diciptakan oleh Allah baik adanya. Maka dalam mendampingi
atau mendidik anak-anak hendaknya lebih diperhatikan kelebihan atau
kebaikan serta peluang yang ada daripada kekurangan atau kejahatan
serta ancamannya.
“Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan
orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan
kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk
memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia,”
 (Mzm 145:10-12a)
Ign 24 Agustus 2011

Tags : , , , , ,

6 Juli – Kej 41:55-57; 42:5-7a.17-24a; Mat 10:1-7

“Pergilah kepada domba-domba yang hilang”

(Kej 41:55-57; 42:5-7a.17-24a; Mat 10:1-7)

” Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. . Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Mat 10:1-7), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Para rasul diutus oleh Yesus “untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” dan khususnya “kepada domba-domba yang hilang”, yang berarti merasul di antara mereka yang miskin dan berkekurangan dalam berbagai hal atau kebutuhan hidup yang sehat wal’afiat baik secara phisik maupun spiritual. Bagi kita hal ini berarti suatu panggilan atau ajakan untuk melaksanakan salah satu opsi Gereja atau hidup beriman, yaitu “preferential option for/with the poor’ (=keberpihakan pada/bagi yang miskin). Secara konkret hal ini bagi kita tergantung dari fungsi atau tugas pekerjaan kita sehari-hari. Sebagai guru atau pendidik hendaknya memperhatikan para peserta didik yang bodoh atau lemah; sebagai warga masyarakat hendaknya memperhatikan mereka yang miskin dan berkekurangan di lingkungan hidup masing-masing; sebagai dokter atau tenaga medis kiranya harus dengan lembah lembut dan rendah hati melayani pasien/orang sakit dan sementara itu rumah sakit hendaknya juga memberi peluang bagi yang miskin dan berkekurangan untuk berobat, dst.. Organisasi kemasyarakatan kami harapakan mengalokasikan dana dan tenaga secara khusus bagi mereka yang miskin dan berkekurangan. Kami berharap orang-orang miskin dan berkekurangan tidak menjadi ‘sarana proyek’ untuk memperkaya diri atau kelompok, sebagaimana sering dilakukan oleh LSM-LSM tertentu. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”, demikian perintah Yesus, yang bagi kita berarti sepak terjang, cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun diharapkan menghadirkan Allah yang meraja, artinya melalui diri kita yang lemah dan rapuh ini orang tergerak untuk semakin beriman, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.

·   Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu” (Kej 41:55), demikian kata Firaun kepada rakyat Mesir yang menderita kelaparan. Yusuf adalah anak yang dibuang dan ‘dianggap hilang’ oleh saudara-saudaranya; namun ternyata ia masih hidup dan di negeri asing berfungsi menyelamatkan; Yusuf pun akhirnya juga menyelamatkan saudara-saudaranya yang telah membuangnya dan menganggapnya telah hilang. Perintah Yesus kepada para rasul untuk pergi kepada domba-domba yang hilang kiranya mengingatkan kisah saudara-saudaranya yang menderita kelaparan. Yang dibuang telah menjadi penyelamat, itulah misteri karya penyelamatan sejati. Hidup pribadi atau bersama kita, entah di dalam keluarga, pastoran, biara, tempat kerja dst.. mungkin tidak beres alias kurang atau tidak bahagia, maka baiklah jika demikian adanya kami ajak anda untuk menemukan sesuatu yang hilang atau mungkin telah anda singkirkan, yaitu charisma atau spiritualitas pendiri atau visi organisasi.  Kata Firaun kepada rakyatnya kiranya dapat kita hayati pada masa kini merupakan suatu ajakan untuk mencari dan menemukan kembali  sesuatu yang penting bagi hidup kita pribadi maupun hidup bersama. Semua charisma, spiritualitas dan visi hemat saya dijiwai oleh cintakasih, dicanangkan berdasarkan cintakasih dan diharapkan siapapun yang menghayatinya semakin hidup dan bertindak saling mengasihi. Saling mengasihi berarti memberi dan menerima kasih, hemat saya pada masa kini yang sulit dihayati adalah menerima kasih. Ingat kasih tidak selalu mulus dan nikmat di tubuh, hati, jiwa maupun akal budi, tetapi juga menyakitkan atau bahkan menusuk hati, sebagaimana kasih sering disimbolkan dengan hati yang tertusuk. Menerima kasih berarti menerima pujian, saran, kritik, nasihat, ejekan, cemoohan, dst.. Bukankah menerima saran, kritik, nasihat, ejekan dan cemoohan cukup berat dan banyak orang menolaknya? Hendaknya semua saran, kritik, nasihat, ejekan dan cemoohan disikapi dan dihayati sebagai perwujudan kasih dari saudara-saudari kita, maka tanggapi dengan singkat dan rendah hati dengan kata ‘terima kasih’.

“Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi; bermazmurlah bagiNya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagiNya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai

 (Mzm 33:2-3)

Ign 6 Juli 2011

Tags : , , , , ,

7 Sept – 1Kor 6-1-11; Luk 6:12-19

“Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka”

(1Kor 6-1-11; Luk 6:12-19)

 

“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya” (Luk 6:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Para rasul adalah pembantu Yesus Kristus serta penerus karya penyelamatanNya; fungsi para rasul ini untuk masa kini diemban oleh para uskup, para gembala kita. Sebelum memilih rasul-rasul Yesus berdoa semalam-malaman agar siapa yang dipilihNya sesuai dengan kehendak Allah. Pemilihan macam ini kiranya juga terjadi dalam pemilihan uskup. Jabatan rasul atau uskup memang penting dalam karya penyelamatan atau hidup menggereja, karena banyak orang datang kepada mereka untuk mendengarkan ajaran, arahan, nasihat, dst.. maupun disembuhkan dari aneka macam penyakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh. Maka baiklah ketika kita merasa sakit atau butuh diteguhkan serta diperkembangkan iman kita, hendaknya tidak ragu-ragu untuk datang kepada para gembala kita, entah uskup maupun para pembantunya, para imam/pastor. Sebaliknya hendaknya kita juga sering mendoakan para gembala kita, mengingat dan memperhatikan tugas mereka begitu berat dan mulia. Kepada Yang Mulia, para uskup maupun rekan-rekan imam atau pastor kami harapkan dengan jiwa besar dan hati rela berkorban dalam melayani umat yang datang untuk minta nasihat, saran, ajaran maupun disembuhkan dari aneka macam penyakit. Tentu saja bantuan umat bagi para gembala juga sangat dibutuhkan, entah dalam hal spiritual maupun duniawi, seperti harta benda, uang atau tenaga, guna membantu pelayanan para gembala. Sebagai orang beriman kita juga memiliki dimensi hidup rasuli maupun imamat umum kaum beriman, maka baiklah hal ini kita sadari dan hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita, artinya dengan segala rendah hati dan keterbatasan hendaknya siap sedia memberi pelayanan bagi mereka yang membutuhkan.

·   “Kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (1Kor 6:11), demikian peringatan Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Kita semua adalah orang yang terpilih dan disucikan, yaitu ketika kita menerima rahmat pembaptisan, dimana pada saat itu kita berjanji ‘untuk hanya mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan setan’. Maka baiklah kita setia pada janji baptis ini dan kita hayati rahmat pembaptisan ini di dalam hidup sehari-hari. Tuhan hidup dan berkarya dimana-mana dan kapan saja melalui ciptaan-ciptaanNya, terutama dalam diri manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah, maka mengabdi Allah berarti kita hidup dan bertindak saling melayani, saling membahagiakan dan mensejahterakan. Yang tidak kalah penting pada masa kini adalah ‘menolak semua godaan setan’. Godaan setan antara lain dapat menggejala dalam tawaran atau rayuan dalam hal harta benda/uang, jabatan/pangkat/ kedudukan atau kehormatan duniawi. Jika diperhatikan dan dicermati untuk menduduki jabatan atau fungsi tertentu di Negara kita ini sering harus dengan uang pelicin atau sogokan cukup besar, jutaan atau milyardan rupiah, sehingga ketika menjadi pejabat atau berfungsi dalam pelayanan hidup bersama mau tidak mau harus berbuat jahat atau korupsi. Kami berharap rekan-rekan yang percaya kepada Yesus Kristus tidak tergoda untuk jabatan, kedudukan atau kehormatan duniawi, yang disertai dengan uang pelicin atau sogokan. Biarlah karena profesionalitas atau kemampuan kita yang mendorong kita untuk menduduki jabatan atau fungsi tertentu, sehingga dalam mengemban jabatan atau fungsi ‘dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita’. Dalam atau dengan semangat iman Kristiani kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila.

 

“Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya“(Mzm 146:1-5) .

 

Jakarta, 7 September 2010

Tags : , ,

24 Agustus – Why 21:9b-14; Yoh 1:45-51

"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

(Why 21:9b-14; Yoh 1:45-51).

 

“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:45-51), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Bartolomeus, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Curiga atau berprasangka buruk terhadap yang lain, lebih-lebih terhadap mereka yang telah mendapat ‘cap buruk’ dalam percaturan, rasanya marak di sana-sana, terutama dalam diri mereka yang berpedoman pada ‘negative thinking’. Itulah kiranya yang dilakukan oleh Natanael atau Bartolomeus, ketika mendengar kata-kata Filipus “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret”. Namun setelah ia bertemu dengan Yesus sendiri dengan tatap muka, ia menjadi percaya. Sifat Bartolomeus adalah jujur, ia jujur terhadap diri sendiri maupun sesamanya. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan pesta St.Bartomeus hari ini saya mengajak anda sekalian untuk mawas diri perihal keutamaan kejujuran. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata benar apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 17). Hidup dan bertindak jujur pada masa kini sungguh mendesak dan up to date , mengingat dan memperhatikan masih maraknya korupsi dan kebohongan serta kepalsuan di sana-sini. Salah satu cara mendidik dan membiasakan diri hidup jujur antara lain di sekolah-sekolah diberlakukan ‘dilarang menyontek’ baik dalam ulangan maupun ujian. Membiarkan dan memberi kesempatan para murid/peserta didik/mahasiswa untuk menyontek berarti menyuburkan korupsi dan kebohongan.


·   "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (Why 21:9b). Kutipan ini merupakan symbol yang baik dan hendaknya kita tanggapi secara positif. Pengantin perempuan pada umumnya tampil dengan sangat cantik, mempesona, menarik serta ceria. Sedangkan yang dimaksudkan sebagai ‘mempelai Anak Domba’ adalah orang suci, yang bersatu erat dan mesra dengan Yesus alias menjadi ‘sahabat-sahabat Yesus sejati’. Maka ajakan tersebut di atas dapat kita hayati dengan senantiasa berusaha melihat dan mengakui apa yang baik, indah, luhur, mulia serta mempesona dalam diri kita sendiri maupun sesama kita dimanapun dan kapanpun. Dengan kata lain senantiasa berpedoman pada prinsip “positive thinking”. Kami percaya bahwa dalam diri kita masing-masing lebih banyak apa yang baik daripada apa yang buruk, apa yang mulia daripada yang remeh, apa yang luhur daripada yang rendah, dst. Disamping itu masing-masing dari kita diharapkan senantiasa tampil atau menghadirkan diri bagaikan ‘pengantin perempuan’, yang mempesona, menarik dan ceria, gembira ria. Tidak ada alasan untuk tidak gembira jika kita sungguh beriman, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Mereka yang sedang menjadi pengantin kiranya juga bersikap mempersembahkan diri kepada pasangannya maupun mereka yang hadir untuk berpartisipasi dalam pesta atau upacara  perkawinan. Pengantin senantiasa menjadi perhatian utama bagi mereka yang harus dalam pesta atau upacara perkawinan dan rasanya semuanya dalam keadaan menarik, mempesona dan ceria. Marilah kita jadikan hidup dan kerja sehari-hari bagaikan sedang dalam pesta perkawinan. Marilah kita hayati iman kita dengan menjadi pewarta-pewarta kabar gembira, menghayati dan menyebarluaskan apa-apa yang baik, indah, benar, mulia dan suci di dalam hidup sehari-hari. Kita semua memilih tugas perutusan atau rasuli untuk menyelamatkan dunia seisinya.

 

“Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan

 (Mzm 145:10-13a)

Jakarta, 24 Agustus 2010     

Tags : , ,