Sulitkah Memaafkan?

Ayat Bacaan: Mat 6:14
================

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga


Tadi dalam perjalanan pulang, saya mendengar sebuah lagu yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, “Sorry Seems To Be The Hardest Word”. Saya lalu berpikir, benar juga.. betapa banyak orang yang sangat sulit mengucapkan kata maaf. Ada salah seorang kerabat dekat saya, yang pernah menganggap seseorang itu seperti anak kandungnya sendiri. Tapi pada suatu saat, ketika seseorang itu berbuat sesuatu yang menyakiti dirinya, dia tidak pernah mau memaafkannya lagi. Atau pada saat saya masih kuliah, ada dua teman yang berselisih, saya ingat persis kata salah seorang dari mereka, tepat didepan saya. “Sampai mati dia tidak akan pernah aku maafkan!” Wah… ngeri juga ya..

Teman teman, Tuhan tidak menginginkan kita sebagai pendendam. Kita dibentuk sesuai rupa Allah, yang Maha Mengampuni. Ada beberapa perumpamaan yang diberikan Yesus, misalnya anak domba yang hilang, atau seperti pada Mat 18:21-35 tentang perumpamaan seorang hamba yang berhutang pada raja. Ayat bacaan hari ini juga berbicara tentang itu, yakni dari doa yang diajarkan Yesus. Mungkin kita sering membaca ayat2 tersebut, tapi pada pelaksanaanya, sebuah pintu maaf sulit sekali dibuka ketika kita merasa disakiti atau dikhianati. Ada orang yang butuh berhari2, berbulan2, bahkan bertahun2 untuk dapat memaafkan seseorang. Adakah dampak buruk bagi kita jika kita tidak memaafkan? atau, adakah batas dalam memaafkan?

Ketika Petrus bertanya berapa kali dia harus mengampuni saudaranya yang bersalah, dan mengira 7 kali sudah cukup, Yesus menjawab sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, kita harus siap memaafkan tanpa batas. Di akhir perumpamaan sang hamba dan raja tadi, Yesus berkata “Maka BapaKu yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Artinya disini, Tuhan tidak akan mengampuni kita, jika kita tidak mengampuni orang lain. Dan kata maaf itu tidak hanya dibibir saja, tetapi harus tulus iklas, dari hati.

Bagaimana jika dosa2 kita sampai tidak diampuni Tuhan? sementara kita manusia yang setiap hari cenderung untuk berbuat dosa. Tuhan tidak pernah jenuh untuk mengampuni anak2Nya yang bertobat. Kita harus belajar untuk mampu berbuat seperti itu juga. Dendam dan sikap benci lama kelamaan dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi diri kita, dan hal itu tentu tidak kita inginkan. Apabila ada diantara anda yang masih belum mengampuni orang yang menyakiti anda, berdoalah. Buka pintu hati anda, berikan maaf secara tulus, dan minta bantuan Tuhan untuk bersama2 dalam proses maaf itu, supaya anda dikuatkan. Sebuah ketulusan, meskipun terkadang berat, bahkan mahal harganya, pasti dihargai berlipat kali oleh Tuhan. Ingatlah Tuhan menguji hati. Dia tidak akan meninggalkan kita sendirian dalam sebuah usaha tulus untuk mengampuni. Kekuatan dan suka cita, damai sejahtera akan terus melimpahi kehidupan anda.

Jika kita bisa tersandung dan mau memaafkan diri kita, jika Tuhan mau mengampuni setiap dosa kita, mengapa kita tidak bisa berbuat hal yang sama kepada sesama?

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply