Sequence (3)

(sambungan)

Jika kemarin saya sudah menulis bahwa mengetahui bunyi Firman-firman Tuhan di dalam Alkitab sangat penting, adalah penting juga bagi kita untuk memastikan bahwa pikiran dan perasaan (mind and heart) kita harus selaras berjalan dalam koridornya Tuhan. Peringatan akan pentingnya hal ini sudah disebutkan dalam Filipi 2:5 yang bunyinya: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”. Seperti yang saya sampaikan dalam beberapa renungan terdahulu, ada hubungan antara pikiran dan perasaan dimana kondisi salah satu atau keduanya bisa sangat menentukan perjalanan pertumbuhan keimanan kita. Tidak menjaga salah satu atau keduanya, atau ketika keduanya tidak selaras dalam ketetapan Tuhan, kita pun bisa mengambil langkah yang salah dalam setiap sekuens. Karena itu pikiran dan perasaan harus sejalan, dan menuju kepada kebenaran. Selaraskan dengan Yesus Kristus, lantas pelihara dengan memiliki damai sejahtera Allah (bacalah Filipi 4:7).

Sekarang, bagaimana jika kita sudah terlanjur mengambil langkah yang keliru? Kerugian baik kecil maupun besar akan menjadi bagian kita, itu pasti. Tapi kabar baiknya, Tuhan masih membuka kesempatan bagi kita untuk memperbaiki sebelum lebih banyak lagi sekuens yang hancur yang bisa membawa kerugian yang lebih besar. Pernah suatu kali ketika saya mengambil keputusan yang keliru dan menderita kerugian finansial cukup besar, Tuhan berkata dalam hati saya bahwa Dia adalah “The God of second chance.” Artinya Tuhan memberi kesempatan dan siap memulihkan kita. Tidak lama berselang saya mengalami langsung pemulihan yang luar biasa, sehingga saya tidak harus menanggung kerugian besar akibat satu sekuens yang salah itu. Dalam Mazmur itu disebutkan dengan jelas. “Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku” (Mazmur 40:1-2). Jadi ketika anda terperosok dan meminta (menantikan) pertolongan Tuhan, Tuhan bisa mengangkat kita keluar, meski dari kerugian yang tampaknya sulit untuk dilepaskan karena melengket bagai lumpur rawa, dan kemudian menempatkan kita di atas bukit batu agar kita bisa kembali mengambil langkah mantap dalam sekuens selanjutnya. Meski kita bisa mengalami kesalahan langkah dalam suatu ketika, Tuhan selalu siap membuka kesempatan bagi kita untuk berbalik dan kemudian memulihkan kita. That’s how amazing and full of love He is to us.

Sebuah kehidupan berjalan dalam sebuah sekuens yang bersambung, saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Salah satu sekuens akan memberi pengaruh besar pada sekuens berikutnya. Jika anda menunda satu sekuens, itu artinya anda memperlambat sekuens selanjutnya untuk terjadi. Jika anda melakukan kesalahan dalam banyak sekuens, anda bisa membayangkan berapa besar kerugian yang bisa anda derita. Anggaplah setiap sekuens ini sebagai bagian dari perlombaan lari, dimana satu sekuens diisi dengan satu ayunan kaki dan tangan, maka setiap ayunan itu akan menentukan bagaimana anda mencapai garis akhir. Perbaiki segera sekiranya sekuens anda saat ini berisi pengambilan keputusan yang keliru dan kembalilah segera sesuai jalan yang benar. Pekalah terhadap suara Tuhan, hindari segala hal yang bisa membuat anda sulit mendengar suaraNya seperti ketakutan, rasa panik, ragu  dan berbagai hal yang masih belum dibereskan, dan isilah setiap sekuens dengan langkah yang benar. Make sure to make the right decision in every sequence, because it will affect the next one all the way to the finish line.

Isi setiap sekuens kehidupan anda dengan benar agar bisa mencapai akhir sesuai rencana Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: