Summer Days in Beijing: Summer Palace (2)

< ![endif]-->

INILAH hari yang saya nanti-nantikan. Sesuai itinerary, kami bertiga akan mengunjungi salah satu situs keajaiban dunia yang diresmikan Unesco tahun 1987: Tembok Besar China

Kami memesan one-day tour seharga 190 RMB  (renminbi yuan). Alasannya simple saja, ikut tur bisa jauh lebih murah daripada jalan sendiri. Tur ini membawa kami ke 4 lokasi wisata, yakni Summer Palace, Great Wall, Jade’s  Shop dan Dr. Tea Shop, termasuk dijamu makan siang mewah dengan menu satisfied banget ( mewah buat ukuran backpacker seperti saya).

Vero dengan Leo ok

Guidenya bernama Mr. Leo, orang asli Harbin jauh di utara Beijing yang fasih banget bahasa Inggrisnya. Orangnya cakep dan nyantai banget…(sesaat kalo liat wajahnya, saya malah terus jadi ingat sama mantan saya yang kedua…#haisshhhhhh…..memangnya ada berapa mantan?).

Bersama kami ada turis dari Belgia, pekerjaanya guru di SMP. Ia ngajar bahasa Perancis. Juga ada turis lokal, asli dari luar kota Beijing yang sepupuan sama ibu guru Belgia ini. Kedua perempuan ini sangat friendly, kami ngobrol ngalor ngidul seputar kerjaan di dunia pendidikan…cie…seneng juga tukar pengalaman dengan teman2 baru.

Summer Palace

Pertama kami menuju Summer Palace.

Leo bilang ini waktu yang tepat mengunjungi Summer Palace karena sedang summer tho, katanya. Memang tempat ini dikhususkan untuk menikmati summer time.

Summer Palace dengan perahu perahu

Leo lalu cerita sejarah Summer Palace ini yang intinya dibangun oleh Kaisar Qing Long abad 18 untuk menghormati ibunya. Kaisar Qing adalah kaisar yang suka traveling pada zamannya. Ia banyak melihat tempat-tempat yang  indah di dunia, tapi pada masa itu hanya kalangan tertentu saja yang bisa traveling.

jadi Kaisar Qing punya ide untuk membangun suatu tempat yang indah di negaranya. Tradisi kuat di China adalah family oriented, mereka akan lakukan apa saja untuk keluarga. Oleh karena itu Kaisar Qing bertekad membangun summer palace untuk ibunya dan saat selesai dibangun abad 18, orang pertama yang menginjakkan kaki di istana musim panas ini adalah ibundanya. Gitchu ceritanya…

Menarik ya?

Tiket masuk Summer Palace 30 yuan/orang dan saat saya masuk ke gerbangnya saya sudah terkagum-kagum dengan arsitektur bangunannya yang luar biasa indah. Mata langsung disambut pemandangan danau yang teduh dan pepohonan cemara yang rindang. Ooww ini tho istana musim panas para kaisar.

Di tengah danau ada pulau kecil dimana masyarakat china percaya itu adalah tempat naga tidur. Naga ini yang menjaga kaisar dan rakyatnya apabila terjadi banjir. Lalu ada jembatan khas China yang menghubungkan pulau dengan tepi danau.

Jembatan di Summer Palace

Di bawah jembatan banyak banget kapal berornamen khas china yang siap membawa turis keliling danau. Agak naik di puncak bukit ada bangunan indah tempat kaisar bekerja, biasanya kaisar dan keluarganya beristirahat selama 3 bulan di tempat ini selama musim panas.

No wonder. Tempatnya adem, sejuk, teduh, nyaman dan indah. Cocok banget untuk summer time, banyak juga penduduk lokal yang datang untuk santai dan kongkow.

Vero di Summer Palace - CopySaya juga tidak melewatkan diri untuk narsis, di balik pohon, di bawah jembatan, di tepi danau, di dekat kapal dan dimana2 deh …begitu ada spot cantik saya langsung berpose..hehehe…..biasanya setelah foto saya liat diri saya sendiri…..meski tidak cantik tapi kalo background fotonya indah ternyata saya jadi cantik juga ya? #piiissss!!! :)

Hmm…belum tuntas nulis trip hari ke 5 teman2 udah siap jalan , jadi saya bersiap2 juga liat kota Beijing yang sarat dengan sejarah ini.

Nanti saya lanjut lagi ya cerita trip di Great Wall….seruu abiss karena kaki benar2 gempor!

Photo credit: Penulis berppse di Summer Palace, Beijing (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: