Skotlandia tak Mau ‘Cerai Pisah” dari United Kingdom

Saltire and union flag

SEMUA pihak akhirnya bernafas lega, setelah hasil referendum Skotlandia untuk opsi merdeka dan tetap menjadi bagian United Kingdom akhirnya bermuara pada pilihan: tetap menjadi bagian UK.

Menteri Pertama Skotlandia Alex Salmond mengakui, pihak yang menghendaki Skotlandia merdeka telah kalah dalam referendum menentukan masa depan Skotlandia ini.  54% pemilih menetapkan opsinya ingin agar Skotlandia tetap berada di bawah kepak sayap UK, sementara sisanya 46% yang menghendaki berpisah dari London terpaksa gigit jari.

Dengan demikian, UK tetap beranggotakan Skotlandia, England, Wales dan Irlandia Utara.

Referendum opsi merdeka di Skotlandia ini sudah barang tentu akan melemahkan UK sebagai negara adidaya di luar wilayah continental Eropa. Tidak hanya secara ekonomi, melainkan lebih-lebih militer dan keamanan.

Harap maklum saja, beberapa pusat control militer UK berada di kawasan Skotlandia: pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal perang, kapal UKselam, dan lapangan terbang. Termasuk tentu saja fasilitas nuklir ada di kawasan Skotlandia.

Bisa dibayangkan masa depan UK, bila Skotlandia akhirnya berpisah dengan London. Mungkin sama seperti Rusia awal tahun 1990 ketika harus kehilangan banyak wilayah teritorialnya karena negara-negara komunis satelit mereka beramai-ramai minta ‘pisah cerai’ dengan Mokswa. Seiring dengan bubarnya rezim komunisme di Eropa Timur, maka Moskwa harus kehilangan Ukrainia, Georgia, Tajikistan. Turkmenistan, dan masih banyak lagi.

Nah, kalau UK kehilangan Skotlandia, bisa jadi di masa mendatang akan terjadi ‘perang saudara’ antara London dan Edinburg karena masalah perbatasan atau perebutan wilayah atas dasar prinsip menjaga keamanan.

Sumber: CNN

Kredit foto: Ilustrasi (The Guardian)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: