Sepasang Telinga untuk Mendengar

Ayat bacaan: Yesaya 42:20
====================
“Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.”

telinga, fungsi telinga, mendengar

Apa fungsi telinga? Tentulah untuk mendengar. Begitu pentingnya telinga, sehingga Tuhan menciptakan bukan hanya satu, tapi dua dan diletakkan di sebelah kiri dan kanan. Sudah begitu lengkapnya Tuhan menciptakan kita, tapi seringkali kita tidak memanfaatkan kedua belah telinga yang telah disediakan Tuhan bagi kita untuk bisa mendengar. Bagai masuk kiri keluar kanan, seolah-olah dari telinga kiri ke kanan hanyalah berisi sebuah terowongan kosong bebas hambatan. Baru-baru ini saya menegur siswa-siswa saya karena mereka tidak mendengar baik-baik kapan batas waktu pengumpulan tugas. Enam orang, enam pasang telinga, dua belas buah, namun tidak satupun mendengar dengan baik apa yang saya katakan. Ada begitu banyak pengajaran dari orang tua, saudara, teman-teman yang sangat baik untuk dijadikan bekal hidup, namun hanya sedikit yang mau mendengar, semakin sedikit pula yang dipraktekkan. Akibatnya ada banyak orang yang akhirnya menyesal dalam hidup karena tidak mendengar petuah orang tua atau orang-orang lain yang bijaksana. Sering mendengar kotbah, namun besoknya sudah lupa. Itupun menjadi kebiasaan banyak orang.

Lihatlah bagaimana Tuhan menegur bangsa Israel yang dikatakan buta dan tuli. “Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.” (Yesaya 42:20). Ternyata sudah dari dulu telinga yang diberikan Tuhan tidak difungsikan dengan benar. Kalau mundur lebih jauh, sejak Adam dan Hawa pun masalah ini sudah terjadi. Tidak heran jika Yesus berulang kali menyatakan “barang siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” dalam berbagai kesempatan. Selama saya aktif menulis renungan, saya menyadari betapa Tuhan terus menerus berbicara pada kita memberitahukan banyak hal. Menjaga, mengingatkan bahkan menegur kita. Namun terkadang kita terlalu sibuk dalam hal-hal lain untuk mau mendengar perkataanNya. Yang rugi tentu kita sendiri. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan tiba masanya dimana kita tidak lagi punya kesempatan untuk mendengar dan memperbaiki diri. Akibatnya kita pun bisa menderita kematian kedua. Inilah yang diingatkan kepada jemaat di Smirna dalam kitab Wahyu. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” (Wahyu 2:11).

Telinga boleh sama-sama ada, namun hanya sedikit yang mau mendengar dengan sungguh-sungguh dan lebih sedikit lagi yang mau melakukan. Dalam Amsal dikatakan “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan” (Amsal 1:5). Adalah bijak jika kita mau mendengar, belajar dari pengalaman dan petuah orang-orang yang lebih bijaksana dari kita sehingga kita bisa menambah ilmu dan mendapatkan berbagai masukan yang berguna sebagai bekal pertimbangan dalam menghadapi hidup. Disamping itu, ada Roh Kudus yang terus membimbing, menegur atau menasehati kita dalam melangkah. Semua itu penting agar kita bisa hidup sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan Tuhan. Haruskah kita mengabaikan semua itu dan akhirnya menyesal di kemudian hari? Jangan sampai teguran keras Tuhan “Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!” (Yesaya 42:18) bagi orang Israel Dia katakan juga kepada kita. Sekali lagi, kita sendirilah yang akan menderita kerugian jika kita mengabaikan untuk mendengar. Hari ini, marilah kita mulai melembutkan hati untuk mendengar sebelum terlambat. “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Ibrani 4:7b). Tuhan sudah menyediakan sepasang telinga yang berfungsi baik, jangan sia-siakan pemberian Tuhan ini. Cepatlah mendengar (Yakobus 1:19) agar kita terhindar dari berbagai jerat yang bisa mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Don’t be ignorance, listen carefully to every word He says

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply