Sukacita Membantu Orang Lain

sukacita joy by give me hope“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” (Fil 2, 2-3) SUKACITA  berkaitan dengan rasa gembira dan girang. Sukacita tidak hanya […]

sukacita joy by give me hope

“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” (Fil 2, 2-3)

SUKACITA  berkaitan dengan rasa gembira dan girang. Sukacita tidak hanya terbatas pada emosi atau rasa perasaan saja, tetapi juga ada pengalaman rahmat atau terberkati oleh Tuhan. Sukacita bisa dialami oleh setiap orang.

Bunda Maria merupakan salah satu pribadi yang mengalami sukacita besar, karena dirinya dipilih Tuhan menjadi Bunda Allah Putera. Selain itu, Maria juga menjadi seorang wanita yang terberkati oleh Allah. Bunda Maria mengalami sukacita saat menerima panggilan hidup sebagai seorang ibu. Setiap orang juga mempunyai panggilan hidup masing-masing.

Banyak orang juga bersukacita atas panggilan hidupnya, entah sebagai ibu, bapak, religius atau imam. Mereka sadar bahwa panggilan hidupnya tidak hanya semata-mata pilihan dirinya sendiri, tetapi juga merupakan rencana dan kehendak Allah.

Mereka menghayati panggilan hidup dengan gembira dan sukacita. Banyak orang mengungkapkan pengalaman sukacita dengan syukuran, pesta atau makan bersama dengan anggota keluarga, teman dan sahabat. St. Paulus mengajarkan bahwa pengalaman sukacita akan menjadi sempurna bukan karena ada pesta atau makan bersama, tetapi karena alasan lain.

Salah satunya adalah bahwa sukacita akan menjadi sempurna kalau orang tidak mencari kepentingan diri sendiri atau mencari pujian yang sia-sia. Bunda Maria mengungkapkan sikap ini dengan kata-kata, “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

Sikap ini sesungguhnya tidak ‘ekslusif’ milik Bunda Maria. Sikap ini juga diharapkan berkembang dalam diri para murid yang lain. Banyak orang bisa hidup seperti ini, yakni tidak mencari kepentingan diri sendiri atau pujian sia-sia.

Saya kok ingat hidup Ibu Susi, yang dari Pangandaran itu. Perhatian terhadap orang gila, para kurban bencana dan para nelayan tua nampak jelas. Dengan gembira Ibu Susi melakukan banyak hal untuk mereka, seperti: memandikan orang gila, mengirim bantuan bagi para kurban, memberikan gajinya untuk asuransi nelayan tua. Hidupnya bagi orang lain.

Sukacita menjadi sempurna ketika orang tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau mencari pujian yang sia-sia.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply