Setia Mengandalkan Tuhan Yohanes 5:1-16


KETIKA Yesus datang ke kolam Betesda, didapatiNya seorang pria yang sudah tiga puluh delapan tahun terbaring sakit di tepi kolam. Tidak ada seorang pun yang tergerak hatinya untuk mengangkat dan menurunkan dia ke dalam kolam. Hanya Yesus yang datang menyapanya dan menawarkan kesembuhan. Dengan sabdaNya, Ia memulihkan orang tersebut.


Saat kita terbelit di dalam pusaran permasalahan, yang melumpuhkan kita dan menyeret kita masuk ke dalam samudra penderitaan dan kesengsaraan, hendaknya kita jangan menyerah dan merasa putus asa. Datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati, dan mohon belas kasihNya, Ia adalah penolong kita dalam kesesakan. Bersatu dengan Dia, kita akan memperoleh kekuatan dan kesegaran.


Tetaplah tekun membina relasi yang akrab denganNya dan setia menapaki jalanNya, meski kita merasa bahwa Tuhan seolah membisu. Jangan batasi karyaNya dengan memaksakan keinginan kita yang belum tentu selaras dengan rencanaNya, melainkan perkenankan Ia bekerja seturut kehendakNya. Percayalah bahwa Tuhan tidak tinggal diam, Ia sangat peduli kepada kita; pada saatNya, Ia pasti bertindak.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: