Sulit Bahagia

Ayat bacaan: Roma 14:17
=======================
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

sulit bahagiaMemiliki uang berlimpah, kesejahteraan, jabatan dan sebagainya seringkali dipercaya banyak orang sebagai solusi untuk bisa hidup bahagia. Untuk mendapatkan ini semua tidak jarang pula orang akan siap mengorbankan segalanya termasuk tunduk kepada jebakan-jebakan dosa. Tapi pada kenyataannya semua itu tidak pernah bisa memberikan kebahagiaan dalam jangka waktu panjang. Sesaat mungkin, tapi setelah itu rasa tidak bahagia akan kembali hadir. Kecemasan, kekhawatiran, ketakutan akan tetap ada, walau dengan uang yang banyak kita bisa menyewa sekuriti atau melengkapi harta benda kita dengan perlindungan berlapis sekalipun. Semakin kita menghambakan diri pada harta benda dan kedudukan, semakin pula kita dipenuhi kecemasan dan ketidakpuasan. Dan ini akan terus merampas kebahagiaan dari hidup kita.

Alkitab sudah dengan tegas melarang kita untuk menghamba kepada uang atau mamon. “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24). Artinya kepada kita akan selalu dihadapkan dua pilihan, apakah kita akan memilih untuk mengabdi atau menghamba kepada Allah atau kepada harta, kedudukan atau kekuasaan.

Apa yang membuat kita sulit bahagia seringkali adalah fokus yang salah dalam menjalani hidup. Kita terlalu sering sibuk mengandalkan kekuatan diri sendiri, terlalu sibuk mengumpulkan harta dunia, mencari status dan kedudukan, kita mengira bahwa semua itu menjadi jawaban, padahal dengan demikian tanpa sadar kita sebenarnya tengah kehilangan pegangan dalam hal moral apalagi spiritual. Dan rasa sakit dan ketidakbahagiaan itu malah diperkuat dengan pandangan yang salah bahwa semua itu akan mampu dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Pada suatu ketika kita akan sadar bahwa adalah percuma untuk menunggu semua itu hadir di diri kita untuk menghilangkan ketidakbahagiaan, rasa sakit atau penderitaan-penderitaan hidup lainnya.

Blaise Pascal, filsuf, ahli matematika dan fisika ternama adalah orang yang penuh ilmu. Begitu banyak teori-teori terkenal yang masih menjadi pondasi ilmu pengetahuan hingga hari ini yang berasal darinya. Tapi justru dari dirinya keluar sebuah pernyataan yang cukup esensial mengenai kehidupan. Ia tahu percuma saja untuk bertumpu kepada kehebatan ilmu pengetahuan, karena dalam diri kita akan selalu ada sebuah rongga yang tidak akan pernah bisa diisi oleh siapapun, kecuali oleh Tuhan, melalui Kristus. “There is a God shaped vacuum in the heart of every man which cannot be filled by any created thing, but only by God, the Creator, made known through Jesus.” Itu kata Pascal. Cepat atau lambat, kita akan sampai kepada kesimpulan yang sama dan menyadari bahwa money and power can never buy the happiness.

Kemarin kita sudah melihat bahwa Yesus menegur orang-orang yang mencari diriNya dengan motivasi yang salah. “Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yohanes 6:26). Begitu banyak orang yang memiliki motivasi seperti ini dalam mencari Yesus, semata-mata karena ingin hidupnya bebas dari masalah, tanpa beban dan kenyang. Tuhan memang menyediakan itu semua, tetapi itu bukanlah segalanya. Ayat bacaan hari ini dengan tegas mengatakan hal itu. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17). Kebenaran, damai sejahtera dan sukacita disediakan oleh Tuhan melalui Roh Kudus yang bersemayam di dalam kita. Itulah yang akan memenuhi rongga kosong di dalam diri kita agar kita bisa mencapai kepenuhan kebahagiaan yang penuh sukacita. Dan itu hanya bisa disediakan oleh Tuhan, hanya bisa terjadi jika Kerajaan Allah hadir dalam hidup kita, bukan melalui harta benda, kekayaan atau jabatan duniawi yang tidak akan pernah bisa menjawab kebutuhan kita akan kebahagiaan.

Tidak ada hal lain yang bisa mengisi sebuah rongga kosong di dalam diri kita selain Allah. Materi berlimpah, ilmu pengetahuan, kesempatan karir, jabatan, kekuasaan, keluarga yang luar biasa, dan sebagainya, itu tidak akan pernah mampu mengisi kekosongan itu. Jika kita menempatkan relasi dengan Tuhan sebagai yang terutama, disanalah kita akan dikuatkan, penderitaan akan mampu kita tanggung karena selalu ada harapan tanpa henti di balik semua itu. Sukacita Kerajaan Allah akan memenuhi kita dan karenanya kita akan bisa menikmati rasa bahagia sepenuhnya tanpa terpengaruh keadaan di sekeliling kita atau kondisi apapun yang tengah kita alami saat ini. Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, sukacita dari Tuhan, itulah yang bisa menjadi pegangan kita untuk tetap kuat. Itulah sukacita sejati yang akan membawa kebahagiaan seutuhnya kepada kita dan bukan yang lain. “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8:11b). Apapun yang anda alami hari ini, tetaplah miliki fokus yang benar, yaitu fokus kepada Allah. Hanya dengan cara itu kita akan mampu mengalami kebahagiaan yang sesungguhnya, meski beban tengah seberat-beratnya menimpa diri kita hari ini.


“There is a God shaped vacuum in the heart of every man which cannot be filled by any created thing, but only by God, the Creator, made known through Jesus.” – Blaise Pascal

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: