Suka Cita dan Kerinduan Bersama Suku Iwaro di Sorong, Papua (3)

Maka tak heran walaupun tidak bisa baca tulis, namun anak-anak bisa lulus 100%. Bahkan ada anak yang masuk di awal tahun ajaran dan ikut ujian nasional bisa lulus juga. Saya mengkritik gurunya. Namun setelah mengetahui kasusnya, saya kasihan pada para guru karena kalau mereka tidak meuluskan siswa, orang tua dan keluarganya akan mendatangi guru dengan membawa parang dan tombak menuntut anaknya diluluskan. Mereka akan merusak gedung sekolah kalau tidak menemukan guru.

Namun guru juga tidak bisa luput dari kesalahan. Banyak yang baru datang ke lokasi kerja (sekolah) menjelang ujian saja. Mereka datang dan membuat soal ujian, setelah ujian mereka libur dan kembali ke kota. Suatu keadaan pendidikan yang memprihatinkan.

Saya mulai mengajar dengan mengeja. Ketika seorang anak saya ajak mengeja, b..a..b..i, dibaca? Bebek…Saya merasa kecut namun juga tertawa dalam hati sebagai hiburan tersendiri. Saya mencoba lagi dengan mengajak berhitung sambil jalan-jalan.

Mereka butuh uang Rp 100.000 untuk membayar uang gedung. Lalu saya tanya harga kelapa persis di bawah pohon kelapa. Mereka menjawab Rp 4000 (kecil) dan Rp 6000 (buah besar), tergantung besar kecil. Maka mereka saya perintahkan untuk memetik kelapa dan menggolongkan yang besar dan kecil dengan harga masing-masing.

Berapa buah kelapa besar dan kecil harus dikumpulkan untuk memenuhi Rp 100.000? Asyik memang…kadang saya minta mereka menangkap kepiting (obee dalam bahasa mereka). Berapa kepiting dibutuhkan untuk memenuhi Rp 100.000?

Sungguh suasana yang membuat kangen….apalagi memasuki Natal 2012 ini ….dimana saya tidak akan merayakan bersama mereka…..Saya hanya bisa mendoakan mereka dari jauh…anak-anak Iwaro di sepanjang sungai Metemani…Saya kangen dipanggil Ewo Mapyo (Si Perut Besar) dan kangen memanggil balik ibu-ibu Ebubo Mapyo (si Pantat Besar)…Iwaree!!! GBU all

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.