Seperti Kaki Rusa

Ayat bacaan: Mazmur 18:33-34========================”Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit”Beberapa waktu kemarin saya kebetulan menont…

Ayat bacaan: Mazmur 18:33-34
========================
“Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit”

Beberapa waktu kemarin saya kebetulan menonton sebuah acara tentang hewan predator di Afrika. Dalam sebuah adegan terlihat rusa yang lemah diincar oleh seekor singa. Singa ini secara perlahan memperpendek jaraknya dengan rusa, dan ketika merasa jaraknya sudah cukup, singa betina itu segera berlari sekencang-kencangnya menuju rusa. Rusa malang ini pun kaget dan langsung lari secepat mungkin. Kalau biasanya singa mampu mengatasi kecepatan mangsanya, kali ini si rusa ternyata cukup beruntung karena ia berhasil menghindar. Entah kenapa singa itu memperlambat laju dan kemudian berhenti dan rusa tersebut selamat. Ia terus lari dengan kaki yang anggun bagai lompatan balerina.

Selain punya langkah yang panjang dengan keempat kaki lentik, rusa bisa melompat tinggi untuk mendaki perbukitan. Jalan terjal berbatu bukanlah masalah bagi seekor rusa untuk bisa mencapai puncak bukit, sebuah lokasi yang jauh lebih aman dari kejaran binatang-binatang buas. Rusa termasuk hewan yang lemah dan selalu menjadi incaran predator-predator buas, tetapi kekuatan kakinya untuk berlari dan melompat jauh bisa membuatnya punya senjata untuk menghindari serangan.

Dalam hidup kita sering mengalami situasi yang mirip. Memang bukan berhadapan dengan singa atau predator lain, tetapi sebagai manusia kita ini lemah dan rentan mendapat serangan dari segala sisi. Berbagai deraan masalah sering mengancam kita bagai binatang-binatang buas yang siap menerkam. Jalan yang kita lalui dalam hidup pun seringkali tidak mulus. Jalan yang tidak rata, terjal, berliku dan berbatu-batu sangat melelahkan untuk dilewati. Seandainya kita punya kaki seperti rusa, kita tentu akan bisa lebih kuat dan lebih lincah untuk mendaki jalan berbatu untuk sampai dengan selamat di atas bukit. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita akan hal ini, yang menariknya dihubungkan dengan rusa seperti ilustrasi hari ini.

Kita bisa membacanya dalam Mazmur. “Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit” (Mazmur 18:34). Ayat yang kurang lebih sama bisa kita dapati dalam kitab lainnya. “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” (Habakuk 3:19). Dari kedua ayat ini kita bisa melihat bahwa kita bisa mengandalkan Tuhan yang siap membuat kita bagai rusa, mampu berjejak di bukit terjal, melewati jalan berbatu dan terus melompat untuk bisa mencapai puncak bukit. Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan kita yang terbatas, cepat atau lambat kita akan menyerah kalah oleh kesulitan-kesulitan hidup. Kita tidak akan mampu keluar dari beban persoalan jika hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Tetapi Tuhan tahu batas kemampuan kita. Ketika kita sendiri tidak mampu, Tuhan siap menjadi jawaban. Dia mampu membuat kaki-kaki kita lincah dan kuat seperti rusa untuk mampu melewati jalan berbatu dan terjal dan sampai di atas bukit.

Di atas bukit menggambarkan sebuah tempat di mana masalah tidak lagi mampu menyulitkan kita. Dalam Yesaya dikatakan di tempat tinggi itulah rumah Tuhan akan berdiri tegak.  “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya 2:2-3). Kalau kita bca di dalam 1 Korintus 3:16, rumah Tuhan atau bait Allah itu berbicara mengenai diri kita. Jadi apa yang dijanjikan Tuhan adalah sebuah pertolongan yang akan memampukan diri kita untuk meloncat dengan lincah melewati batu-batu masalah untuk sampai di atas bukit dimana kita bisa tegar berdiri tanpa terganggu lagi oleh situasi dan kondisi.

Terus latih kehidupan rohani kita agar semakin meningkat dan terus tumbuh. Teruslah menapak naik, terus kenali Tuhan lebih jauh dan lebih dekat lagi. Semakin tinggi kita berada, semakin sulit pula bagi masalah untuk menggoyahkan kita. Sungguh kita membutuhkan firman Tuhan agar kita mampu melangkah maju. Di tempat tinggi kita berdiri tegak, tidak mudah terseret ke dalam hal-hal yang sifatnya duniawi, tidak mudah goyah meski digoyang masalah berat sekalipun. Di tempat itulah kita akan mampu mendirikan rumah Tuhan yang kokoh dan tahan terhadap goncangan apapun. Di tempat tinggi itu kita akan mampu berkata: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18). Andalkanlah Tuhan. Dia siap menjadikan kaki kita seperti kaki rusa yang mampu naik hingga berdiri tegak di atas bukit.

Tidak akan pernah cukup jika mengandalkan diri sendiri, tapi bersama Tuhan kita akan mampu mengatasi apapun

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply