Sifat Paralel Hewan dan Manusia

Ayat bacaan: Roma 6:12
===================
“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.”


Masih tentang hewan, kali ini saya mengajak untuk melihat hewan-hewan yang dijadikan simbol suatu sifat atau sikap tertentu dari manusia. Banyak kemiripan sifat hewan yang bisa diparalelkan dengan perilaku negatif manusia. Ular, dikenal menggambarkan sifat licik, penuh tipu daya. Dalam bahasa Inggris ada julukan “chicken” bagi pengecut. Orang yang malas sering digambarkan seperti lembu. Orang rakus sering dijuluki seperti babi. Orang yang terus menerus terpeleset pada kesalahan yang sama sering digambarkan lebih dungu dari keledai, dan masih banyak lagi.

Ketika kita menerima Yesus, kita diubah menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Tapi hal ini bukanlah serta merta menjadikan kita bisa berubah total 180 derajat dalam sekejap mata. Berbagai bentuk “binatang” diatas, alias perilaku-perilaku negatif tidaklah langsung hilang dari diri kita. Kesemuanya akan tetap mencoba untuk tampil kembali untuk menguasai kita. Rasul Paulus menggambarkan hal tersebut sebagai keinginan daging, yang selalu bertentangan dengan keinginan Roh dan selalu menghalangi kita untuk melakukan hal yang baik. (Galatia 5:17). Tidak peduli apakah seseorang adalah pengikut Kristus yang taat atau yang baru saja menerima Yesus, tidak peduli apakah seseorang sudah puluhan tahun hidup intim bersama Tuhan atau masih dalam hitungan hari, keinginan daging akan selalu menggoda kita dan berusaha untuk kembali dominan dalam kehidupan. Tingkat spiritualitas atau alim tidaknya seseorang tidak menjadikan dirinya seratus persen bebas dari “hewan-hewan” yang ada dalam diri kita.Kalau begitu, apakah semuanya sia-sia kita lakukan?

Tentunya tidak. Ada kabar baik buat kita semua. “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (1 Korintus 6:17). Artinya ada Roh Allah di dalam kita yang memungkinkan kita untuk mampu mengatasi berbagai keinginan daging. Pikiran, perilaku dan sikap kita yang negatif bisa kita lawan dengan adanya Roh Allah dalam diri kita. Kita tidak boleh lengah membiarkan dosa-dosa kembali berkuasa atas tubuh kita. Semua itu tidak mudah, tapi ingatlah bahwa tidak ada kemenangan yang diperoleh tanpa usaha dan semangat. Dengan adanya Roh Allah, kita pasti mampu melawan dan mengatasi semuanya.

Jangan biarkan “hewan-hewan” kembali berkuasa dalam diri kita. Roh Allah akan selalu membantu untuk mengatasinya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment