Serangan Jantung, Momok Mematikan untuk Para Pastor

Romo Cypri Menti CSsRDALAM  sepekan terkahir ini saja, sudah ada 4 pastor (imam) meninggal dunia karena sakit. Utamanya adalah penyakit serangan jantung. Sabtu tanggal 15 November 2014 pekan lalu, serangan jantung merenggut nyawa Pastor Nus Halek Pr dari Keuskupan Atambua di Timor Barat, NTT. Masih muda dan belum genap 40 tahun, tapi serangan jantung fatal membuat almarhum yang […]

Romo Cypri Menti CSsR

DALAM  sepekan terkahir ini saja, sudah ada 4 pastor (imam) meninggal dunia karena sakit. Utamanya adalah penyakit serangan jantung.

Sabtu tanggal 15 November 2014 pekan lalu, serangan jantung merenggut nyawa Pastor Nus Halek Pr dari Keuskupan Atambua di Timor Barat, NTT. Masih muda dan belum genap 40 tahun, tapi serangan jantung fatal membuat almarhum yang masih bergiat berpastoral terpaksa pergi cepat menghadap Yang Kuasa.

Disusul kemudian, Pastor Cypri Benu Pr –juga dari Keuskupan Atambua– yang konon juga meninggal mendadak karena serangan jantung, tak lama setelah pulang dari ziarah bersama rombongan keluar negeri. Alm. Pastor Cypri Benu meninggal di sebuah rumah sakit di Jakarta, Kamis petang tanggal 27 November 2014 kemarin.

Jenazah alm. Pastor Benu disemayamkan di Gereja St. Yakobus Kelapa Gading di Jakarta Utara untuk kemudian Jumat (28/11) dinihari diterbangkan ke Kupang dan berlanjut kemudian ke Keuskupan Atambua.

Dalam sepekan saja, Keuskupan Atambua yang dipimpin Bapak Uskup Mgr. Dominikus Saku harus kehilangan dua pastor diosesnya. Itu berarti ‘pasukan pastoral’ keuskupan kehilangan dua gembalanya.

Mati ya berarti semua karya pastoral yang dulunya diemban oleh kedua almarhum pastor tersebut untuk sementara ‘berhenti’ sampai ada pengganti atau penerusnya. Tapi, marilah kita berhitung: berapa investasi waktu, uang, tenaga untuk ‘menghasilkan’ kedua pastor tersebut?

Dari segi tahapan studi saja sudah makan waktu 6-8 tahun pasca pendidikan seminari menengah untuk kemudian siap ditahbiskan dan berkarya. Luar biasa panjang dan ‘mahal’

Di Sumba dua pastor meninggal

Pada hari Kamis kemarin, di Pulau Sumba dimana Keuskupan Weetebula berada juga terjadi kematian mendadak. Dua pastor yang berkarya pastoral di Keuskupan Weetebula meninggal karena serangan jantung.

Alm. Pastor Michael Ambong SVD sudah berusia lanjut, namun masih tetap berkarya di Pulau Sumba. Hari Jumat tanggal 28 November 2014 ini, jenazah Pastor Ambong akan diterbangkan ke Flores dan dimakamkan di sana.

Lalu ada lagi Pastor Cypri Menti Leyn CSsR yang juga terkena serangan jantung.

Menurut penuturan salah satu rekan se-Kongregasi CSsR di Sumba, alm. Pastor Cypri Menti Leyn CSsR sudah lama mengidap sakit jantung dan sudah pasang ring sebanyak delapan biji sejak kurun waktu enam bulan lalu.

Terakhir, alm. Pastor Cypri Menti Leyn tingggal di rumah Delegatus Sosial Keuskupan Weetebula di Waikabukak di Sumba Barat Daya. “Setelah makan siang kemarin, beliau kembali ke kamarnya di lantai atas. Menjelang makan malam, rekan-rekan iman menunggu beliau mengapa tidak turun-turun. Dan beliau sudah meninggal dunia ketika rekan-rekan imam mendatangi almarhum di kamarnya,” terang salah satu rekan pastor CSsR.

Momok mematikan

Dua pekan lalu, persis di hari terakhir Sidang Tahunan 2014 KWI, Bapak Uskup Tanjung Karang Mgr. Yohanes Harun Yuwono juga terkena serangan jantung mendadak saat makan pagi bersama para kolega Uskup di Wisma KWI di Jl. Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat.

Gejala serangan jantung Mgr. Harun diketahui saat beliau mandi pagi jam 05.00, ketika tiba-tiba beliau mengeluhkan dada bagian kiri sakit nyeri dan tiba-tiba keluar keringat dingin dengan ‘bentuk seperti butiran-butiran jagung di sekujur tubuhnya dan terutama di bagian wajah.

Beliau lalu beristirahat di kamar tidurnya untuk ‘menenangkan’ diri.

Pas waktu makan pagi bersama para kolega Uskup, tiba-tiba Mgr. Harun mengalami hal sama dan langsung duduk ‘diam’ tak bergerak. Oleh para Uskup, Mgr. Harun lalu dibawa ke RS Abdi Waluyu Menteng dan diputuskan kabar: serangan jantung, masuk ICCU, dan harus segera dipasang ring.

Puji Tuhan, sekarang Mgr. Harun sudah kembali ke Tanjungkarang untuk masa pemulihan.

Pantangannya jelas: tidak boleh merokok.

Sebelumnya, pastor diosesan KAJ Romo Ferdinandus “Anto” Kuswardianto Pr juga terkena serangan jantung. Setelah beberapa hari dirawat di unit ICCU, pastor eksentrik dan kreatif ini akhirnya meninggal dunia.

Beberapa waktu sebelumnya sejumlah pastor dan bahkan Uskup pun juga meninggal dunia karena terkena serangan jantung.

Uskup Agung Keuskupan Agung Banjarmasin Mgr. Sului MSF meninggal dunia di Jakarta saat dilakukan operasi pemasangan ring untuk mengatasi penyakit jantungnya.

Lalu, dosen KS Seminari Pineleng Romo Made Wiasa  Pr yang meninggal karena serangan jantung sesaat sebelum pesta jubelium Uskup Amboina Mgr. PC Mandagi MSC di Ambon.

Berikutnya adalah Romo Yosef Lalu –mantan Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik KWI– yang meninggal dunia di Jakarta ketika usai memberikan seminar di sebuah paroki di Jakarta. Selepas meninggalkan jabatannya di KWI, alm. Romo Yosef Lalu Pr ‘pulang mudik’ ke Keuskupan Agung Ende darimana dulu almarhum berinkardinasi.

Yang paling fenomenal tentu saja meninggalnya Rektor Seminari Mertoyudan: Pastor Ignatius Sumaryo SJ yang tiba-tiba jatuh terkena serangan jantung saat mengikuti lomba lari  di Jakarta untuk tujuang penggalangan dana untuk pendidikan seminari. Pastor kelahiran Gondang, Klaten ini meninggal dunia di sebuah RS di Jakarta.

Lalu Pastor Herman Kaawoan –dosen Hukum Gereja di Seminari Pineleng, Manado– meninggal di Ambon.

Romo Tarsis OFMCap di Nias juga meninggal karena serangan jantung dan Romo Alfons Sebatu Pr yang terkena serangan jantung usai bermain basket bersama OMK Keuskupan Bogor.

Jadi, para pastor marilah lakukan pola hidup sehat.

Kredit foto: Almarhum Pastor Cypri Menti Leyn CSsR. (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply