Stay Calm, Keep Positive (2)

(sambungan)Mari kita ambil sebuah contoh. Paulus bukanlah orang yang tidak punya masalah. Saat ia bertobat, bukannya hidupnya menjadi lebih tenang dan aman, tapi justru beban dan penderitaan berat yang datang. Ia didera, dihina, disiksa, diusir, bahkan…

(sambungan)

Mari kita ambil sebuah contoh. Paulus bukanlah orang yang tidak punya masalah. Saat ia bertobat, bukannya hidupnya menjadi lebih tenang dan aman, tapi justru beban dan penderitaan berat yang datang. Ia didera, dihina, disiksa, diusir, bahkan harus menghadapi hukuman mati. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita tertekan. Tapi Paulus ternyata menyadari pentingnya untuk berpikir positif, tentu saja dengan menyadari bahwa ada Tuhan yang berjalan bersamanya dan memberinya kekuatan. Karenanya ia bisa dengan tenang berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

Selanjutnya perhatikan apa yang ditulis dalam Nahum. “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7). Tidak ada satupun yang tidak sanggup Tuhan lakukan, tidak ada satupun yang mustahil bagiNya. (Lukas 1:37). Jika burung pipit saja ada dalam kehendak Bapa, apalagi kita yang begitu dikasihi dan istimewa bagiNya. Yesus dengan tegas berkata “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Matius 10:31). Ada begitu banyak lagi janji perlindungan Tuhan yang ditulis dalam Alkitab. Dia siap melepaskan kita dari kesesakan dan memberikan kita kelegaan, memulihkan kelelahan jiwa kita dan kembali menyegarkannya dengan damai sukacita berlimpah. Seandainya kita memilih untuk tidak tenggelam pada masalah dan penderitaan tapi memutuskan untuk tetap tenang dan memandang kepada Tuhan dalam keadaan apapun, disanalah kita mendapat kekuatan untuk mengatasi permasalahan apapun yang datang menimpa.

Jiwa kita mungkin mudah tertekan dan panik, tapi kita bisa memerintahkan jiwa kita untuk kembali tenang. Pemazmur melakukan hal itu. Katanya: “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” (Mazmur 116:7). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan demikian: “Return to your rest, O my soul, for the Lord has dealt bountifully with you.” Kembalilah beristirahat dengan tenang, hai jiwaku, karena Tuhan TELAH (bukan akan, bukan mudah-mudahan, bukan pernah) begitu murah hati kepadamu. Itulah yang harus terus kita lakukan. Kita harus rajin mengingatkan jiwa kita untuk tidak terjebak pada ketakutan atau kecemasan, segala bentuk kekuatiran yang bisa mendatangkan stres bahkan penyakit. Kita harus mengingatkan jiwa kita untuk tetap tenang dan menyadari bahwa Tuhan sesungguhnya selalu bersama kita dan tidak pernah meninggalkan kita.

Masalah memang bisa hadir kapan saja, bahkan pada saat yang tidak disangka-sangka. Itu realita hidup yang mau tidak mau harus kita hadapi. Lantas bagaimana kita bisa mengatasi semua kegelisahan, kecemasan, kekuatiran, atau ketakutan yang meresahkan jiwa kita? Bagaimana caranya agar kita bisa memerintahkan jiwa kita untuk tetap tenang berjalan ditengah badai? Iman yang kuat yang bertumpu dan berakar pada Kristus dalam diri kita adalah solusinya. Firman Tuhan berkata: “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” (Efesus 3:16-17). Diam dan berakar dalam bahasa Inggrisnya dikatakan dan dirinci seperti ini: dwell (settle down, abide, make His permanent home) dan rooted deep.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply