Sukacita Melihat Paus Fransiskus

Paus Fransiskus di Manila melintas dengan jeepneyJUMAT 16 Januari, kunjungan hari pertama di Filipina yang tepatnya di kota Metro Manila sungguh menggetarkan. Umat berbondong-bondong ingin melihat dan mendapat berkat dari Bapa Suci. Marlo (39 th) mengatakan, sejak pukul 06.00 pagi ia telah meninggalkan rumah dan turut menantikan kedatangan paus di Katedral Manila yang jadualnya baru pukul 11.30. “Saya tidak ingin kena macet,” selorohnya. Memang benar, antusias umat tidak bisa ditutupi. Orang-orang berbondong-bondong dari stasiun kereta terdekat seperti Central dan Quirino menuju jalan yang menghubungkan antara Istana Negara Malacanang dengan Katedral Manila. Terlihat seorang nenek usia 67 tahun berjalan tertatih-tatih seorang diri sambil tangannya memainkan doa rosario. Walau panas matahari pukul 10.00 pagi begitu menyengat, namun tak memadamkan semangatnya untuk bergabung dengan ratusan ribu orang memadati pinggir jalan. Kereta-kereta dipadati orang-orang berkaos dengan gambar wajah Paus Fransiskus bertuliskan, “Mercy and Compassion.” Di jalan-jalan yang semula selalu berisik dan penuh dengan jepney, hari ini disulap jadi pasar souvenir Paus Fransiskus. Anak-anak jalanan dengan senang bermain dan bergaya seolah-olah polisi turut menjaga keamanan. Di tengah-tengah rombongan itu ada beberapa orang dari Indonesia yang sengaja ingin bergabung. Aldi mengatakan, “Sudah dua hari kami ada di sekitar tempat ini. Kami senang bisa bergabung dengan orang-orang Filipina menyambut kedatangan Paus.” Wajah- wajah gembira menghiasi mereka. Keluarga gelandangan Tak jauh dari jalan yang akan dilewati itu, gelandangan-gelandangan tetap mengumpulkan barang-barang recycle. Mereka memasak di bawah tendanya. Keluarga-keluarga miskin tersebut seperti tidak peduli apakah Paus datang atau tidak. Perlu diketahui, kota Manila termasuk kota yang memberi tempat untuk para gelandangan tinggal di taman-taman, bawah jembatan dan area publik lainnya. Terlihat seorang gelandangan asyik menggelar tikarnya dan kemudian membaringkan badan untuk tidur dekat banner Paus Fransiskus. Pemerintah sempat membantah bahwa mereka melarang anak-anak jalanan bersliweran di jalanan. Ada sumber yang mengatakan, pemerintah kota sengaja menciduk anak-anak jalanan agar tidak dilihat oleh Paus. Sebentar dan berarti Mendekati pukul 11.00, orang-orang mulai berseru-seru tidak sabar lagi menunggu Paus melintas. Beberapa ibu nekat berdiri di tiang rambu-rambu lalu lintas agar bisa dengan jelas menyaksikan paus. Berbeda dengan 5 atau 10 tahun yang lalu, bendera, tulisan besar, atau banner akan dikibarkan dan dibentangkan untuk menyambut tamu agung. Kali ini orang-orang siap dengan smartphone mengarah ke jalan. Tangan-tangan mereka siap dengan kamera dan handphone untuk mengabadikan paus dan segera diuplod ke media sosial. Namun malangnya, jaringan telepon dan internet di daerah Intramuros (komplek tempat Katedral Manila berada) pada hari itu memang sengaja dinonaktifkan demi alasan keamanan. Ketika Paus dan rombongan melintas dengan kendaraan Isuzu putih, sontak orang-orang menyerukan dan memanggil-manggil Paus. Bapa Suci lalu melambaikan tangan dan tersenyum. Hanya beberapa menit peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang hanya sebentar tetapi sangat berarti. Mobil yang membawa Paus terus melaju menuju katedral untuk acara misa dengan para imam dan religius. Suasana segera berubah. Orang-orang berhamburan di jalan dan memamerkan foto jepretan mereka. Sebagian melanjutkan long march ke katedral. Seorang wanita muda menenteng patung Santo Nino, Yesus kecil yang menjadi pelindung Filipina. “Saya berharap tadi Paus bisa memberkatinya. Ternyata Paus tidak lewat di tempat saya berdiri.” Kegembiraan karena kedatangan Paus akan terus berlanjut. Banyak dari antara pengunjung segera menuju Mall of Asia, dimana Paus akan ke sana pada pukul 15.30 sore untuk bertemu dengan beberapa keluarga miskin. Semoga sukacita ini mendorong banyak umat semakin beriman.

Paus Fransiskus di Manila melintas dengan jeepney

JUMAT 16 Januari, kunjungan hari pertama di Filipina yang tepatnya di kota Metro Manila sungguh menggetarkan. Umat berbondong-bondong ingin melihat dan mendapat berkat dari Bapa Suci.

Marlo (39 th) mengatakan, sejak pukul 06.00 pagi ia telah meninggalkan rumah dan turut menantikan kedatangan paus di Katedral Manila yang jadualnya baru pukul 11.30. “Saya tidak ingin kena macet,” selorohnya.

Memang benar, antusias umat tidak bisa ditutupi. Orang-orang berbondong-bondong dari stasiun kereta terdekat seperti Central dan Quirino menuju jalan yang menghubungkan antara Istana Negara Malacanang dengan Katedral Manila.

Terlihat seorang nenek usia 67 tahun berjalan tertatih-tatih seorang diri sambil tangannya memainkan doa rosario. Walau panas matahari pukul 10.00 pagi begitu menyengat, namun tak memadamkan semangatnya untuk bergabung dengan ratusan ribu orang memadati pinggir jalan.

Kereta-kereta dipadati orang-orang berkaos dengan gambar wajah Paus Fransiskus bertuliskan, “Mercy and Compassion.” Di jalan-jalan yang semula selalu berisik dan penuh dengan jepney, hari ini disulap jadi pasar souvenir Paus Fransiskus. Anak-anak jalanan dengan senang bermain dan bergaya seolah-olah polisi turut menjaga keamanan.

Paus Fransiskus di Filipina kerumunan orang
Kerumunan menunggu Paus Fransiskus lewat di jalanan utama.

Di tengah-tengah rombongan itu ada beberapa orang dari Indonesia yang sengaja ingin bergabung. Aldi mengatakan, “Sudah dua hari kami ada di sekitar tempat ini. Kami senang bisa bergabung dengan orang-orang Filipina menyambut kedatangan Paus.”

Wajah- wajah gembira menghiasi mereka.

Paus Fransiskus di Filipina massa menunggu pausnya
Menunggu dengan sabar Paus lewat. Untuk mendapatkan foto terbaik, kerumunan ini sampai naik ketinggian.

Keluarga gelandangan
Tak jauh dari jalan yang akan dilewati itu, gelandangan-gelandangan tetap mengumpulkan barang-barang recycle. Mereka memasak di bawah tendanya. Keluarga-keluarga miskin tersebut seperti tidak peduli apakah Paus datang atau tidak.

Perlu diketahui, kota Manila termasuk kota yang memberi tempat untuk para gelandangan tinggal di taman-taman, bawah jembatan dan area publik lainnya. Terlihat seorang gelandangan asyik menggelar tikarnya dan kemudian membaringkan badan untuk tidur dekat banner Paus Fransiskus.

Pemerintah sempat membantah bahwa mereka melarang anak-anak jalanan bersliweran di jalanan. Ada sumber yang mengatakan, pemerintah kota sengaja menciduk anak-anak jalanan agar tidak dilihat oleh Paus.

Sebentar dan berarti
Mendekati pukul 11.00, orang-orang mulai berseru-seru tidak sabar lagi menunggu Paus melintas. Beberapa ibu nekat berdiri di tiang rambu-rambu lalu lintas agar bisa dengan jelas menyaksikan paus.

Paus Fransiskus di Filipina jalanan ditutup
Jalanan sampai ditutup atas alasan keamanan dan memudahkan rombongan Paus bisa melintas tanpa hambatan.

Berbeda dengan 5 atau 10 tahun yang lalu, bendera, tulisan besar, atau banner akan dikibarkan dan dibentangkan untuk menyambut tamu agung. Kali ini orang-orang siap dengan smartphone mengarah ke jalan. Tangan-tangan mereka siap dengan kamera dan handphone untuk mengabadikan paus dan segera diuplod ke media sosial.

Namun malangnya, jaringan telepon dan internet di daerah Intramuros (komplek tempat Katedral Manila berada) pada hari itu memang sengaja dinonaktifkan demi alasan keamanan.

paus fransiskus di filipina jualan suvenir
Memanfaatkan peluang kedatangan Paus Fransiskus untuk berjualan suvenir dan aneka barang cindera mata.

Ketika Paus dan rombongan melintas dengan kendaraan Isuzu putih, sontak orang-orang menyerukan dan memanggil-manggil Paus. Bapa Suci lalu melambaikan tangan dan tersenyum. Hanya beberapa menit peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang hanya sebentar tetapi sangat berarti.

Mobil yang membawa Paus terus melaju menuju katedral untuk acara misa dengan para imam dan religius. Suasana segera berubah. Orang-orang berhamburan di jalan dan memamerkan foto jepretan mereka. Sebagian melanjutkan long march ke katedral.

Paus Fransiskus di Manila melintas dengan jeepney
Paus Fransiskus akhirnya datang melintas di jalanan penuh keramaian di jantung Metro Manila dalam perjalanan menuju Katedral Manila.

Seorang wanita muda menenteng patung Santo Nino, Yesus kecil yang menjadi pelindung Filipina. “Saya berharap tadi Paus bisa memberkatinya. Ternyata Paus tidak lewat di tempat saya berdiri.”

Kegembiraan karena kedatangan Paus akan terus berlanjut. Banyak dari antara pengunjung segera menuju Mall of Asia, dimana Paus akan ke sana pada pukul 15.30 sore untuk bertemu dengan beberapa keluarga miskin.

Semoga sukacita ini mendorong banyak umat semakin beriman.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply