(sambungan)

Menjadi tua, tenaga berkurang, itu benar. Tapi itu bukan berarti berkat dan pemeliharaan Tuhan pun ikut-ikutan berkurang. Tuhan tetap memberkati berapapun usia kita. Kita bisa lihat bagaimana Kaleb masih memiliki energi yang sama di usia tuanya meski kemungkinan besar secara fisik dia tidak lagi sekuat dahulu. Lihatlah apa kata Kaleb. “Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:10-11). Kaleb bisa berkata demikian sebab ia benar-benar menyadari bagaimana Tuhan memelihara hidupnya sejak dulu hingga masa tuanya. Selanjutnya, pada usia berapa Nuh membangun bahteranya? Di usia berapa Abraham mendapat janji keturunan dan mendapat penggenapan janji itu? Kepada Abraham bahkan alkitab mencatat secara spesifik seperti berikut: “Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.” (Kejadian 24:1). Janji Tuhan berlaku sama dulu, sekarang dan selamanya. Jadi kalau mereka mengalami hal ini, kita pun akan memperoleh hal yang sama.

Jika demikian, menjadi tua bukanlah sesuatu yang harus kita cemaskan. Apa yang kita perlukan adalah selalu berjalan bersama Tuhan. Mengerti dan melakukan firmanNya, hidup kudus dan taat, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, senantiasa bersyukur dan memuliakan namaNya, hidup dengan iman yang percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan siap untuk terus menggendong kita sekalipun rambut kita telah memutih seluruhnya. BerkatNya akan tetap tercurah, penyertaan dan pertolonganNya akan selalu siap dihadirkan buat kita. Mazmur berkata “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.” (Mazmur 92:13-14). Ini gambaran tentang orang benar yang tidak akan pernah berhenti berbuah dengan suburnya. Bagaimana ketika pohon korma atau pohon aras ini menjadi tua? Ayat selanjutnya berbunyi “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (ay 15). Itu firman Tuhan. Dan itu semua diberikan “untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” (ay 16).

Selain daripada itu kita harus selalu ingat apa yang disampaikan dalam Filipi 1:22: “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Pertanyaannya, apakah kita tetap bisa memberi buah pada usia yang tidak produktif lagi? Tentu saja bisa. Orang yang tua kaya hikmat, kebijaksanaan. Pengalaman-pengalaman sepanjang perjalanan hidup akan sangat berguna bagi yang masih muda, demikian pula hikmat-hikmat yang Tuhan singkapkan selama ini. Itu bisa membawa manfaat besar bagi kehidupan generasi muda, merupakan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh mereka yang lebih muda, dan dengan penyertaan Tuhan maka semua itu bisa menghasilkan buah-buah gemuk dan segar dalam berkarya bagi KerajaanNya.

Oleh karena itu bagi anda yang sudah mulai lanjut usia, pandanglah masa tua dari sisi indah. Kepercayaan orang akan kemampuan kita bekerja boleh berkurang, kasih mereka bisa memudar. Tetapi perhatian, penyertaan dan kasih Tuhan akan selalu ada bagi kita. Kita tidak akan pernah mengalami kekurangan akan hal itu. Teruslah memandang kepada Tuhan. Dia akan selalu ada menggendong, memikul dan menyelamatkan, membuat anda terus berbuah subur sampai tidak ada lagi rambut yang hitam sekalipun di kepala.

Usia bertambah, tenaga berkurang tapi kasih Allah tetap sama tak berkesudahan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.