Siapa Yang Anda Cari?

Ayat bacaan: 2 Timotius 4:3
======================
“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.”

tujuan beribadah, renungan harian

Beberapa hari yang lalu ketika saya makan malam di sebuah warung, ada sekelompok anak muda yang juga sedang makan. Saya mendengar salah seorang dari mereka berkata, “besok gue mau lihat dulu siapa yang bawa nyanyian di gereja.. kalau nggak rame gue keluar aja..” Teman-temannya pun mengiyakan. Saya heran, mereka mau beribadah untuk mendengar firman Tuhan atau mau nonton konser? Saya pernah juga melihat sebuah lowongan pekerjaan untuk pendeta di internet yang isinya benar-benar aneh. Mereka mencari pendeta-komedian. Syarat yang dibutuhkan bukanlah seorang yang dipenuhi Roh Kudus dan terbeban untuk melayani, tetapi: “Must be very funny!! Please send copy of a cd or dvd.” Begitu takutnya gereja yang memuat lowongan itu kalau-kalau gerejanya sepi pengunjung, maka dia pun berusaha membuat gerejanya seperti klub humor.

Miris memang melihat hal-hal seperti di atas, dimana Yesus Kristus ataupun Roh Kudus tidak lagi menjadi subjek, ketika Tuhan tidak lagi menjadi tujuan satu-satunya untuk beribadah. Kita sering mendengar alasan atau keluhan jemaat seperti, “terang aja gue ngantuk, pendetanya boring abis gitu..” , “serius banget sih pak, humor dikit kenapa..” , “ah itu sih gue udah tau, bosen!” dan lain-lain. Atau dialamatkan pada worship leader, “jelek ah suaranya, fals, dan lain-lain. Ketika apa yang mereka dapati dalam ibadah tidak sesuai dengan keinginan alias tidak memuaskan keinginan telinga mereka, mereka pun seolah-olah menganggap tidak ada berkat di gereja itu. Suasana ibadah seolah-olah mati. Padahal apa yang kita cari ketika kita beribadah: Tuhan yang begitu luar biasa mengasihi kita atau pendeta pelawak dan pentas pertunjukan?

Hal seperti ini ternyata sudah diprediksi sejak jauh hari. Paulus telah menulis bahwa akan datang saatnya dimana orang tidak lagi fokus pada ajaran Tuhan, tapi mereka hanya mencari sesuatu yang bisa memuaskan keinginan telinga mereka. Padahal kita tetap bisa memetik pelajaran dari segala hal. Pendeta yang serius pun bisa membawa berkat buat jemaatnya, dan selalu ada hal-hal yang bisa menambah pengetahuan kita dari sesuatu yang telah kita ketahui sekalipun. Waspadalah iblis akan selalu mengaum-aum mencari mangsa (1 Petrus 5:8), dan akan memanfaatkan berbagai keinginan-keinginan daging kita untuk menjauhkan kita dari Tuhan.

Hati yang tulus mencari Tuhan, motivasi yang murni untuk beribadah akan membuat kita melembutkan hati untuk mendengar firman Tuhan, untuk memuji dan menyembah Tuhan dengan segala yang ada di diri kita. Siapapun yang kotbah, siapapun pemimpin pujian, itu bukanlah prioritas utama, karena Tuhan tetap hadir disana. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”(Mat 18:20). Tuhan bisa melakukan sesuatu dalam ibadah, melalui siapapun. Kita harus selalu menjaga tujuan utama kita untuk beribadah, yaitu untuk mencari dan bertemu Tuhan, bukan hal lain. Berkat akan selalu hadir buat anda dan saya dalam beribadah, siapapun yang melayani.

Mencari dan bertemu Tuhan adalah yang terpenting dalam beribadah

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment