SSpS Timor Adakan Lomba Baca dan Kuis Kitab Suci

Peserta lomba baca dan kuis kitab suci tingkat SMA- SMK se Asrama Susteran SSpS Timor, Minggu (31)

Atambua – TERLIHAT dua orang lelaki bertubuh tambun menarik dan membunyikan lonceng gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua pertanda misa segera dimulai. Minggu (28/9), pukul 16.30 wita- sinar mentari di sore itu pun masih terasa panas. Niat dan semangat untuk berdoa bersama lewat perayaan ekaristi disaat itu pun masih tetap membara. Satu per satu umat memericiki dahi dengan air suci yang terletak di depan pintu masuk gereja sambil berlutut. Lalu menuju tempat duduk.

 

Peserta lomba baca dan kuis kitab suci tingkat SMA- SMK se Asrama Susteran SSpS Timor, Minggu (34)Jarak antara biara SSpS Timor dengan gereja Katedral sekitar seribu meter. Dan perlahan pula satu per satu anak usia SMA/ SMK yang akan mengikuti lomba baca dan kuis kitab suci, dengan langkah mantap dan penuh percaya diri memasuki serta membubuhkan tanda tangan yang disediakan panitia di halaman depan asrama susteran tersebut. sehabis membubuhkan tanda tangan, terlihat 7 orang suster SSpS dan 1 aspiran yang akan bertindak sebagai dewan dan juri memasuki kompleks asrama. Semua peserta lomba yang sedang duduk, diminta berdiri dan memberikan salam serta dibuka dengan berdoa bersama.

 

Peserta lomba baca dan kuis kitab suci tingkat SMA- SMK se Asrama Susteran SSpS Timor, Minggu (33)Di hadapan peserta, dewan dan juri, ketua asrama susteran SSpS sekaligus ketua panitia lomba baca dan kuis kitab suci tingkat asrama se- Susteran SSpS Timor yang berlangsung selama 3 hari sejak Minggu hingga Selasa (28-30/9) dengan mengusung tema “Mencintai Kitab Suci Sebagai ‘Rumah’ Sendiri” Suster Anas SSpS berkata, “dalam perlombaan baca dan kuis kitab suci ini, kita tidak sedang mencari sang juara. Melainkan kita mencari sang juara yang benar-benar menghayati dan mengamalkan sabda Tuhan lewat kitab suci untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya dengan lomba baca dan kuis kitab suci ini, akan mengajak kaum muda yakni adik-adik SMA/ SMK agar lebih mencintai kitab suci. Karena kitab suci merupakan “rumah” nya orang Katolik. Maka itu, jangan sia-siakan kesempatan lomba baca dan kuis kitab suci ini,” ajak Suster Anas SSpS seraya membuka dengan resmi lomba baca dan kuis kitab suci itu dengan tepukan tangan meriah dari semua peserta, dewan dan juri termasuk penonton.

 

Peserta lomba baca dan kuis kitab suci tingkat SMA- SMK se Asrama Susteran SSpS Timor, Minggu (32)Sehabis memberikan sambutan dan membuka secara resmi, masing-masing peserta maju ke depan dan menarik nomor urut yang disediakan panitia. Dan terbagi dalam 4 regu yakni regu A, B, C dan D. Para peserta lomba mulai menaiki podium dan mendengar setiap pertanyaan yang dibacakan dewan dan juri. Terlihat semua sangat serius dalam menyimak dan mendengar pertanyaan yang dibacakan. Perlombaan tersebut dibagi dalam 2 babak yakni babak ke 1 tanya jawab dan babak ke 2 merupakan babak rebutan.

 

Peserta lomba baca dan kuis kitab suci tingkat SMA- SMK se Asrama Susteran SSpS Timor, Minggu (29)Lomba baca dan kuis kitab suci dipandu oleh 7 orang suster dan 1 aspiran yang terbagi dalam 4 kelompok yakni dewan dan juri oleh Suster Yohana SSpS, Suster Aurea SSpS dan Suster Linda, penjaga lonceng dilakoni oleh Suster Lidwina SSpS, pembaca soal oleh Suster Marietha dan Suster Veronika serta pencacat nilai oleh Suster Delia SSpS dan aspiran Delvini Bani.

 

Evi, salah satu peserta mengatakan, “sekiranya dengan lomba baca dan kuis kitab suci ini, tentunya iman anak-anak SMA/ SMK baik yang sedang mengikuti lomba dan kuis ini maupun yang tidak, akan bertumbuh dan berkembang secara lebih baik lagi. Walau pun hidup di daerah mayotitas Katolik tentunya iman Katolik itu harus lebih subur dan di dalamnya terdapat cinta kasih serta pengampunan. Jika tidak, sia-sia disebut Katolik. Karena Katolik itu identik dengan pemberi maaf atau mengasihi musuh dan tidak pendendam,” ucapnya polos.

 

Untuk diketahui, untuk menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebelumnya para peserta telah melakukan kegiatan lainnya berupa kunjungan ke para napi di Lapas Klas IIB Atambua, tahahan di Mapolres Belu, orang sakit di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, lansia, panti asuhan, PSK di Sesekoe dan membersihkan biara SSpS dan sekitarnya. (Felixianus Ali)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply