Siapa Yang Buta?

Ayat bacaan: Yohanes 9:2
=====================
“Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”

pengemis buta, perkataan sia-sia

Ada seorang peminta-minta yang bungkuk punggungnya lewat di depan kampus tempat saya mengajar. Secara spontan, seorang siswa sambil tertawa berkata “waduh..sudah minta-minta, bungkuk pula.. apa ya dosa ibunya..” Saya terkesiap mendengar celetukannya. Memang tanpa sadar, namun tajam. Kenapa ibunya yang langsung disalahkan, kenal saja tidak. Merefleksikan hal tersebut pada kehidupan kita sehari-hari, kita pun sering secara tidak sadar mengeluarkan ucapan-ucapan yang secara tidak langsung menyakiti orang lain, menyudutkan dan menjatuhkan. Komentar-komentar yang selintas, sambil lalu, tanpa kita tahu kebenarannya.

Kejadian seperti ini pun pernah terjadi pada masa kehidupan Yesus di dunia. Pada suatu hari ketika Yesus sedang berjalan bersama murid-muridNya, lewatlah seorang pengemis yang buta sejak lahir. Melihat orang buta itu, murid-murid Yesus spontan bertanya kepadaNya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” (Yohanes 9:2). Bayangkan jika anda ada di posisi orang buta tadi, betapa sakit rasanya dikatai seperti itu. Orang buta itu tentu sudah menderita karena tidak bisa melihat. Bukannya di bantu, di sapa dengan ramah, atau diberi sedekah, tapi malah dikomentari. Tentu hal itu akan semakin menambah penderitaannya. “Kok sampai bisa buta begitu ya… apa karena dosanya atau orang tuanya..” Aduh, sakitnya mendengar komentar seperti ini, yang ironisnya datang dari murid-murid Yesus pula. Sepertinya murid-murid itu lupa bahwa mereka sendiri adalah manusia yang berdosa juga, dan belum tentu lebih baik dari si pengemis buta. Mengeluarkan komentar seperti ini menunjukkan bahwa mereka pun buta, buta secara rohani.

Menanggapi komentar murid-muridNya, Yesus memilih untuk melakukan sesuatu secara nyata. Kemudian Yesus pun menyembuhkan pengemis buta tadi sehingga dia bisa melihat, sesuatu yang belum pernah ia alami sejak lahir. Tidak hanya itu saja, Yesus pun berkata: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (ay 3). Pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia? Tidakkah itu luar biasa bagi seorang pengemis buta yang mungkin tidak ada yang peduli? Sebelum bertemu Yesus, hidup baginya hanyalah kegelapan, dia tidak berguna. Tiba-tiba dia mendapat perhatian, disembuhkan sehingga kini bisa melihat terang, bahkan dilibatkan dalam pekerjaan Allah! Ini sesuatu yang sungguh luar biasa.

Yesus berpesan bahwa kita harus melakukan pekerjaan Tuhan selama masih ada waktu dan kesempatan. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (ay 4). Jangan cuma bicara, apalagi membicarakan dosa orang lain, gosip, mengatai orang dan sebagainya, tapi mulailah mengambil tindakan nyata, selagi “hari masih siang”. Mengatai, menggosipkan atau membicarakan orang lain adalah sia-sia dan sama dengan memberi tuduhan palsu. Hal tersebut tajam adanya dan bisa sangat melukai. “Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.” (Amsal 25:18). Bentuk-bentuk perkataan yang tidak pada tempatnya itu pun sama halnya seperti menghakimi orang lain. Apa kata Yesus mengenai hal menghakimi? “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7:1-2). Daripada melakukan hal yang mendatangkan masalah bagi kita dan menyakiti orang lain, lebih baik kita mengambil tindakan nyata dengan memberkati orang lebih banyak lagi. Masih begitu banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan di ladang Tuhan, dan lakukanlah itu secara nyata selagi hari masih siang.

Ambil langkah positif dengan melakukan tindakan nyata untuk memberkati orang lain

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply