Stay Calm, Keep Positive (1)

Ayat bacaan: Pengkotbah 4:6
====================
“Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.”

“Stay calm, keep positive.” Itu bunyi status salah seorang teman di BBM nya. Pesan ini sangat singkat, hanya terdiri dari 4 kata saja, tetapi isinya sungguh mengingatkan kita akan pentingnya tetap tenang dan tetap positif. Kedua hal ini menjadi jauh lebih sulit ketika kita dihadapkan kepada kehidupan yang keras dan sulit, penuh liku dan benturan. Dalam keadaan tertimpa masalah, menghadapi kendala yang bagaikan tembok tinggi kokoh, sulit sekali bagi kita untuk tidak panik. Kita tahu bahwa panik itu tidak baik, tapi seberapa jauh kita mampu mengontrol diri kita agar tetap tenang? Kita tahu bahwa panik, cemas, kuatir dan sejenisnya tidak membawa manfaat selain menambah masalah, tetapi apakah kita bisa tetap menghindar saat diserang dari berbagai sisi?

Hidup yang kita jalani berada pada jaman yang sulit. Akan ada saja saat-saat dimana kita berhadapan dengan problema kehidupan yang seperti memaksa kita untuk tidak lagi tenang dan positif. Orang yang panik cenderung tergesa-gesa mengambil keputusan dan seringkali langkah yang diambil terburu-buru menghasilkan sesuatu yang sia-sia.

Bagaimana kita menyikapi sebuah situasi sulit akan sangatlah menentukan seperti apa hasilnya kelak. Kepanikan yang kita respon dengan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pikiran tidak lagi jernih. Akibatnya bukan berkurang, tetapi masalah malah akan bertambah. Sebaliknya ketenangan yang jarang menjadi pilihan itu akan sangat membantu kita dalam bisa menyelesaikan masalah. Kita bisa berpikir dengan baik sambil terus berusaha mendengar apa kata Tuhan. Kekuatiran, stres, rasa takut akan sesuatu, cemas, kalut atau panik akibat dera masalah siap merampas sukacita dari hidup kita dan membuat kita hidup tanpa kedamaian dan ketenangan. Belum lagi kalau kita membiasakan diri bersikap paranoid. Orang seperti ini bisa panik dan/atau cemas atas hal-hal yang sepele atau bahkan belum/tidak terjadi. Kalau itu yang terjadi kita sendiri juga yang rugi.

Ayat bacaan hari ini diambil dari kitab Pengkotbah yang menyatakan betapa pentingnya ketenangan jiwa dan pikiran dalam hidup ini. Katanya itu jauh lebih penting daripada berusaha mati-matian untuk memenuhi segala kebutuhan hidup kalau dilakukan dengan jiwa yang tidak tenang. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkotbah 4:6).

Siapapun orangnya, setiap saat bisa terbentur masalah. Tidak ada satupun orang yang tidak pernah berhadapan dengan masalah. That’s how life is. It can even be really hard at times. Karenanya kapanpun kita harus siap-siap panik dan stres. Tapi ingat, apakah kita memanjakan stres atau menolaknya merupakan pilihan kita sendiri. Itu tidak tergantung dari situasi yang kita hadapi melainkan tergantung atas keputusan dan reaksi kita dalam menyikapinya.

Lebih lanjut Amsal berkata “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7).  Dalam versi King James dikatakan: “For as he thinketh in his heart, so is he.” Apa yang kita pikirkan, itulah yang terjadi. Kalau kita berpikir positif dengan tenang, maka hasil nya pun akan baik. Sebaliknya jika kita terus ketakutan dan berpikir negatif, maka seperti itu pula hasil akhirnya. Bukankah itu yang sering terjadi? Jika kita memilih untuk mau ditekan oleh masalah, maka masalah akan menelan kita dengan segera. Tapi jika kita memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, Dia akan selalu sanggup mengulurkan tanganNya untuk mengangkat kita keluar dari masalah. Tuhan sanggup memberi kita kekuatan, memulihkan kita, menyegarkan dan memberikan ketenangan pada jiwa kita. Ketenangan akan membuat kita tidak kehilangan kontak dengan Tuhan. Pikiran kita tetap jernih, kita bisa berpikir dengan baik dan mendengar suaraNya. Itu jelas jauh lebih baik dan mendatangkan manfaat ketimbang panik menghadapi masalah lalu berusaha mengatasinya tanpa pikir panjang.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: