Spiritually Fitness

Ayat Bacaan: 1 Tim 4:8
=================

Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.


Apakah anda termasuk orang yang rajin berolah raga? katakan misalnya fitnes, atau setidaknya lari pagi? Jika ya, apa tujuan anda? tentunya supaya lebih sehat, lebih segar dan lebih kuat kondisi fisiknya. Artinya, tubuh yang berasal dari Tuhan ini, tetap harus dipelihara, dirawat dengan baik, agar kita bisa hidup dalam keadaan sehat. Apakah ada dampaknya? tentu ada. Coba perhatikan disekeliling anda, mungkin contoh nyata akan dengan mudah kita saksikan dalam kehidupan sehari2. Satu contoh kecil saja, perhatikan kondisi fisik seseorang yang rajin berolahraga dan tidak dalam aktifitas sehari2 ditempat anda bekerja. Terlihat jelas bukan? atau contoh lain, bandingkan kondisi fisik dua orang setelah naik tangga, antara yang kurang berolah raga dan rajin. Dapat dipastikan, yang satu seperti tidak mengalami kelelahan apapun, yang satu mungkin sudah susah berbicara dan nafasnya putus2 alias ngos2an.

Oke, kalau begitu olah raga. Pertanyaan berikutnya, apakah kebugaran dapat dicapai instan, hanya dengan satu kali latihan? tidak kan? mungkin, dalam bulan pertama, anda akan mengalami kelelahan luar biasa, rasa malas mungkin akan gampang menggoda anda untuk kembali “sembunyi” dibalik selimut, memeluk bantal anda dan melanjutkan tidur lagi. Ini hal wajar dan lumrah, karena ritme tubuh anda mungkin belum terprogram sepenuhnya untuk sebuah kegiatan baru. Tapi coba tanyakan kepada yang selalu berolah raga secara rutin. Mungkin mereka merasa ada yang kurang bahkan gelisah apabila jadwal olah raganya berhalangan. Artinya, tubuh mereka telah terprogram untuk melakukan aktifitas training pada saat-saat yang telah ditentukan. Jadi disini bukan cuma kedisiplinan, tapi “body clock and rhythm” nya juga sudah dalam kondisi seperti itu. Hanya olah raga yang rutin, kontinu dan teratur yang dapat menjanjikan kebugaran yang optimal. Itu kesimpulannya.

Ternyata untuk masalah pembangunan iman juga seperti itu. Sekitar dua ribu tahun yang lalu, rasul Paulus diilhami Tuhan untuk mengingatkan kita pentingnya sebuah ibadah untuk membangun kekuatan iman, dan membandingkannya dengan latihan jasmani. Lihatlah, latihan jasmani yang begitu besar dampaknya dalam hidup kita tidak sebanding dengan latihan beribadah. Dalam pembandingan ini, kita bisa melihat bahwa iman dan ketaatan menyembah Tuhan tetap harus dilatih, sama seperti kita melatih diri kita untuk disiplin berolah raga. Tanpa latihan, rasa malas, letih dan beragam alasan lain akan dengan mudah mempengaruhi kita untuk jauh dari Bapa.

Kalau olah raga menjanjikan kesehatan, lantas apa yang dijanjikan olah rohani? Tuhan menjanjikan berkat, penyertaanNya dalam hidup kita, bahkan kemudian satu “kapling” disisiNya yang kekal selamanya. Ini janji Tuhan, Allah Bapa kita yang selalu setia menggenapi janji2Nya.

Oleh sebab itu, di tahun yang baru dengan semangat baru, mulailah dari sekarang. Latihlah keimanan anda secara teratur. Bangun mesbah Tuhan di rumah anda. Luangkan waktu anda setiap hari, sedikitnya di pagi hari sebelum memulai aktivitas, dan malam hari sebelum anda memejamkan mata, bersama anggota keluarga anda. Datanglah padaNya, sembah Dia, dan nikmati saat2 intim dengan Tuhan. Disiplinlah akan hal ini, dan rasakan berkat2 berkelimpahan dari surga turun atas anda. Anda akan selalu berada dalam lindunganNya, baik dalam hidup ini maupun hidup yang kekal nanti.

Kesehatan rohani menjanjikan investasi yang luar biasa menguntungkan dan akan bertahan selamanya..

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply