Sparrow (Pipit)

Ayat bacaan: Matius 6:26===============”Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”Jik…

Ayat bacaan: Matius 6:26
===============
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Jika anda hobi nonton film, anda tentu familiar dengan film Pirates of Carribean dengan tokoh utama Johnny Depp memerankan kapten flamboyan bergaya seperti orang mabuk, Jack Sparrow. Nama belakangnya Sparrow merupakan nama salah satu jenis burung berukuran kecil pemakan biji-bijian yang di Indonesia dikenal dengan burung pipit. Burung pipit atau sparrow ini tergolong jenis burung liar yang populasinya sangat besar, sehingga harganya murah. Selain itu burung jenis ini juga lemah, bahkan rentan terhadap cuaca dingin atau panas yang ekstrim.

Sangatlah menarik kalau melihat bahwa Yesus mengambil contoh burung pipit untuk mengingatkan kita bahwa ada Tuhan di atas sana yang selalu mengawasi kita dalam setiap langkah, sehingga kita tidak perlu kuatir, takut, patah semangat atau putus asa saat sedang berada dalam keadaan sulit.

Ucapan Yesus tersebut dicatat dalam Injil Matius pasal 10. “Are not two little sparrows sold for a penny? And yet not one of them will fall to the ground without your Father’s leave (consent) and notice.” (Matius 10:29). Dalam versi bahasa Indonesianya dikatakan: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.”  Yesus berbicara secara lebih spesifik dengan mengambil contoh burung pipit yang seperti saya katakan diatas merupakan jenis burung kecil yang lemah dan sangat murah harganya. Ini merupakan pesan yang sangat penting yang disampaikan dengan cara yang sangat sederhana dengan mengambil contoh yang mudah kita temukan dalam keseharian kita. Burun pipit ada dimana-mana dan kicauan pagi harinya khas. Jelas bahwa burung pipit bukanlah burung yang sulit untuk ditemui. Selain lemah, merekapun cenderung tidak punya pertahanan yang mumpuni. Manusia bisa dengan seenaknya menembaki mereka dengan senapan angin bukan atas alasan yang jelas melainkan karena iseng atau untuk senang-senang saja. Sedihnya, menembaki burung pipit tidak dianggap melanggar hukum. Seseorang yang menembak burung pipit tidak akan ditangkap, kecuali tembakannya mengenai orang. Bukan hanya oleh manusia, tetapi burung-burung ini juga sering terancam bahaya lewat burung-burung pemangsa yang lebih besar dan predator lainnya. Rentan, lemah dan tidak punya kekuatan apa-apa kecuali terbang. Tapi dengan tegas Yesus mengingatkan bahwa mereka ada dalam pandangan mataNya, dalam pemeliharaanNya.

Kalau kita mundur untuk membaca beberapa pasal lagi ke belakang, maka kita bisa kembali menjumpai contoh yang diberikan Yesus dengan menggunakan burung. “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26). Lihatlah bahwa burung-burung yang hanya mencukupi kebutuhan dari hari ke hari dan sangat lemah saja diberi makan oleh Tuhan sendiri. Hidup burung-burung ini pun ada dalam pemeliharaan Tuhan dan semua yang terjadi pada mereka tidak satupun yang luput dari kehendak Tuhan. Kalau burung saja Tuhan anggap penting untuk diperhatikan, mengapa kita harus kuatir atau takut dalam menjalani hidup? Mengapa kita harus takut dan mengira bahwa Tuhan mungkin sudah meninggalkan kita dan tidak lagi peduli terhadap persoalan kita? Kalau burung yang lemah saja penting, apalagi manusia yang Dia ciptakan secara sangat istimewa sesuai gambar dan rupaNya, diberi kemuliaan dan Dia kasihi melebihi ciptaan lainnya.

Jika burung pipit atau dalam bahasa Inggrisnya disebut sparrow saja Tuhan pelihara, jelas kita pasti Dia peduli dan perhatikan. Ada banyak orang yang hidup dicekam ketakutan akan berbagai macam hal, bahkan penyakit seperti itu juga dialami oleh orang-orang percaya yang seharusnya punya cukup iman untuk mengatasi rasa takut. Jika kita benar-benar membaca Alkitab sejak awal kitab Kejadian, seharusnya kita sudah bisa memahami betapa kita ini merupakan ciptaan yang sangat istimewa di mata Tuhan. Tetapi tidak jarang pula berbagai ketakutan dengan segera membuat kita lupa akan hal itu. Karenanya setelah memberi contoh lewat burung pipit, Yesus merasa perlu untuk menggarisbawahi bahwa kita sesungguhnya berharga di mata Bapa, jauh lebih berharga dibandingkan burung pipit. “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (10:31)

Dalam kitab Amsal kita menemukan sebuah ayat yang menyatakan dengan sangat jelas bahwa mata Tuhan senantiasa mengawasi dan mengamati siapapun kita. “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” (Amsal 15:3). Tidak seperti kita yang memiliki kemampuan atau jarak pandang terbatas, kemampuan mata Tuhan tidak terbatas dan bisa memandang segalanya dalam saat yang sama. Dalam kitab Yesaya kita bisa menemukan firman Tuhan lainnya: “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.” (Yesaya 49:16). Semua ini seharusnya tetap kita ingat agar kita jangan sampai mudah diombang-ambingkan rasa takut saat menjalani kehidupan. Ingatlah biar bagaimanapun, dimanapun kita dan apapun yang tengah kita hadapi hari-hari ini, Tuhan selalu ada bersama kita. Dia tidak pernah lengah dalam mengawasi kita, menjaga dan memelihara kita seperti seorang ayah yang penuh kasih.

Jika ada diantara teman-teman yang merasa khawatir atau takut akan sesuatu hari ini, pandanglah burung pipit di pagi hari atau dengarkan kicauan merdunya. Burung-burung itu kecil dan lemah, tapi mereka semuanya diperhatikan Tuhan. Dan ketika kita menyadari bahwa kita jauh lebih berharga dibandingkan burung-burung tersebut, kita pun seharusnya bisa yakin sepenuhnya terhadap penyertaan Tuhan atas diri kita. Saya akan tutup dengan menyajikan penggalan lirik dari sebuah lagu rohani yang sangat legendaris berjudul His eye is on the sparrow.

Why should I feel discouraged
why should the shadows come
Why should my heart be lonely
and long for heaven and home

When Jesus is my portion? 
My constant friend is He
His eye is on the sparrow
and I know He watches me

His eye is on the sparrow, and I know He watches me

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply