Suara Hati tak Pernah Salah

PERNAH mengalami kebuntuan saat harus menentukan keputusan yang terbaik di antara semua pilihan yang baik di depan mata? Nah, saya lalu teringat pengalaman menarik saat melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur bersama suara hati.

Pagi menjelang siang,  pesawat kami mendarat dengan mulus di Bandara Sepang Kuala Lumpur. Kami pun segera berkemas dan berjalan menuju counter imigrasi di LCCT (Low Carrier Cost Terminal). Sesaat sesudah menjalani pemeriksaan imigrasi, HP suami saya berdering.

HP ketinggalan di pesawat

Suara wanita di seberang sana mengatakan “Pak, HP Ibu tertinggal di pesawat”. Suami saya spontan memandang saya namun entah mengapa pada saat itu saya yakin sekali HP saya ada di tas. Jadi saya memberi kode kepada suami saya untuk mengabaikan telepon dari wanita tersebut.

Kami lalu berjalan cepat keluar bandara, akan tetapi tiba-tiba saya berpikir apa salahnya memeriksa isi tas sebelum keluar terminal. Ransel saya turunkan dan tangan saya mencari-cari HP. Ternyata benar….HP saya tidak ada!

Suami saya segera menelpon balik wanita itu yang kemudian kami tahu itu adalah Agnes, pramugari pesawat kami. Namun sayang nomor yang kami tuju tidak dapat dihubungi dan kami lihat pula pesawat yang kami tumpangi tadi sudah tinggal landas. Lemas sudah saya!

Meski bukan HP mahal, tetapi gadget itu menyimpan banyak foto kenangan, data dan nomor-nomor penting.

Dengan jantung berdegup kami lalu berlari ke dalam area bandara dan menghubungi bagian keamanan bandara. Kami utarakan bahwa HP saya tertinggal di pesawat. Petugas langsung menyarankan kami mendatangi counter maskapai penerbangan kami di bagian Lost and Found.

Setelah kami berbicara dengan salah satu staff di sana, kami diminta untuk menunggu. Waduh, betapa cerobohnya saya…..tak habis saya menyesali diri yang kurang hati-hati.

Kira-kira lebih 30 menit kemudian datang seorang wanita petugas bagian darat, ia membawa HP hitam milik saya lalu dengan tersenyum ia berikan kepada saya. Kami tak hentinya berterimakasih kepada wanita tersebut dan untungnya selama proses tadi kami selalu menggunakan Bahasa Indonesia sehingga orang-orang yang kami ajak bicara seketika langsung menunjukkan niat untuk menolong.

Ini bocoran dari teman. Kalau pas ke Malaysia, sebaiknya jangan berbicara dengan bahasa Inggris tetapi lebih baik dengan bahasa Indonesia saja. Itu karena masyarakat di sana lebih menghargai kita karena kita bangsa serumpun.

right-way-wrong-way1 suara hati nurani

Setelah kembali ke Indonesia, suami saya kembali menerima sms dari pramugari Agnes. Ia berharap HP saya sudah dapat ditemukan, karena ia sudah menitipkannya kepada petugas darat di Kuala Lumpur. Dengan sukacita kami kabarkan bahwa HP yang tertinggal di pesawat sudah kembali dengan utuh dan selamat ke tangan kami.

Kalau saya ingat peristiwa itu, hati saya sungguh tergetar. Mungkin mengembalikan barang penumpang yang tertinggal adalah tugas dan kewajiban para awak pesawat. Namun saya melihat kesungguhan pramugari Agnes yang tidak sekedar melaksanakan kewajiban, tetapi ia lakukan tugasnya dengan hati. Setelah di darat ia masih melakukan kontak dan memastikan kami menerima HP kami kembali. Saya percaya tuntunan suara hati nurani pramugari Agnes telah membantunya memberi pelayanan terbaik kepada para penumpang.

Tidak pernah salah

Suara hati memang tidak pernah salah. Suara hati adalah suara yang paling halus di lubuk sanubari kita dan nyaris tak terdengar karena riuhnya ambisi dan ego kita.

Suara hati menuntun kita melakukan kebajikan, bahkan kerap berdengung keras melarang kita berpikir dan berbuat jahat. Akan tetapi karena hingar bingar suasana hati yang tidak teratur, sering kita tak mampu mengenali suara hati kita dimana kita tahu Tuhanlah yang bersuara. Bahkan sering justru kita melakukan perbuatan yang berlawanan dengan suara hati entah karena malu, ragu-ragu, cari aman, dan sejuta alasan klasik di benak kita. Kita kurang menyadari kalau suara hati dapat terdengar amat jelas apabila kita biarkan hati kita sunyi. Sebab hanya dalam kesunyianlah Tuhan dapat berbicara dan menuntun hidup kita.

Tak terbilang banyaknya tokoh dunia yang berani menjalani kehidupannya sesuai suara hati. Steve Jobs (1955-2011) pendiri perusahaan Apple yang terkenal, mengatakan bahwa jangan ikuti suara apa pun di dunia ini selain hati nurani. Ia mampu bangkit dari keterpurukan hidupnya, yakni dipecat dari perusahaan yang didirikannya, karena ia yakin suara hatinya lebih besar dari kegagalannya. Dari situlah ia berhasil meraih sukses sebagai orang yang paling menginspirasi di abad 21 ini.

Mother Teresa (1910-1997), biarawati yang berkarya di Kalkuta, India, berani mengambil keputusan besar berdasarkan suara hati nuraninya. Ia keluar dari kenyamanan hidupnya di biara lalu terjun merawat orang sakit, miskin dan terbuang di pinggiran jalan Kalkuta yang berdebu.

Saya baca juga kisah heroik seorang jurnalis Italia, Odoardo Focherini  (1907-1944) yang mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan ratusan orang Yahudi dari kekejaman Nazi. Ia berani membantu warga Yahudi yang terancam untuk menyusup ke Swiss karena ia tidak tahan akan jeritan hati nuraninya, meski untuk itu akhirnya ia harus ditangkap dan mati secara mengenaskan di kamp konsentrasi Nazi.

Masih segar ingatan kita akan sosok Munir (1965-2004), seorang aktivis yang tewas di atas langit Rumania dalam perjalanannya menuju Amsterdam. Munir salah satu orang yang berani memperjuangkan bisikan hati nurani dan tidak gentar menyuarakan pembelaan terhadap hak azasi manusia. Kematiannya diinginkan oleh musuh-musuhnya yang berlaku tidak adil, korup dan sewenang-wenang.

Para pahlawan kita, orang-orang yang jasanya hari ini kita peringati sejatinya adalah orang-orang biasa yang sama seperti kita. Mereka juga menghadapi banyak pilihan sulit dalam hidupnya namun mereka adalah orang-orang yang berani mengambil keputusan terbaik sesuai hati nurani kendati untuk itu mereka harus mengalami penderitaan bahkan kehilangan nyawa. Salut saya untuk mereka yang berani bertindak berdasarkan suara hatinya.

Selamat Hari Pahlawan 10 November

Photo credit: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: