TUHAN menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia agar manusia dapat memilih jalannya sendiri secara bijaksana dalam menapaki penziarahan hidup.


Dalam menjalani hidupnya, ada orang yang memiliki prinsip: karena hidup hanya sekali saja, maka harus dinikmati sepuas-puasnya, tidak peduli akan laranganNya. Mereka beranggapan bahwa masih banyak waktu untuk melakukan pertobatan, saat sekarang lebih baik digunakan untuk mereguk manisnya madu kehidupan.


Namun ada juga yang selalu bersikap waspada dan berjaga-jaga. Mereka mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan; mengisi hari-harinya dengan tekun berdoa, berbuat baik, menebarkan kasih dan pengampunan, melayani sesama dengan tulus.


Mana yang akan kita pilih?


Sadari bahwa hidup di dunia hanya sementara. Tujuan akhir kita adalah untuk hidup berbahagia selamanya bersama Tuhan di dalam kerajaanNya. Mari tumbuhkan semangat kesiapsiagaan dalam menanti kedatanganNya, jangan menunda-nunda pertobatan agar kita dalam keadaan layak saat Ia memanggil kita.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.