Taat pada Pemimpin

Ayat bacaan: Ibrani 13:17
=================
“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”

Dari tahun ke tahun kita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan kita. Setiap tahun kita berharap menyongsong masa depan yang lebih baik, berharap bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang bermartabat, makmur, sejahtera, aman sejahtera dan hidup dalam damai. Sebanyak kita berharap, sebanyak itu pula kita terus dikejutkan akan berbagai kejadian yang bukan saja mempermalukan kita di mata dunia tetapi juga mengecewakan Tuhan. Disintergrasi, kekerasan, penindasan, ketidakadilan, pemaksaan kehendak, harga-harga yang terus melambung, korupsi, mengorbankan orang banyak demi kepentingan kelompok, kecurangan-kecurangan dan sebagainya terus menciptakan instablitas negeri ini dengan skala yang makin tinggi. Pemerintah seakan tak berdaya melihat negara ini porak poranda dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dengan situasi tidak menentu kita sulit membayangkan kemana negara ini akan melangkah.

Apa peran kita sebagai orang percaya yang tinggal di negeri ini? Apakah kita tidak bisa berbuat sesuatu? Apakah baik buat kita untuk diam berpangku tangan lalu mengeluh berkepanjangan? Atau tinggalkan saja negeri ini ke tempat yang lebih menjamin? Tidak, tentu tidak demikian. Tuhan tidak sembarangan atau secara kebetulan menempatkan anda sebagai bagian dari negara ini. Ada banyak peran umat Tuhan yang bisa dilakukan, yang akan sangat menentukan masa depan bangsa meski jumlah anda masih tergolong minoritas. Satu hal yang bisa kita lakukan secara langsung, tapi tidak banyak diketahui orang adalah perintah untuk taat kepada pemimpin kita.

Ayatnya berbunyi demikian: “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13:17). Taat kepada pemimpin, dan tunduklah. Mengapa? Sebab terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, mereka tetap bertanggungjawab atas jiwa kita yang dipimpin mereka. Bentuk-bentuk keluhan, protes, demonstrasi atau lain-lain seperti yang kerap dilakukan orang tidaklah membawa keuntungan apa-apa malah mendatangkan kerugian lebih banyak lagi bagi kita. Sebaliknya, ketika kita tidak menambah masalah, mereka akan lebih tenang dalam bekerja sehingga kita pun akan diuntungkan.

Petrus pun mengingatkan hal yang sama, untuk tunduk kepada pemerintah demi nama Allah. “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi..” (1 Petrus 2:13). Kita tunduk bukan karena siapa-siapa melainkan karena Tuhan. Bagaimana jika mereka masih belum benar? Anda bisa berperan untuk terus mendoakan mereka, agar memiliki roh yang takut akan Tuhan sehingga bisa memimpin dengan benar.

Seruan untuk doa syafaat bagi para pemimpin sudah disampaikan Paulus dalam 1 Timotius 2:1-2. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” Bisa tidaknya kita hidup tenang dan tenteram, itu tergantung dari bagaimana keadaan bangsa dan negara kita sendiri, jadi jelas kepedulian kita merupakan sebuah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Dan dikatakan “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ay 3-4).

Selain berdoa, kepada kita sudah diberikan tugas agar ikut berperan aktif dalam mensejatherakan kota dimana kita tinggal. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7). Dari ayat ini jelas terlihat bahwa ada korelasi antara kesejahteraan kita dengan kesejahteraan kota tempat kita menetap saat ini. Jadi berperan aktif dan berdoa sama-sama punya peranan penting yang akan bisa membawa kebaikan bagi bangsa dan negara ini, dan dengan sendirinya bagi kita.

Jika kota dimana kita tinggal berada dalam kondisi nyaman, aman, tentram dan damai, bukankah itu juga akan membuat kita sejahtera? Jika kita menginginkan kondisi seperti itu, peran nyata kita tentu sangat dibutuhkan. Anda bisa mulai dari lingkungan tempat tinggal dan kerja, kemudian kota, kemudian propinsi lalu kemudian meningkat kepada negara. Anda mungkin sulit membayangkan seandainya hanya anda sendirian yang berbuat, akankah itu bisa berpengaruh? Tapi coba bayangkan jika ada multitude effect. Orang percaya di seantero negeri melakukan hal yang sama, membawa hal positif baik lewat tindakan nyata maupun doa, dan itu menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Kemakmuran negeri ini tidak lagi menjadi sebuah utopia belaka, melainkan menjadi nyata. Mari mulai tampil dan berkontribusi positif. Jangan ikut-ikutan menambah masalah, tapi taat dan patuhlah karena Tuhan menginginkan kita untuk melakukan seperti itu. Dirgahayu Republik Indonesia, Tuhan mengasihimu.

Peran aktif secara nyata dan keseriusan mendoakan akan menentukan kemana arah bangsa ini ke depan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: