Summer Days in Shanghai and Beijing: Tunggu Lampu Hijau dari Suami (1)

< ![endif]-->

TRIP ini adalah keberuntungan saya di tahun 2013. Bagaimana tidak beruntung? Mulai dari tiket pesawat pp, hostel, bullet train, de el el saya dapat kemudahan alias ga usah cape begadang melotot di depan laptop.

Saya ingat beberapa bulan lalu, saya terbangun dari tidur kesorean…(pukul 20.00) dan mendapati ada beberapa missed call dari sahabat saya. Wah ada apa nih? Pikir saya rada heran sebab ga biasanya ada missed call banyak banget.

Sambil ngantuk saya pun segera sms dan saya tanya: aya naon?

Sahabat saya ini langsung menawarkan ada tiket promo Garuda ke Shanghai hanya 690 usd saja pp. Deg!

Mata saya kontan melek dan demi mendengar ada kemungkinan trip China yang memang sudah ditunggu2, tanpa pikir panjang saya langsung jawab: siaaap!

Busyet dah padahal belom izin suami, boo!

Teman saya langsung merespon , malam itu juga nama saya diinput di online bookingnya. Namun sayang sejam kemudian saya ditelfon balik kalau sistem online garuda sedang sibuk banget dan ia pun sudah lelah karena sudah larut. Ya sudah, kata saya. Never mind.

Malam itu saya yang sudah terlanjur melek ga bisa tidur lagi. Ada bagusnya kali, ya sistem online sibuk jadi saya masih ada waktu untuk berpikir. Gimana ini belom ada duitttt? Ga mungkin saya bisa trip lagi, saya udah ngadain 3 x trip di tahun ini: Singapore, KL dan terakhir ke Bangkok. Bisa bangkrut sayah!

Keesokan harinya saya sms teman saya, isinya saya akan booking sendiri ( padahal saya alasan saja, ga enak mau bilang cancel..hehehe). Mendengar jawaban saya, sahabat saya bukannya mengiyakan tapi malah bilang: udah gpp saya saja yang booking tiket, pakai cc alias credit card saya, katanya.

Waduhh baik hati banget sih…. jadi enak sayanya…:)) bayar cashnya gampang lah kapan saja bisa. Kamu harus liat Shanghai Beijing bagus banget, bagi penyuka sejarah kota itu seperti Eropanya Asia. Masak sihh? Hati saya gamang lagi. Iya ya…kapan lagi bisa ke China, bersama temen lagi yang bisa bahasa Mandarin.

IMG_8497 - Copy

Nah, akhirnya jadilah hari itu nama saya diinput sebagai passenger di Garuda tujuan Shanghai dan pulangnya lewat Beijing, sejam kemudian booking confirmation masuk di email saya.

Wuihh naik Garuda ya..catet Garuda! Full board airline, hehehe.

Rencana trip kali ini adalah waktu libur Lebaran awal Agustus, tgl 2 sd 11, rute sementara adalah Shanghai dan Beijing. Booking tiket pesawat pp sudah oke di bulan Februari, masih ada 5 bulan, so saya pikir masih punya banyak waktu untuk save money.

Akan tetapi waktu yang lama tidak menjamin saya bisa lebih mantap dalam trip ini. Setelah tagihan tiket pesawat saya bayar 690 usd, tiba2 sebulan sebelum berangkat saya kembali bimbang. Entah kenapa saya nekat bilang sama sahabat saya kalau saya mau cancel saja dan mau urus refund tiket Garuda ( dipotong 50 usd). Ihhh gimana sehh….plin plan banget, omel saya pada diri sendiri!

Sahabat saya kali ini juga mengiyakan, dia bantu telfon ke Call Centre Garuda dan saya diminta datang bawa paspor dan print out tiket. Inilah yang saya bilang keberuntungan: entah kenapa beberapa hari itu saya sibuk luar biasa sehingga paspor dan print out tiket belum jadi dibawa…bahkan akhirnya tidak akan pernah di refund.

Sebenarnya inti saya males berangkat adalah tak lain dan tak bukan soal toilet horor di China yang terkenal jorsenya. Dari beberapa buku yang sempat saya baca, kalo toilet China itu jorok minta ampun. Baca ceritanya saja saya udah mules apalagi kalo liat sendiri….hiyy!

Padahal saya kan maunya kalo traveling maunya enak nyaman bersih murah bagus dll…hihihi..ini dia “sumber penyakit” di otak yang berpotensi menjadikan saya orang yang closed minded.

Gara-gara  itu saya rela batal trip.

Tetapi namanya juga beruntung, masih aja sahabat saya bilang sayang banget kamu gak liat Shanghai Beijing karena ada tiga hal penting, yakni:

1.       Dapat tiket promo;

2.       Ada teman se grup (3 orang lagi dengan saya jadi 4);

3.       Ada guide , salah seorang teman bisa Mandarin.

Soal toilet, santai saja, memang di China kotoran dijadikan biogas, gitu katanya.

Hmmm..iya juga sih, pikir saya. Lalu saya diberi tenggat waktu untuk segera kasih keputusan yang fix tentang keberangkatan saya. Karena teman saya harus booking hostel, bullet train dll.

Oke…saya masih ngulur waktu. Saya bilang dalam hati kalo suami saya tidak kasih izin, ya sudah itulah final decision! Iya sodara2 saya tuh belom izin suami! Nekat kan? Makanya saya juga nyesal tidak izin dia dulu. Jadi saya putuskan kalau suami tercinta tidak izinkan, hari itu juga saya urus refund Garuda.

Photo credit: Penulis berpose di dalam kompleks The Forbidden City di Beijing (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: