Sidang Tahunan KWI 2013: Pecandu Narkoba Jadi Perhatian Gereja Katolik Indonesia (1)

KALAU boleh disebut sebagai kemajuan besar, maka inilah “lompatan jauh ke depan” yang berhasil ditorehkan forum Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2013. Itu tak lain adalah komitmen para Bapak Uskup seluruh Indonesia untuk mulai sekarang menaruh perhatian besar terhadap para pasien penderita kecanduan narkoba.

Komitmen besar dan serius KWI sebagaimana dirumuskan dalam Sidang Tahunan KWI 2013 itu disampaikan oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ –Uskup Agung Palembang—mewakili forum para Uskup Indonesia (KWI) dalam  misa penutupan Sidang Tahunan KWI 2013 di Gereja Kristus Raja Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11) malam.

Perhatian pada pasien pecandu narkoba

Dalam homilinya, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ mengatakan, Gereja tidak bisa menutup mata terjadap realitas sosial yang tergelar di depan mata, yakni ribuan dan bahkan jutaan orang mengalami krisis kehidupan karena kecanduan narkoba. Yang mengalami krisis itu –kata Mgr. Aloysius Sudarso SCJ—tidak hanya pasien pecandu narkoba yang bersangkutan, melainkan juga seluruh anggota keluarganya.IMG_9399 Mgr Aloysius Sudarso SCJ Misa Penutupan Sidang Tahunan KWI 2013

Ini sekedar ilustrasi: kalau pasien pecandu narkoba sudah mulai sakauw,  maka kebutuhan untuk mengonsums lagi dan lagi akan segera timbul. Itu berarti, keluarga pasien akan dibuat menderita manakala demi kebutuhan akan narkoba itu si pasien pecandu ini lalu tega mencuri apa saja asal kemudian bisa “diuangkan” untuk mendapatkan narkoba tersebut. Pada tingkat paling akut, pasien akan menyileti lengannya sendiri dan kemudian ‘menghisap’ darahnya karena sudah terkontaminasi oleh anasir-anasir narkoba.

Memang ilustrasi itu tidak disebutkan Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dalam homilnya. Namun, realitas masyarakat Indonesia yang “sakit” karena  banyaknya pasien pecandu narkoba sudah semakin mengkawatirkan. “Ini jelas membuat sendi kehidupan sosial masyarakat menjadi goyah, karena kehidupan keluarga dirongrong dari dalam,” jelas Mgr. Aloysius Sudarso SCJ pada kesempatan homili Misa Penutupan Sidang Tahunan KWI 2013 di Gereja Paroki Kristus Raja Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis lalu.

Pada kesempatan misa penutupan itu pula, ikut hadir Kardinal Julius Darmaaatmadja SJ, Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi, Uskup Emeritus Mgr. Blasius Pujaraharja Pr yang pernah memimpin Diosis Ketapang, Kalimantan Barat, dan Administrator Keuskupan Agung Samarinda.

Misa Penutupan Sidang Tahunan KWI 2013 dipimpin oleh Ketua Presidium KWI Mgr. Ignatius Suharyo Pr  –Uskup Agung Jakarta – bersama Uskup Agung Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar OFM, Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Denpasr Mgr. Sylvester San Pr,  dan Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta Pr.

Komitmen Gereja Indonesia

Menjawab Sesawi.Net usai misa penutupan, Pro Sekretaris KWI sekaligus Direktur Kantor Waligereja Indonesia (KAWALI) Romo YR Edy Purwanto Pr mengatakan, komitmen KWI untuk melakukan reksa pastoral dan pelayanan lainnya bagi para penderita pecandu narkoba ini memang merupakan langkah maju ke depan.

IMG_9623 Misa Penutupan Sidang KWI 2013 di Gereja Pejompongan oke

Ide besarnya, kata imam diosesan dari Keuskupan Agung Semarang ini, awalnya datang dari para teolog moral yang mengajar di Fakultas Teologi Wedhabakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dari merekalah ini, ide besar akan medan pelayanan pastoral dan kesehatan Gereja Indonesia di lingkungan para penderita pecandu narkoba digulirkan dan kemudian direspon oleh KWI.

“Sebagai komitmen Gereja Katolik Indonesia, langkah besar itu sudah lahir. Tinggal kemudian menyusun nota pastoral dan langkah-langkah konkret lainnya di masa mendatang,” tutur Romo Edy Purwanto menjawab Sesawi.Net.

Catatan Redaksi Sesawi.Net menyebutkan, data terakhir yang dirilis Agustus 2013 oleh Komjen Pol Anang Iskandar –Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN)—menyebutkan bahwa jumlah pasien penderita pecandu narkoba di Indonesia sudah mencapai angka 4.9 juta orang. Ini jelas bukan angka kecil.

Karena itulah, langkah besar ke depan yang berhasil ditorehkan KWI melalui Sidang Tahunan 2013 untuk melakukan reksa pastoral dan pelayanan lainnya bagi para pecandu narkoba sungguh merupakan hal yang patut disyukuri.

Komitmen itu bagi kita mengartikan, Gereja Katolik Indonesia  kini makin serius merengkuh anak-anaknya yang hilang karena terseret arus pemakaian narkoba. (Bersambung)

Photo credit:

  • Misa Penutupan Sidang Tahunan KWI 2013 di Gereja Kristus Raja, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2013) Mathias Hariyadi
  • Uskup Agung Diosis Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: