Skala Prioritas

Ayat bacaan: Nehemia 9:5
========================
Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya dan Petahya, orang-orang Lewi itu: “Bangunlah, pujilah TUHAN Allahmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat!”

Saat saya menulis ini, di televisi tengah berlangsung pertandingan Arsenal melawan Liverpool di Liga Champion. Di menit ke 30 ini telah terjadi dua gol yang diciptakan masing2 kesebelasan. Dalam masing2 gol tadi, terlihat betapa gegap gempitanya sorak sorai masing2 pendukung. Sekitar dua jam sebelumnya, di berita malam, saya melihat kampanye pilkada di beberapa daerah yang juga dipenuhi sorak sorai pendukung masing2 calon, yang sangat mungkin belum mengenal siapa yang didukungnya, atau malah mungkin belum ada bukti nyata akan hasil pekerjaan dari orang2 tersebut dalam hidup mereka.

Orang rela bergadang menunggu pertandingan bola, rela berdesak2an dalam kampanye demi sehelai kaos dan insentif lainnya, tapi ketika harus bangun untuk saat teduh? atau meluangkan waktu untuk berdoa sebelum tidur? menyediakan waktu untuk masuk ke dalam hadiratNya? sulitnya bukan main. Rasa malas, capai, ngantuk dan sebagainya akan dengan mudahnya mendominasi.

Padahal lihatlah betapa Tuhan begitu mengasihi setiap orang, termasuk anda dan saya. Betapa Tuhan dengan setiaNya tetap menyertai kita, menyayangi kita. Begitu banyak berkatNya yang kasat mata dan terlihat secara nyata dalam hari2 kita. Tapi sebaliknya kita selalu banyak alasan untuk memujiNya, menghormatiNya, berterimakasih dan bersyukur atas segala perbuatanNya dalam hidup kita.

Di dunia ini, dimana banyak orang malah memakai nama Tuhan sebagai bentuk umpatan, tidakkah kita sebagai anak2Nya sudah seharusnya merasa harus bangkit dan meninggikan namaNya dengan penuh sukacita? bukankah sudah saatnya untuk memuji dan berterimakasih pada Tuhan dengan bersemangat? Atas segala yang telah kita dapat, sudah selayakNya Tuhan mendapatkan segala puji dan hormat lebih dari apapun dan siapapun di dunia ini.

Kapanpun dan dimanapun anda beribadah pada Tuhan, arahkanlah segenap hati anda. Berikan seluruh kemuliaan dan pujian bagiNya lebih dari apapun. Prioritaskan untuk melewatkan saat2 intim dengan Tuhan setiap hari. Lihatlah ketika anda tahu berterimakasih dan mensyukuri karya2 ajaibNya dalam hidup anda, berkat pun akan semakin berlimpah hadir dalam hidup anda.

Tetapkan skala prioritas dan jangan salah susun.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment