Seperti Apakah Gerakan Tahun Syukur KAJ 2015? (2)

Komsos KAJINILAH Sasaran prioritas Program Karya 2015. (Baca juga: Seperti Apakah Gerakan Tahun Syukur KAJ 2015? (1) Gerakan Tahun Syukur 2015 di KAJ akan mencakup: A. Gerakan Evaluasi dan Refleksi. Pada tahun 2015, umat KAJ diharapkan melakukan evaluasi dan refleksi sejauh mana lima prioritas cara (pastoral berbasis data, pemberdayaan umat basis Lingkungan dan komunitas kategorial, pastoral […]

Komsos KAJ

INILAH Sasaran prioritas Program Karya 2015. (Baca juga: Seperti Apakah Gerakan Tahun Syukur KAJ 2015? (1)

Gerakan Tahun Syukur 2015 di KAJ akan mencakup:

A. Gerakan Evaluasi dan Refleksi.

Pada tahun 2015, umat KAJ diharapkan melakukan evaluasi dan refleksi sejauh mana lima prioritas cara (pastoral berbasis data, pemberdayaan umat basis Lingkungan dan komunitas kategorial, pastoral kontekstual, kerasulan awam, dan kaderisasi pelayan pastoral) mampu mencapai sasaran kemudian mensyukurinya; seraya terus mengupayakan hal tersebut (beriman, bersaudara, berbela-rasa) sebagai cara hidup setiap orang beriman.

Evaluasi dan refleksi ArDasPas KAJ untuk kurun waktu 2011-2014 dapat dilakukan dengan cara memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang:

1. Gereja KAJ yang dicita-citakan:

  • Peristiwa, pengalaman, siapa yang membuat aku semakin kuat dalam beriman?
  • Bagaimana suasana persaudaraan dalam Gerejaku (paroki, lingkungan, komunitas)? Hal-hal apa yang merekatkan persaudaraan atau menyebabkan perpecahan?
  • Apa saja yang sudah dilakukan secara nyata oleh Gerejaku terkait pelayanan kepada masyarakat?

2. Pelayanan pastoral berbasis data:

  • Sejauh mana Paroki/Komunitas memiliki data umat/anggota? Berapa persen umat/lingkungan/wilayah sudah melengkapinya? Kendala apa saja yang dihadapi?
  • Apakah program-program Paroki/Komunitas direncanakan berdasarkan data umat? Sebutkanlah contoh konkretnya.

3. Pemberdayaan Lingkungan dan komunitas:

  • Apa saja program kerja konkret yang terkait dengan pemberdayaan Lingkungan/komunitas? Program apa yang sudah dilaksanakan? Program apa yang paling berhasil? Mengapa program tersebut berhasil?
  • Apakah kegiatan selama berlangsungnya ArDasPas mampu mendorong Lingkungan/komunitas untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan menggereja?
  • Apakah program kerja tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar

4. Karya-karya pastoral kontekstual:

  • Sebutkan program kerja unggulan di Paroki/Komunitas Anda yang sesuai dengan kebutuhan umat dan masyarakat sekitar. Apakah program itu berhasil? (Indikator keberhasilan: keterlibatan umat dan besarnya manfaat.)
  • Apakah program kerja unggulan tersebut berlangsung secara berkelanjutan?

5. Pengembangan kerasulan awam (dalam Gereja maupun masyarakat):

Apakah ada program yang berhubungan dengan kerasulan awam? Apa bentuk programnya? Apa dampak dari program tsb.?

6. Kaderisasi pelayan pastoral :
Apakah ada program kaderisasi pelayan pastoral? Apa bentuk programnya? Apa dampak programnya?

B. Menyelenggarakan program berkelanjutan untuk mengembangkan pelayanan/kerasulan awam

Itu dilaksanakan dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan (sesuai rekomendasi Temu Pastoral KAJ tahun 2014), misalnya:

  • Pembekalan untuk umat yang terlibat dalam kegiatan masyarakat sekitar tempat tinggal (pengurus RT/RW, pengurus Posyandu, dll.)
  • Pembekalan bagi umat berprofesi tertentu (paramedis, guru, dsb.) dalam meningkatkan kualitas pelayanannya.
  • Pembekalan kepada umat agar mereka mampu terlibat dalam kegiatan-kegiatan melestarikan lingkungan hidup bersama warga masyarakat sekitar.

C. Menyatakan kaderisasi awam sebagai kebijakan paroki

Ini agar berbagai kelompok gerakan awam itu terwadahi dalam struktur kegiatan Paroki, terutama bagi Orang Muda Katolik (OMK) dan pemimpin komunitas tingkat basis (pengurus Lingkungan) misalnya:

  • Memilih orang yang tepat untuk menjadi pendamping orang muda (pengurus Seksi Kepemudaan yang berjiwa muda).
  • Menyelenggarakan kaderisasi kaum muda agar mampu melibatkan diri dalam bidang-bidang sosial kemasyarakatan, baik pada tingkat Paroki, Dekenat maupun Keuskupan. (Baca juga: Satukan Semangat Misioner Penggiat Komsos Parokial se-KAJ)
  • Mendorong agar setiap kegiatan bersama menyertakan OMK sebagai upaya menghidupkan gerakan OMK.
  • Menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan kaderisasi pengurus Lingkungan untuk menjamin kualitas pelayanan Pastoral pada tingkat basis.

Langkah-langkah Implementasi Tahun Syukur 2015

Untuk mencapai Sasaran-sasaran Prioritas tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

  1. Dewan Karya Pastoral (DKP) menerbitkan, menyosialisasikan, dan memonitor Kerangka Acuan “Gerakan Tahun Syukur 2015” kepada paroki-paroki dan komunitas-komunitas.
  2. DKP merencanakan puncak perayaan Tahun Syukur 2015 tingkat Keuskupan.
  3. Paroki dan Komunitas merencanakan program kerja tahun 2015 dengan menggunakan Kerangka Acuan “Gerakan Tahun Syukur 2015”.
  4. Paroki dan Komunitas menyerahkan program kerja tahun 2015 kepada DKP paling lambat 31 Desember 2014.
  5. Paroki dan komunitas menyerahkan hasil evaluasi dan refleksi atas perjalanan ArDasPas 2011-2015 kepada DKP paling lambat 31 Mei 2015. Bila diperlukan, Dewan Paroki Harian dapat membentuk Tim Penggerak Tahun Syukur 2015.

Jakarta, 13 September 2014

Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta

  • Rm. Samuel Pangestu Pr (Ketua Umum/Vikjen KA)
  • Rm. Hieronymus Sridanto Pr (Sekretaris Umum)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply