Situasi Baru

Ayat bacaan: Yosua 3:4
======================
“…maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”

situasi baru, suasana asing, Tuhan menuntun jalan

Tempat kursus dimana saya mengajar memiliki beberapa kelas yang berbeda. Ada yang setahun, ada yang 6 bulan, ada pula kelas workshop intensif yang hanya berlangsung sekitar 1 bulan, bahkan terkadang hanya dalam satu minggu atau beberapa hari. Karena itu saya pun setiap saat bertemu dengan siswa-siswa baru dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tidak hanya yang baru tamat SMU, tapi juga ada yang sudah bekerja, ada dokter, ibu rumah tangga, bahkan penyanyi dangdut pun pernah menjadi murid saya. Penampilan mereka pun berbeda-beda. Ada yang rapi, ada yang santai, tapi ada pula yang seperti preman. Kemampuan mereka juga berbeda, begitu pula dengan daya tangkap dan daya serap mereka maupun tingkat keseriusan mereka terhadap pelajaran. Seringkali dalam satu kelas yang sama, saya menghadapi berbagai keragaman itu, sehingga saya harus pintar-pintar menentukan ritme belajar yang paling tepat untuk mengakomodasi seisi kelas. Jika terlalu cepat, nanti yang daya tangkapnya lemah akan ketinggalan, sebaliknya jika terlalu lambat, yang daya tangkapnya baik bisa merasa bosan. Pertanyaan dan kasus yang mereka ajukan pun beragam dari hari ke hari. Bahkan terkadang saya mendapat kelas yang belum pernah saya ajarkan sebelumnya. Setiap hari tantangan baru datang, dimana sebagian tidak bisa saya prediksi dan persiapkan sebelumnya.

Dalam hidup ini kita seringkali berhadapan dengan sebuah situasi baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Atau mungkin kita masuk ke sebuah lingkungan baru dimana kita belum pernah datangi, sebuah teritori atau zona yang masih asing bagi kita. Adalah wajar jika terkadang kita merasa was-was jika berada atau menghadapi situasi dan tempat yang masih asing bagi kita. Mari kita lihat apa yang tertulis pada kitab Yosua. Bangsa Israel diberitahukan untuk mengikuti tabut perjanjian dan memperhatikannya baik-baik karena mereka belum pernah melalui jalan itu sebelumnya. (Yosua 3:3-4). Demikian pula kita yang akan terus berhadapan dengan jalan-jalan yang sama sekali baru dan asing bagi kita. Adalah sangat perlu untuk mengikuti Tuhan dengan cermat, mentaatiNya dan peka untuk melihat arah yang ditunjukkanNya, baik ketika hal tersebut mudah untuk dilakukan, tapi juga ketika hal tersebut bukan merupakan hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Tuhan mempunyai alasan tertentu untuk kebaikan kita dengan caraNya, dan kita bergerak memasuki tujuan dan arah tersebut sesuai kehendak Tuhan. Kita lihat bahwa perjalanan bangsa Israel dipimpin langsung oleh Tuhan. Tabut perjanjian berbicara mengenai keberadaan Allah dan kepemimpinan Allah dalam perjalanan mereka. Betapa bahagianya jika kitapun menyadari bahwa Tuhan selalu berada di dekat kita, memimpin jalan-jalan kita melewati situasi atau suasana baru.

Allah tidak pernah meninggalkan anak-anakNya. Dengar apa kata Tuhan: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5). Mazmur pun mengingatkan tentang Tuhan menuntun hidup kita seperti seorang gembala yang baik. “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mazmur 23:1-3). Dan ada banyak lagi janji penyertaan Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi.

Menghadapi berbagai situasi baru dalam pekerjaan mengajar saya, saya selalu merasakan kehadiran Tuhan menuntun saya. Seringkali saya diberikan hikmat untuk mengajarkan ini dan itu, terkadang saya harus mengganti apa yang sudah saya persiapkan dengan apa yang Dia inginkan untuk saya sampaikan, dan saya sudah sering membuktikan bahwa penyertaan Tuhan dan ketaatan saya untuk mengikuti tuntunanNya selalu memberikan yang terbaik, bukan hanya pada saya sebagai pengajar tapi juga bagi siswa-siswa yang saya bimbing. Saya percaya dalam setiap sisi kehidupan pun Tuhan punya rencana dan arah demi kebaikan kita bersama. Jika anda berhadapan dengan situasi baru, suasana atau tempat baru yang mungkin masih asing, berpeganglah pada Tuhan, dan biarkan Tuhan membimbing jalan anda.

Tuhan selalu membimbing anak-anakNya ke arah yang benar

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply