Senyum itu Penting dalam Pelayanan, Kata Dubes Vatikan kepada Calon Imam STT Pastor Bonus Pontianak

Foto bersama Mgr. Piero Pioppo dan Mgr. Agustinus Agus.

SENJA itu cuaca di Bumi Khatulistiwa terlihat murung. Sang Surya sudah mulai enggan menampakkan wajahnya dan bersembunyi di balik awan-gemawan menggumpal nan pekat.


Deru bunyi ‘pekikan’ halilintar terdengar sambar-menyambar terasa memekakkan telinga. Deru guruh juga terdengar sabung-menyabung, namun semua itu seolah-olah mau ‘bersorak-sorai’ ingin menyambut datangnya tamu agung: Nuntio Dubes Vatikan untuk RI “The Smiling” Mgr. Piero Pioppo.


Itu terjadi di hari Minggu,  11 Maret 2018 di Seminari Tinggi Interdiosesan Antonino Ventimiglia Pontianak. Kunjungan Nuntio ke Seminari ini terjadi pertama kalinya dalam rangka pemberkatan Gereja Katolik MRPD Pancasila Pontianak. 

Sambutan dari Pastor Nances CP dan Frater Heri.

Sambutan hangat


Para pastor dan frater dari tiga rumah studi siap menyambut kedatangan wakil Paus tersebut di Kapel Sang Pamanih. Para frater teologan mahasiswa STT Pastor Bonus (yang berada di  satu kompleks dengan Seminari Tinggi Interdiosesan Antonino Ventimiglia) adalah para frater calon imam dari keuskupan-keuskupan di Kalimantan dan Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum, Kongregasi Santo Paulus dari Salib-Passionis.


Para pastor dan frater Diosesan yang hadir antara lain dari:

Para imam dan frater Keuskupan Sintang: Pastor Robertus Ambrosius DM, Pastor Samuel, Fr. Yulianus Uton, Fr. Theobaldus Lusianus Kasino, Fr. Heri Bertus Iko, Fr. Yuventius Leo Rigby, Fr. Awan Botan.Keuskupan Agung Pontianak: Pastor Yosef Maswardi, Fr. Valerius Hilarion Tjhen Hendra, Fr. Paulinus Surip.Keuskupan Palangkaraya: Fr. Yosef Gerfinus Apodentus, Fr. Yos Fernandes.Keuskupan Ketapang: Fr. Yosep Kaju.Keuskupan Samarinda: Fr. Oktavianus Bruno Mithe.Frater Keuskupan Agung Pontianak yang tengah menjalani Tahun Orientasi Pastoral: Fr. Randa, Fr. Donatus dan Fr. Reno.Para pastor dan frater Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum:Pastor William Chang OFMCap (Rektor STT Pastor Bonus), Pastor Barnabas Merico OFMCap, Fr. Plasida Palius, Fr. Ignasius Dhay, Fr. Anselmus Dodi, Fr. Athanasius Nandung, Fr. Wiro, Fr. Joko, Fr. Firminus, Fr. Viktor Diego, Fr. Yosef.Para pastor dan frater dari Rumah Studi Passionis: Pastor Mikael Duolodo CP, Pastor Pius Barces Seno CP, Fr. Damaskus Damas, Fr. Ary, Fr. Antonius Bulau.

Hadir pula Ibu Emilia TB (anggota DPRD Kota Pontianak) dan para anggota GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh Seminari). Pastor Ambros menjadi moderatornya.


Mgr. Piero pioppo memberi sambutan di hadapan para frater.

GOTAUS adalah kumpulan umat yang peduli pada upaya peningkatan mutu asupan gizi para seminaris. Dulu, kelompok ini bernama KUPS (Kelompok Umat Peduli Seminari), namun SK Uskup Agung Pontianak setahun lalumenjadikan kelompok itu mengadopsi nama baru GOTAUS.


Tepuk tangan membahana


Tempik sorak membahana di Kapel Pamanih,  ketika Nuntio dan Mgr. Agustinus Agus memasuki kapel. Pastor Edmund C. Nantes OP dan Pastor William Chang OFMCap menyambut kehadiran mereka.


Begitu tiba di depan altar, Nuntio, Mgr. Agus, Pastor William dan Pastor Nantes berlutut dan hening sejenak.  Setelah itu, Nuntio mengajak semua menyanyi lagu doa Bapa Kami dalam bahasa Latin.


Nuntio dan Mgr. Agus duduk di bangku paling depan, sementara Pastor William Chang menyampaikan welcome address.


Setelah itu, Pastor Edmund C. Nantes OP membacakan riwayat singkat seminari ini. Namun sebelumnya, Mgr. Agustinus Agus menyampaikan profil Mgr. Piero Pioppo.


Penjelasan Mgr. Agustinus Agus.

Menyimak dengan setia.

Dalam sambutannya, Mgr. Piero Pioppo merasa senang bisa berkunjung ke seminari ini. Beliau memuji komunitas rumah-rumah studi yang mengirim calon imam untuk belajar di sini.


Beliau mengingatkan para frater bahwa di dalam masa formasi seperti ini, hendaknya Yesus selalu menjadi pusat semua kegiatan dan aktifitas kita. Hal ini sangat penting untuk membangun relasi yang mendalam bersama yang memanggil kita.


Ayo senyum


Nuntio juga mengingatkan agar di dalam pelayanan kita jangan lupa untuk selalu tersenyum.


Fr. Heri Bertus Iko didaulat membacakan riwayat hidup Antonino Ventimiglia yang dipilih menjadi pelindung seminari ini. Usai membaca riwayat hidup Antonino Ventimiglia, Pastor Edmund C. Nantes menjelaskan teologi kontekstual yang mewarnai Kapel Sang Pamanih.


Pastor Edmund C. Nantes OP jugamemperkenalkan para anggota GOTAUS kepada Nuntio. Beliau lalu memberkati semua yang hadir.


Kemudian sembari meninggalkan kapel, para frater menyanyikan mars STT Pastor Bonus.


Nuntio dan semua yang hadir berjalan menuju refter. Lenggak-lenggok puteri-puteri cilik Sanggar Dara Rinyuangk menyambut Nuntio dan semua undangan di lorong antara kapel dan Wisma Petrus.



Rombongan lalu berjalan menuju panggung, karena dilanjutkan dengan pemberkatan patung Antonino Ventimiglia. Pemberkatan dilakukan dari panggung,  mengingat hujan turun. Dari panggung, Nuntio, Mgr. Agustinus Agus dan semua yang  hadir menuju refter, disambut kembali oleh para penari Sanggar Dara Rinyuangk.


Di refter ini, Nuntio disuguhi berbagai makanan ringan khas Pontianak. Ada minuman lidah buaya, es buah, dan es kelapa hasil kebun seminari.


Pastor Nantes OP mengatakan Nuntio sangat senang  bisa mengunjungi seminari ini. Para frater juga merasa senang bisa berjumpa dengan wakil Paus di seminari.


Nuntio, Mgr. Agustinus Agus beserta rombongan meninggalkan seminari kurang lebih pukul 18.25 menuju tempat ramah tamah syukuran pemberkatan Gereja Katolik MRPD di SMP Susteran. Kunjungan Nuntio tentunya meneguhkan semangat para frater dalam panggilan.


Mendengarkan sambutan.

Kredit foto: Sabirin/KAP


Sr. Maria Seba SFIC

Suster biarawati SFIC (Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei) kelahiran Lubuk Sabuk, Sanggau; sekarang ditugaskan belajar di Politeknik Tonggak Equator Jurusan Business English and Management di Pontianak, Kalbar.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: