Sisi Lain Penderitaan

Ayat bacaan: Pengkotbah 7:3
=====================
“Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.”

sisi lain penderitaan, dibentuk, belajar mengandalkan Tuhan, bergantung pada Tuhan

Rasanya tidak ada orang yang mau hidup menderita. Tapi mau tidak mau, ada saat-saat dimana kita harus melalui jalan penderitaan itu. Apa yang harus kita lakukan di saat seperti itu? Haruskah kita mengasihani diri kita terus menerus secara berlebihan? Haruskah kita menyesali hidup atau bahkan menyalahkan Tuhan? Ketahuilah hal seperti itu selain tidak membawa manfaat apa-apa, justru akan terus menjerumuskan kita ke dalam jurang yang lebih dalam lagi. Penderitaan terkadang bagus buat pertumbuhan diri kita menuju proses pendewasaan. Penderitaan bisa membawa kita menuju suatu kedalaman tersendiri dalam pengenalan akan diri kita sendiri maupun dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Saya pernah mengalami masa-masa dimana hidup saya benar-benar jungkir balik. Dari punya penghasilan tetap yang lebih dari cukup, dalam sekedip mata semuanya hilang. Hidup menjadi sangat sulit dan tidak jarang saya terbangun tengah malam dan menangis. Tapi yang terjadi kemudian, saya menyadari bahwa saya tengah dibentuk. Ini adalah proses yang harus saya lewati untuk bisa menjadi dewasa, bukan dari segi umur tapi dari segi iman, ketaatan dan pertumbuhan kerohanian saya secara menyeluruh. Di tengah penderitaan itulah saya belajar untuk tidak putus asa, tidak menyerah. Di saat itulah saya belajar untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan. Pada titik tersebut, saya menyadari bahwa mengandalkan kekuatan sendiri hanya akan berakhir sia-sia. Saya memutuskan untuk mulai menyerahkan hidup sepenuhnya pada Tuhan, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah yang saya lakukan. Hari ini saya bersyukur atas segala penderitaan yang harus saya lalui saat itu selama beberapa tahun, karena tanpa itu, saya tidak akan pernah bertumbuh dan masih menjadi orang yang hidup dalam kesombongan dan berbagai godaan daging.

Ayub berkata bahwa penderitaan akan membuat kita mampu melihat Tuhan lebih jauh dari yang pernah kita bayangkan sebelumnya. “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5). Yesus sendiri digambarkan sebagai sosok yang penuh penderitaan dan kesengsaraan dalam nubuatan Yesaya. “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.” (Yesaya 53:3). Yesus, Anak allah, mengosongkan diriNya, datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7) dan belajar menjadi taat melalui penderitaan yang Dia alami (Ibrani 5:8). Lewat semua yang dialami Kristus itulah Dia membayar lunas segala dosa kita, menebus kita semua agar bisa memperoleh hidup yang kekal dengan hubungan yang dipulihkan dengan Bapa. Ada hal-hal luar biasa yang justru bisa kita peroleh lewat penderitaan yang kita pikul.

Pengkotbah menulis: “Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.” Ketika anda tengah mengalami penderitaan, jangan patah semangat dan menjauh dari Tuhan, tapi bersyukurlah senantiasa karena ada begitu banyak hal yang dapat membentuk karakter anda menjadi jauh lebih baik lagi. Berada dalam zona nyaman terus menerus akan membuat kita lengah dan terbuai dengan segala kenyamanan. Justru ketika kita menghadapi masalah dan mengalami beratnya pergumulan kita bisa melatih diri untuk lebih dewasa, lebih bijak bahkan bisa belajar untuk mulai mengandalkan Tuhan. Tidak mudah memang, dan mungkin sangat menyakitkan ketika kita sedang mengalami penderitaan dan kesedihan, mungkin kita belum melihat titik terang, namun percayalah, pada saatnya Tuhan sendiri yang akan melepaskan kita. Pakailah saat-saat bersedih dan menderita sebagai saat yang tepat untuk bertumbuh agar bisa semakin menyerupai Kristus.

Kita bisa belajar lebih banyak lewat penderitaan daripada lewat kenyamanan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply