Sumpah Pemuda Dirayakan dengan Gebyar Panglima di Simpang Lima Semarang

Gebyar Panglima Semarang1KOTA Semarang ditandai oleh lahirnya Panglima (Paguyuban Generasi Lintas Iman) Kota Semarang. Sedikitnya 150 orang muda lintas iman ikut serta dalam “Gebyar Panglima” dalam Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2014 pertengahan pekan ini di Balai Kota Semarang. Gebyar Panglima dibingkai dalam tiga matra, yakni edukasi, selebrasi dan prosesi. Matra pertama, edukasi, mengupas dan mendalami tema “Mengelola […]

Gebyar Panglima Semarang1

KOTA Semarang ditandai oleh lahirnya Panglima (Paguyuban Generasi Lintas Iman) Kota Semarang. Sedikitnya 150 orang muda lintas iman ikut serta dalam “Gebyar Panglima” dalam Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2014 pertengahan pekan ini di Balai Kota Semarang.

Gebyar Panglima dibingkai dalam tiga matra, yakni edukasi, selebrasi dan prosesi. Matra pertama, edukasi, mengupas dan mendalami tema “Mengelola Kebhinnekaan untuk Indonesia Bermartabat” bersama kami: Romo Aloys Budi Purnomo Pr selaku Wakil Ketua FKUB Jateng dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

Dalam paparannya, sebagai penggagas Panglima Semarang bersama Pdt. Rahmat Paska Rajagukguk, Ki Wipro Pradipto dan Pandita Henri Basuki – kami membagikan pandangan dan pengalamannya selama 10 tahun terakhir ini bergerak dalam upaya merajut persaudaraan sejati lintas iman melalui berbagai praksis kerjasama dan dialog interreligius.

Bertindak sebagai narasumber lain adalah Timur Sinar Suprabana, penyair dan seniman serta Harjanto Kusuma Halim, budayawan Pasar Semawis.

 

Gebyar Panglima Semarang3

Timur menegaskan bahwa mengelola kebhinnekaan untuk Indonesia bermartabat itu penting dan urgen sebab dalam banyak hal Indonesia memang belum bermartabat. Di era pemerintahan yang baru Jokowi-JK ini kita berharap semua elemen bangsa termasuk orang muda mesti bersinergi mengembalikan martabat Indonesia.

Kebhinekaan Indonesia
Kebhinnekaan merupakan kodrat yang tidak bisa dibantinghancurkan siapa pun. Sementara menurut Harjanto Halim, kita harus mengelola kebhinnekaan mulai dari hal-hal yang (dianggap) remeh. Mengasah kepekaan terhadap hal-hal sepele di sekitar kita. Sesi edukasi yang berlangsung tiga jam itu mengalir indah dan renyah di tangan Joice Triatman dan Luis Sastrawijaya yang menjadi pemandu jalannya acara.

Acara yang dibuka Hendrar Prihadi selaku Wali Kota Semarang yang menjadi keynote speaker itu berkali-kalu ditandai canda, tawa dan tepuk tangan penuh keakraban, persahabatan dan persaudaraan.

Usai edukasi, acara dilanjutkan dengan selebrasi Gelar Budaya Lintas Iman: dari Islam, Kristen Protestan,
Kristen Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Ada tarian sufi, tarian Bali, tarian Kalimantan, seni Barongsai, seni Pencak Silat, paduan suara, dan vocal group yang menyemarakkan selebrasi ini.

Gebyar Panglima Semarang2

Gebyar Panglima Semarang4

Turut berpartisipasi di dalamnya mahasiswi-mahasiswa UIN Walisongo dan Unika Soegijapranata Semarang, serta ormas-ormas mahasiswa Islam, Hindu, Buddha, Kristen Protestan dan Kristen Katolik.   Sejumlah pelajar dan mudika yang ikut dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang di Muntilan, 24-26/10 lalu turut hadir dalam peristiwa itu.

Setelah selebrasi semua yang hadir melangsungkan prosesi berjalan kaki secara damai membawa balon menuju Bundaran Tugu Muda Semarang dan melepaskan balon-balon itu di sana, sebagai penanda agar semangat mengolah kebhinnekaan untuk Indonesia bermartabat tak hanya sekadar cita-cita tetapi juga menjadi doa yang melangit kepada Tuhan Yang Maha Esa.

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply