Senyum Sejenak ala Keluarga Kristiani

SENYUMLAH sejenak Pikullah Salibmu Pulang dari Gereja Minggu pagi seorang suami sangat gembira dan bersikap lemah lembut kepada isterinya yang kebetulan tidak ke Gereja. Ia selalu memandang isterinya dengan manis dan penuh simpatik. Isterinya jelas heran karena suasana dan sikap seperti ini tidak pernah terjadi selama ini. Yang biasa terjadi ialah sikap kasar, pandangan yang […]

funny-wedding-cake-topper01

SENYUMLAH sejenak

Pikullah Salibmu

Pulang dari Gereja Minggu pagi seorang suami sangat gembira dan bersikap lemah lembut kepada isterinya yang kebetulan tidak ke Gereja. Ia selalu memandang isterinya dengan manis dan penuh simpatik. Isterinya jelas heran karena suasana dan sikap seperti ini tidak pernah terjadi selama ini. Yang biasa terjadi ialah sikap kasar, pandangan yang tidak bersahabat dan tatapan tidak simpatik.

Belum habis rasa keheranan isterinya, tiba-tiba sang suami menggendong isterinya berkeliling keliling di ruangan dalam rumah itu.

Isteri berteriak, “Ada apa denganmu kog tiba-tiba berobah. Apakah Pastor tadi mengatakan dalam kotbahnya kasihilah isterimu atau menyuruh suami lebih lemah lembut dan bersikap romantis?

Suaminya dengan sedikit keras mengatakan, “Bukan, bukan itu. Pastor dalam kotbahnya tadi mengatakan, “Pikullah salibmu.”

 

Janji Pernikahan

funny-and-strange-wedding-cakes09

 

 

 

Malam sebelum pemberkatan pernikahan calon pengantin pria datang ke paroki menjumpai pastor yang akan memberkati. Setelah jumpa ia mengatakan, “Pastor ada permintaan khusus dari saya dalam pemberkatan nikah besok”

Dengan lembut pastor menjawab, “Oh silahkan”

Calon pengantin laki-laki itu mengutarakan, “Janji nikah besok bukan untuk seumur hidup hidup tetapi hanya satu tahun,”

Pastor dengan sedikit marah berteriak, “Tidak bisa. Sama sekali tidak bisa. Itu adalah hukum dan mustahil diobah.”

Sedikit senyum si calon itu membujuk bagaimana kalau saya kasih pastor lima juta,” Sang pastor berpikir sejenak dan kemudian mengangguk baiklah, saya setuju.

Besoknya dalam pemberkatan nikah, pastor mempersilahkan calon pengantin laki-laki membaca janji nikah dalam buku tata perayaan pemberkatan nikah.

Dengan semangat ia membaca, “Cyntio sobinoto puriharjo, hari ini saya menikahimu dan menjadi suamimu. Saya akan setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, se,,, se,,,, seumur hidupku. Wajahnya merah karena janji nikah yang tertulis di sana tidak berobah dan tetap seumur hidup.

Selesai upacara pemberkatan pernikahan ia datang ke sakristi dan marah ke pastor. “Kenapa pastor tidak menepati janji dan tidak konsisten dengan apa yang kita bicarakan tadi malam. Apakah pastor lupa mengobah janji nikah itu padahal suda saya kasih lima juta,”

Dengan tenang pastor mengatakan, “Saya sama sekali tidak lupa. Hanya isterimu memberi saya sepuluh juta,”

 

Ganti semuanya

Satu Minggu sebelum pemberkatan nikah calon pengantin perempuan menelepon percetakan yang mencetak undangan. Ia mengatakan, “Apakah masih bisa diganti,”

Pegawai percetakan itu menjawab, “Oh masih bisa. Apa saja yang perlu diganti?”

Calon pengantin perempuan itu mengatakan, “Tanggal pernikahan diganti. Waktu diganti. Tempat resepsi diganti. Dan paling penting calon pengantin laki-laki juga diganti.”

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply