Senyuman Duchenne

Ayat bacaan: Amsal 17:22
=====================
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

senyuman Duchenne

Selalu menyenangkan mendengar lagu-lagu yang inspiratif berisi kata-kata bijak. Salah satunya adalah mengenai pentingnya untuk selalu tersenyum meski dalam kesusahan sekalipun. Pagi ini saya menulis sambil ditemani lagu “Smile and the World Smiles with you” dan lagu karangan Charlie Chaplin yang sudah sangat terkenal berjudul “Smile”. “Smile though your heart is aching, smile even though it’s breaking..you’ll see the sun come shining through, if you just smile..” demikian bunyi penggalan liriknya. Sungguh indah, dan saya pun memulai pagi dengan sebuah senyum.

Betapa pentingnya sebuah senyum dalam kehidupan kita. Ada banyak penelitian yang sudah dilakukan mengenai senyum dan semuanya mengarah kepada kesimpulan yang sama: bahwa sebuah senyum mampu menyehatkan dan memperpanjang umur. Ada sebuah penelitian yang pernah saya baca mengatakan bahwa senyum yang benar-benar berasal dari hati atau disebutkan sebagai a genuine smile ternyata dapat memperpanjang usia manusia 7 tahun. A genuine smile biasanya digambarkan dengan sebuah senyuman lebar dengan lipatan di sekitar mata, bukan sebuah senyum tipis ala kadarnya. Penelitian dilakukan atas 230 pemain baseball yang dicetak pada tahun 50’an. Hasilnya menyebutkan bahwa dari 184 artis yang sudah meninggal dan berada dalam kategori tidak tersenyum memiliki usia rata-rata 72.9 tahun. Yang tersenyum sedikit memiliki usia rata-rata 75 tahun, sedang yang tersenyum lebar mampu mencapai usia rata-rata 79.9 tahun. Dalam jurnal disebutkan bahwa harapan hidup ekstra hanya terlihat pada para atlit yang benar-benar tersenyum, bukan sekedarnya, dan senyum ini disebutkan dengan Duchenne Smile. Nama Duchenne sendiri diambil dari nama seorang ahli saraf asal Perancis Guillaume Duchenne yang pernah meneliti senyum secara mendetail pada abad ke 19. Senyuman Duchenne yang juga disebut genuine smile ini adalah senyum yang tarikan mulutnya mampu menggerakkan otot-otot mata, tidak berhenti hanya pada lengkungan bibir saja.

Penelitian lain yang pernah saya baca adalah mengenai dua orang biarawati, Cecilia dan Marguerite. Sikap positif dan hidup dalam kegembiraan dimiliki oleh suster Cecilia, sedangkan yang satunya tidak menampakkan ekspresi kegembiraan. Dan hasilnya sungguh berbeda. Ketika suster Marguerite mendapat serangan stroke pada usia 59 dan kemudian meninggal, suster Cecilia masih hidup pada usia 98 dan dilaporkan tidak pernah mengalami sakit. Ada banyak lagi penelitian sehubungan dengan senyum dengan hasil yang kurang lebih sama. Demikian pentingnya bagi kita untuk tersenyum, dan Firman Tuhan dalam Alkitab pun sudah menganjurkan hal yang sama sejak dahulu kala.

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22) Itu kata Firman Tuhan yang jelas mengatakan bahwa kegembiraan yang berasal dari hati mampu berfungsi sebagai obat yang manjur. Dalam pasal lain kita bisa menemukan ayat lainnya “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” (Amsal 15:13). Hati yang gembira akan mendatangkan senyum ceria, senyum Duchenne di wajah kita dan membuatnya berseri-seri. Senyuman seperti ini pun bisa mendatangkan kebahagiaan dan meningkatkan harapan hidup disamping bermanfaat bak obat yang manjur, sebaliknya kepedihan atau kepahitan hati bisa menjadi racun yang berbahaya bagi hidup kita. 

Tekanan hidup memang tidaklah mudah diatasi. Berbagai beban akan segera mencoba merampas kegembiraan dari hidup kita. Murung, depresi, cemas, takut atau stres jika semakin dibiarkan akan semakin menghilangkan senyuman dari wajah kita. Dan bukan itu saja, berbagai penyakit seperti stroke, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan sebagainya pun akan menyerang kita dan mempersingkat usia. Saya tidak menganggap hidup ini mudah. Tidak sama sekali. Saya pun mengalami kehidupan yang sama sekali tidak mudah sama seperti anda. Tapi ingatlah bahwa sukacita atau kegembiraan itu adalah pilihan. Artinya, apakah kita mau tetap bersukacita atau memilih untuk tenggelam dalam masalah dan depresi karenanya, itu semua tergantung dari pilihan dan keputusan kita. Sebuah sukacita sejati seharusnya tidak tergantung dari apa yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa? Karena sukacita sejati sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan karena keadaan sekitar. Lewat Nehemia Firman Tuhan berkata “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita  karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8:10b). Dalam Mazmur pun kita bisa membaca “dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:4). Kegembiraan atau sukacita sejati yang berasal dari Tuhan bahkan mampu menurunkan berkat-berkat Tuhan, memenuhi keinginan hati kita. Jika kita membaca dalam versi Bahasa Inggrisnya, kegembiraan dalam Tuhan ini bukan saja menjawab “what our hearts desire” tetapi juga mampu menggerakkan Tuhan untuk mengabulkan “secret petitions of your heart” alias keinginan-keinginan yang bahkan tidak kita sadari. Meski tekanan hidup sedang berat, atau anda sedang mengalami kejenuhan, kehilangan semangat, gairah atau mood hari ini, sukacita tidak sepatutnya hilang dari diri anda karena sebuah sukacita sejati sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan dari situasi yang sedang anda hadapi saat ini.

Sebagai anak-anak Tuhan seharusnya kita selalu dipenuhi senyum sukacita yang tulus (genuine) seperti senyuman Duchenne. Mengapa kita harus cemas, takut, depresi, stres, murung dan sebagainya ketika kita seharusnya hidup dalam pengharapan yang tidak akan pernah mengecewakan lewat kasih Allah yang telah dicurahkan oleh Roh Kudus seperti yang dijanjikan Tuhan dalam Roma 5:5? Paulus mengingatkan kita untuk terus bersukacita dalam Tuhan dalam segala hal, bahkan dalam himpitan beban sekalipun. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4). Jika anda merasa bahwa kegembiraan anda mulai dirampas oleh himpitan beban yang anda hadapi hari ini, ambillah keputusan untuk menghentikan kecemasan anda saat ini juga. Gantikan dengan janji-janji Tuhan dan kembalilah bersukacita. Memelihara perasaan kalut tidak akan membawa manfaat apa-apa selain menambah lebih banyak lagi masalah. Sudahkah anda bergembira hari ini? Sudahkan anda tersenyum? Sudahkah anda merasakan kebahagiaan karena kebaikan Tuhan nyata atas diri anda hari ini? Mari pancarkan kebahagiaan itu dengan sebuah senyuman yang berasal dari hati bersukacita. Are you ready? Let’s smile!

Let’s smile and be blessed

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: