Sidang Tahunan 2014 KWI, 3-13 November 2014

Misa Gotaus di KosambiMENJELANG akhir tahun pada bulan November Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengadakan Sidang Tahunan. Tiga tahun sekali Sidang Tahunan disebut Sidang Sinodal karena diadakan pemilihan pengurus baru untuk tiga tahun masa bakti. Sidang Tahunan KWI 2014 ini istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun KWI yang ke 90. Pada zaman Belanda para pemimpin Gereja Katolik se-Nusantara […]

Misa Gotaus di Kosambi

MENJELANG akhir tahun pada bulan November Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengadakan Sidang Tahunan. Tiga tahun sekali Sidang Tahunan disebut Sidang Sinodal karena diadakan pemilihan pengurus baru untuk tiga tahun masa bakti.

Sidang Tahunan KWI 2014 ini istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun KWI yang ke 90.

Pada zaman Belanda para pemimpin Gereja Katolik se-Nusantara menyelanggarakan pertemuan pertama pada tanggal 15-16 Mei, 1924 di Jakarta, setelah penahbisan Mgr. A. van Velsen SJ menjadi Vikaris Apostolik Batavia, 13 Mei 1924. (Baca juga: 90 Tahun Perjalanan Sejarah Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Pertemuan tersebut menjadi embrio sidang para waliereja di Indonesia. Sidang pertama diketuai oleh Mgr. A. van Velsen SJ . Himpunan para waliigereja itu sejak 1955 dalam Sidangnya di Surabaya dinamai  Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI), dan selanjutnya sejak 1986 dalam Sidangnya di Jakarta dinamai Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Selanjutnya Sidang KWI diadakan setiap tahun untuk mengadakan penegasan bersama di antara para uskup tentang hal-hal penting yang dialami oleh Gereja, dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam
menegaskan perannya di dalam masyarakat dan bangsa Indonesia. Beberapa tahun terakhir ini beberapa hari sebelum Sidang diadakan hari-hari studi untuk mempelajari hal-hal penting yang muncul baik yang menyangkut kehidupan Gereja maupun masyarakat.

Sidang Tahunan 2014 dibuka secara resmi oleh Ketua Presidium KWI, Mgr. I. Suharyo. pada 3 November 2014. Pada acara pembukaan hadir pula Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Fiipazzi, Bp. Agustinus Dunga mewakili Direktur Jenderal Bimas Katolik, dan Bp. Pendeta Gultom mewakil PGI. Mereka menyampaikan sambutan-sambutan mereka. (Baca juga: Gereja Harus Keluar dari Zona Nyaman, Datang Menemui Masyarakat).

Setelah acara pembukaan kami para Uskup memulai hari studi sampai dengan tanggal 5 November 2014. Hari-hari itu kami isi dengan mempelajari Seruan Apostolik “Evangelii Gaudium”, Sukacita Injil,
yang ditulis oleh Bapa Ftansiskus, dan diterbitkan 24 November 2013, agar kami mengalami sukacita Injil karena perjumpaan kami dengan Kristus. Kami ingin juga agar umat mengalami sukacita Injil dan
terdorong untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk pada zaman sekarang ini. (Baca juga: Hari Studi Para Uskup: Mencari Bentuk Ideal Gereja Masa Kini).

Dengan pembelajaran ini kita semua berharap agar Gereja Katolik tetap melanjutkan upayanya untuk mencari dan melaksanakan cara baru menjadi Gereja Katolik Indonesia. Berdasarkan pembelajaran ini KWI akan  menyampaikan Pesan Sidang Tahunan KWI 2014 “Mewartakan Sukacita Injil” kepada seluruh umat Katolik.

Misa Gotaus di Kosambi

Mengunjungi Gereja Paroki St, Matias Rasul di Kosambi Baru, Jakarta Barat: Di tengah kesibukan menjalani Sidang Tahunan 2014 KWI, para bapak uskup dari seluruh Indonesia mengunjungi Paroki St. Matias Rasul di Kosambi Baru, Jakarta Barat. Bersama panitia paroki dan penggiat GOTAUS, para Uskup Indonesia melakukan fund-raising untuk program pengembangan asupan gizi bagi ribuan seminaris calon imam di seluruh seminari menengah di Indonesia. (Mathias Hariyadi)

Misa Gotaus di Kosambi altar misdinar

Misa bersama Para Uskup di Kosambi Baru: Paroki St. Matias Rasul Kosambi Baru menerima tamu-tamu istimewa yakni para Uskup dari seluruh Indonesia, Minggu 8 November 2014. Perayaan ekaristi meriah bersama para uskup digelar bersama para penggiat GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh Seminari) di Gereja Paroki St. Matias Rasul ini. (Mathias Hariyadi/Sesawi,Net)

Dengan mempelajari Seruan Apostolik “Sukacita Injil” diharapkan pula Gereja menjadi sukacita bagi seluruh warga dan masyarakat. Untuk itu Gereja harus bersedia membarui diri terus-menerus dalam bimbingan Roh Kudus, dan membenahi tata organisasinya. Agar pelayanan KWI menjadi semakin baik, diadakan juga upaya-upaya pembarun tata pelayanan KWI.

Hari-hari selanjutnyan, 6 – 13 November 2014, Sidang Tahunan diisi dengan penyajian laporan-laporan dari Komisi, Lembaga, Sekretariat, dan Departemen (KLSD) KWI. Di sela-sela penyajian laporan ada waktu juga untuk membicarakan Pesan Natal Bersama PGI dan KWI. Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2014 : “Berjumpa dengan Allah dalam keluarga”.

Sabtu, 8 November 2014, Konferensi Pimpinan Tarekat-Tarekat di Indonesia (KOPTARI) menyampaikan rencana untuk mengisi tahun 2015 yang ditetapkan sebagai Tahun Hidup Bakti. Tema Tahun Hidup Bakti 2015 adalah “Mensyukuri dan Memberi Kesaksian tentang Keindahan Mengikuti Kristus sebagai Religius” (Baca juga:  Rencana Mengisi Tahun Hidup Bakti 2015).

Pada kesempatan tersebut disampaikan harapan KOPTARI, agar KWI menerbitkan Surat Gembala Menyongsong Tahun Hidup Bakti 2015.

Untuk para rama, suter dan bruder seuruh umat Keuskupan Agung Semarang saya sebagai Uskup Agung Semarang telah menerbitkan Surat Gembala Menyongsong Tahun Hidup Bakti, bertemakan “Betapa Indah Panggilan-Mu, Tuhan” (Baca juga: Tahun Hidup Bakti 2015: Surat Gembala Uskup Agung Semarang) yang dilengkapi dengan Doa Tahun Hidup Bakti 2015.  .

Minggu, 9 November 2015, perayaan Ekaristi diselenggarakan di Gereja Paroki Santo Matias Rasul, Kosambi, Jakarta untuk mendukung Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari (GOTAUS), yang dipimpin oleh Mgr. I. Suharyo bersama para Uskup se-Indonesia sebagai konselebran. Kesempatan tersebut digunakan juga untuk pemberkatan dan peresmian Taman Jalan Salib.

Gotaus dan bapak uskup di Kosambi

Misa GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh Seminari) bersama para Uskup Indonesia: Acara perayaan ekaristi digelar para penggiat GOTAUS bersama para Bapak Uskup Indonesia di Gereja Santo Matias Kosambi Baru, Jakarta Barat, Minggu 9 November 2015. GOTAUS adalah gerakan awam katolik yang peduli dengan kwalitas asupan gizi para seminaris di seluruh Indonesia dengan cara mencari dana untuk membantu pengembangan mutu gizi semua calon imam di seluruh seminari menengah di Indonesia. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Asian Youth Day 2017 di Manado

Pada Sidang Tahunan ini Senin, 10 November 2014, dibicarakan juga mengenai Asian Youth Day 2017. KWI telah pernah memutuskan, bahwa Indonesian Youth Day diselenggarakan di Manado pada tahun 2017. Oleh karena itu, perlu diputuskan apakah penyelenggaraan Asian Youth Day tersebut disatukan dengan Indonesian Youth Day pada tahun 2017.

Sidang Tahunan KWI 2014 berakhir pada Kamis, 13 November 2014, dengan keputusan-keputusan yang harus ditindakljuti sebagai program kerjanya. Sebagai penutup pada Kamis, 13 November 2017, jam 18.00 diselenggarakan perayaan Ekaristi syukur atas 90 tahun KWI di Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran, Jakarta Barat.

Untuk menindaklanjuti keputusan-keputusan Sidang Tahunan KWI 2014, Presidium KWI mengadakan rapat Presidium Jumat, 14 November 2015. Bila semua acara selesai, saya kembali ke Semarang Sabtu, 15 November 2014.

Kita bersyukur bersama Maria, bunda evangelisasi, yang telah menerima kabar sukacita dari malaikat Tuhan, dan mewartakan kabar sukacita itu pertama-tama kepada Elisabeth, dan selanjutnya kepada Gereja dan melalui Gereja kepada seluruh dunia. Sesuai dengan teladannya marilah kita semua bertekun dan setia menapaki jalan salib kehidupan, dan secara kreatif mengembangkan cara baru menjadi Gereja Katolik Indonesia, sehingga Gereja menjadi sukacita bagi dunia. Terpujilah Yesus Kristus kini dan sepanjang masa.

Demkianlah sekilas informasi mengenai Sidang Tahunan KWI 2014.

Salam, doa ‘n Berkah Dalem,
+ Johannes Pujasumarta

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply