Senin, 6 Oktober 2014: Siapakah Sesamaku? Luk 10:25-37

0
22

orang samaria by emanuel

INILAH ajaran tentang kasih.

Ahli Taurat: Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh untuk kekal?

Yesus: Apa yang tertulis? Apa yang kau baca di sana?

Ahli Taurat: Kasihanilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatamu, dengan segenap akal budimu. Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus: Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.

Ahli Taurat: Tetapi siapakah sesamaku manusia?

Yesus: Menceriterakan perumpaan. Ada orang yang dirampok dan ada tiga tokoh Imam, Lewi-orang yang lewat saja dan ada orang Samaria, yang menaruh kasihan dan menolong orang yang terkapar itu. Siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?

Ahli Taurat: Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya (Samaria)

Yesus: Pergilah dan perbuatlah demikian.

Pesan bagi kita
Yesus ingin mengetengahkan tekanan ajaran hidup beriman bukanlah perintah ibadat seperti yang dibayangkan oleh kaum Farisi atau ahli taurat, tetapi soal cinta kasih. Ajaran cintakasih itu bukan hanya teoritis atau soal pengetahuan tentang hukum tetapi soal praktek. Ukuran kesosialan seseorang dan siapa sesama itu tidak diukur dari pernilaian sendiri, tetapi dari pihak orang yang menderita.

Kebanyakan orang kalau ditanya soal siapakah sesamaku, lalu biasanya orang menjawab bahwa yang disebut sesama yaitu: orang yang satu keluarga, yang satu kampung, yang satu agama, yang menjadi anggota kegiatan yang sama, yang satu tempat pekerjaan, yang satu sekolah, yang satu suku. Pafa hal belum tentu orang yang satu keluarga mau tolong-menolong, karena itu hanya status.

Demikian pula yang satu agama dan satu tempat bekerja belum tentu ajaran cintakasih itu dilaksanakan. Karena sebenarnya ajaran Yesus menekankan soal kepedulian: apakah kita peduli dan mau menolong yang lebih menderita daripada kita. Seperti Yesus mau mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan. Marilah kita renungkan: Apakah kita benar-benar telah melaksanakan perintah cintakasih ini?

Jangan-jangan kita melaksanakan cintakasih hanya pada orang mengasihi atau pada orang yang kita kasihi.

Kredit foto: Ilustrasi

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here