Singsingkan Lengan Baju

Ayat bacaan: Yakobus 2:18
=========================
“Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

iman tanpa perbuatan adalah mati

Ada pepatah yang mengatakan, “tuntutlah ilmu setinggi langit”. Saya yakin jika sanggup, tidak ada yang mau mencari ilmu ala kadarnya saja. Semua orang tentu ingin pintar. Orang tua pasti akan mati-matian menyekolahkan anaknya setidaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Biaya pendidikan sekarang semakin melonjak naik dari tahun ke tahun. Ada perguruan tinggi yang dalam setahun saja sudah menaikkan uang pembangunan sampai dua kali lipat. Untuk memasukkan anak ke SD yang punya kualitas baik saja sekarang biayanya sudah mencapai jutaan rupiah. Entah bagaimana tahun-tahun ke depan. Untuk apa menuntut ilmu hingga setinggi langit? Tentunya kita berharap, semakin tinggi ilmu yang kita miliki, semakin besar pula peluang untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik. Semakin banyak yang kita pelajari, kita akan tahu lebih banyak. Setidaknya secara teoritis bakal demikian. Bayangkan jika ada orang yang belajar hingga mencapai S2 bahkan S3, tapi tidak pernah bekerja. Ilmunya tidak akan berguna sama sekali dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Iman pun demikian. Ada banyak orang yang kalau dilihat hidupnya sangat religius. Tidak pernah lupa ke gereja, selalu berdoa sebelum makan, menjauhi hal-hal yang dilarang Tuhan, tapi tidak didukung sikap atau tindakan yang menunjukkan ketaatan mereka pada Tuhan. Ada yang malah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ada seorang teman saya yang sejak lahirnya sudah terdaftar sebagai orang kristen, namun dia selalu takut melewati tempat gelap. Berkali-kali ia bercerita bahwa di kamarnya mungkin ada penunggunya. Ketika temannya merasa rumah mereka diganggu setan, ia pun tidak berani berbuat apa-apa dan malah meminta saya, yang belum satu dasawarsa menerima Tuhan Yesus, untuk membantu temannya itu. Ada pula beberapa teman yang hobinya mengkotbahi orang sembari menjelek-jelekkan kepercayaan lain. Hal ini menunjukkan bahwa antara ke-religiusan dan perbuatan belumlah tentu sejalan.

Dalam ayat bacaan hari ini kita melihat bahwa Yakobus pun menyadari demikian. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong (Yakobus 2:20). Dia lebih jauh berkata bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17). Atau selanjutnya, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Jangan puas dengan kehidupan religius tanpa dibarengi dengan perubahan sikap dan perbuatan nyata, karena dengan demikian kita belum menunjukkan diri sebagai anak Allah yang taat dan percaya. Tuhan ingin agar kita hidup semakin baik, menyatakan kemuliaanNya kepada banyak orang dengan kasih.Tuhan ingin kita menjadi orang yang sabar, tidak sulit memaafkan, dan mampu menguasai diri kita. Sebuah perubahan menjadi lebih baik, dimana orang bisa melihat bahwa ketika menerima Yesus hidup anda diubahkan secara luar biasa, itulah yang diharapkan Tuhan. Jika tadinya orang tidak suka berteman dengan anda, sekarang tanpa anda, terasa seperti ada yang kurang. Kehadiran anda membawa sukacita bagi teman-teman, mereka yang tengah kesulitan akan merasa tenang di dekat anda, itulah yang diinginkan Tuhan. Ayo, singsingkan lengan baju, karena masih banyak yang bisa kita lakukan.

Iman dengan perbuatan adalah iman yang hidup, yang berkenan dihadapan Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply