Setia Mengamalkan KebenaranNya


PEMUKA agama bangsa Yahudi terusik dengan kehadiran Yesus yang mewartakan kebenaran. Mereka tidak menyukai Yesus dan berusaha untuk menangkap dan menyingkirkan Dia. Namun Yesus tak gentar menghadapi ancaman mereka, Ia terus memberitakan Injil untuk melaksanakan kehendak Bapa.


Di sekitar kita banyak orang yang hidup menurut kehendaknya masing-masing. Mereka tak segan-segan merugikan bahkan mencelakai orang yang mereka anggap penghalang, demi terpenuhinya kepuasan dan ambisi pribadi. Sebagai murid Yesus, hendaknya kita tidak terpengaruh atau tercemar sedikitpun oleh cara hidup seperti itu. Kita harus tetap hidup di jalan kebenaranNya meski banyak mengalami ejekan, hinaan dan intimidasi. Ingatlah bahwa tujuan hidup kita adalah untuk bersatu bersamaNya kelak di dalam kerajaan surga.


Tuhan memanggil kita tidak hanya untuk menyuarakan kebenaran saja, namun terutama adalah untuk menghayati dan mengamalkan kebenaran di dalam keseharian hidup kita. Mari tanggapi panggilannya dengan berjuang untuk hidup kudus. Imani Dia sebagai jalan keselamatan dan mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan untuk mengatasi semua hambatan yang ada dengan tetap setia memancarkan kasihNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply