Ayat bacaan: Amsal 16:18
=======================
 “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”

Sekitar tahun lalu ada seorang pria yang tadinya menjadi korban penipuan, tetapi karena gayanya lucu ketika diliput program-program infotainment televisi swasta mendadak sontak ia langsung terkenal. Tawaran main sinetron datang, bahkan sepenggal ucapannya dipakai orang menjadi lagu atau diparodikan di berbagai acara. Sayangnya, orang ini ternyata tidak siap untuk sukses. Perilaku yang ia tunjukkan langsung berubah menjadi sombong, angkuh, pongah disertai dengan mulut besar sehingga dalam sekejap mata ia pun lenyap dari pemberitaan. Tidak semua orang bisa menemukan jalan pintas seperti itu untuk tenar, tapi pria ini membuang kesempatan itu begitu saja lewat sikap sombong. Maka tepatlah sebuah ayat dalam Amsal yang sebenarnya sudah mengingatkan kita untuk menjaga sikap jauh dari sikap sombong: “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” (Amsal 16:18). Pride goes before destruction, and a haughty spirit before a fall. Baru beberapa hari lalu saya bertemu dengan seorang penyanyi wanita yang semua orang tahu karirnya berawal dari youtube. Ia mengunggah video dirinya bernyanyi dan ternyata banyak yang suka. Ia pun terkenal. Setahun terakhir ini ia menunjukkan sikap yang berubah drastis dibandingkan ia yang saya kenal beberapa tahun lalu. Bodyguard berbadan besar mengelilinginya, dan omongannya menjadi sombong. “Siapa yang dari youtube? Saya sudah terkenal sebelum itu.” ujarnya. Mengingat gadis muda ini punya talenta luar biasa di bidang tarik suara, saya berdoa agar ia cepat sadar dan berhenti menyombongkan diri agar ia tidak harus mengalami firman dalam Amsal 16:18 tadi.

Adakah sesuatu yang pantas kita jadikan dasar untuk bersikap sombong? Apakah kita punya alasan untuk menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki hari ini? Semua orang berharap dilimpahi berkat, tetapi ironisnya ada begitu banyak orang yang berubah menjadi sombong ketika mereka diberkati. Saat keberhasilan, kesuksesan, ketenaran atau popularitas hadir, saat itu pula orang langsung terjebak pada dosa kesombongan. Kalau kita sadar bahwa semua itu, baik talenta, kesempatan dan kesuksesan berasal dari Tuhan, tentu wajar apabila Tuhan sungguh menentang sikap seperti ini. Untuk contohnya kita bisa melihat sikap buruk dari jemaat Korintus.

Jemaat Korintus tampaknya merupakan gambaran jemaat yang sombong. Ada banyak ayat yang mengindikasikan hal ini seperti yang beberapa kali tecatat misalnya dalam 1 Korintus 4:6-21, 5:2, 8:1 dan 13:4. Paulus memberikan teguran atas kesombongan mereka. Lihatlah salah satunya: “Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain”. (1 Korintus 4:6). Jemaat di Korintus lupa akan jati diri mereka dan tenggelam dalam kesombongan, sehingga merasa tidak lagi memerlukan apa-apa, termasuk tidak lagi membutuhkan hamba Tuhan dalam hidup mereka. “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (ay 7) Dalam versi BIS-nya kalimat Paulus bisa dibaca lebih mudah: “Siapakah yang menjadikan Saudara lebih dari orang lain? Bukankah segala sesuatu Saudara terima dari Allah? Jadi, mengapa mau menyombongkan diri, seolah-olah apa yang ada pada Saudara itu bukan sesuatu yang diberi?” Perilaku mereka seolah-olah mereka tidak lagi memerlukan apa-apa. “As if you are already filled and think you have enough (you are full and content, feeling no need of anything more)!” Itu yang tertulis dalam versi bahasa Inggris untuk ayat 8. Mereka lupa diri dan tidak sadar bahwa semua yang mereka miliki sesungguhnya berasal dari Tuhan sehingga tidak pada tempatnya menyombongkan diri. Berulang kali pula Paulus pun mengingatkan dengan tegas bahwa keselamatan itu adalah pemberian Tuhan, (1:18, 15:10). Tuhan yang memilih (1:27-28), mengaruniakan RohNya sendiri untuk menyingkapkan rahasia-rahasia Ilahi (2:10-12), juga memberikan berbagai anugerah atas kasih karuniaNya (1:4-5). Semua berasal dari Tuhan sehingga tidak seorangpun punya hak untuk menyombongkan diri.

Semua yang kita miliki saat ini, apakah menurut kita biasa atau istimewa, besar atau kecil dalam pandangan manusia, itu semua adalah anugerah luar biasa yang berasal dari Tuhan. Dan Paulus berkata “Ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” (1:31). Sesungguhnya sebuah kasih karunia dikatakan kasih karunia karena bukan berasal dari perbuatan kita melainkan dari Sang Pemberi yaitu Tuhan sendiri. Dan itupun sudah disebutkan di dalam Alkitab. “Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.” (Roma 11:6). Kesombongan merupakan bentuk penyangkalan dari hal itu, karena artinya mereka berpikiran seolah-olah semua itu adalah hasil pekerjaan mereka atau beranggapan bahwa mereka sudah sangat hebat melebihi orang lain atau bahkan Tuhan sehingga lupa diri. Menyadari bahwa kasih karunia merupakan pemberian Tuhan, milik Tuhan yang diberikan kepada kita akan membuat kita tetap sadar bahwa tidak ada satupun yang pantas kita sombongkan.

Marilah kita menyadari betul anugerah kasih karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Semua yang ada pada kita hari ini sesungguhnya berasal dari Tuhan. (Ulangan 8:14-18). Ingatlah bahwa semua itu dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan. (Roma 11:36). Tidak ada tempat bagi orang sombong di hadapan Tuhan, dan ini bisa kita lihat dalam banyak ayat. Kesombongan merupakan awal dari kehancuran seperti yang Amsal 16:18 di atas, kesombongan merupakan sikap yang ditentang Tuhan (Yakobus 4:6), dan merupakan kekejian bagi Allah sehingga tidak akan luput dari hukuman (Amsal 16:5). Kita harus mensyukuri semua yang telah diberikan Tuhan, dan itu bisa kita tunjukkan lewat sebentuk kerendahan hati bukan lewat sikap sombong atau tinggi hati.

Kesombongan berarti mengingkari kasih karunia 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah 1 korintus 4 6-21
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.