Senin, 25 Agustus 2014: Pintu Surga Terbuka, Mari Kita Masuk

Surga by Le Ciel Ouvert

Hari Biasa Pekan XXI
2Tesalonika 1:1-5.11b-12; Mazmur 96:1-2a.2b-3.4-5; Matius 23:13-22

Proficiat untuk Mgr. Antonius Subiyanto Bunjamin OSC, Uskup Diosis Bandung.

“Celakalah kamu, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.” (Matius 23:13)

YESUS  menyampaikan sabda celaka kepada para ahli kitab dan orang Farisi. Itu terjadi sebab sebagai pewaris iman Abraham, Iskak dan Yakub, mereka menutup pintu surga bagi diri sendiri dan orang lain melalui sikap dan tindakan mereka.

Dua kali Yesus menyebut mereka munafik. Dua kali pula Yesus menyebut mereka sebahai pemimpin buta dan bodoh. Tampaknya Yesus amat marah kepada mereka. Mengapa?

Ada lima alasan.

  • Pertama, mereka gagal dalam mendengarkan Sabda Allah sehinga mereka juga gagal memahaminya.
  • Kedua, mereka salah membimbing umat karena mereka menyangka membawa umat kepada Allah padahal mereka hanya memikirkan kepentingan mereka semata.
  • Ketiga, mereka lebih asyik dengan konsep agama daripada mengenai Allah sendiri. Itulah yang disebut sikap Farisiisme.
  • Keempat, mereka suka menuntut hal-hal yang tidak penting dan membebani umat. Hal terpenting adalah kasih kepada Allah dan sesama.
  • Kelima, mereka lupa bahwa Allah mendengarkan setiap doa dan melihat maksud hati setiap orang bahkan sebelum itu dikatakan!

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menutup pintu surga bagi diri sendiri bahkan bagi orang lain? Bagi Yesus, itu sudah tindakan buta dan bodoh.

Yesus datang dan memberikan sabda hidup, kasih, kebenaran, pengharapan dan pengampunan. Namun, para ahli Taurat dan kaum Farisi menulikan diri dari sabda-Nya. Itulah masalah besar yang dihadapi Yesus.

Yesus Kristus tinggal di antara kita dan membawa kita masuk dalam Kerajaan Surga. Yesus tidak hanya membuka jalan bagi kita menuju surga, tetapi juga menghadirkan surga di tengah dunia dalam kehidupan harian. Kita percaya bahwa Kerajaan Allah hadir bagi semua yang mencari-Nya dan melakukan kehendak-Nya dengan setia.

Setiap kali kita berdoa Bapa Kami, kita berseru “Bapa kami yang ada di surga datanglah Kerajaan-Mu jadilah kehenda-Mu di atas bumi seperti di dalam surga” (Mat 6:10). Dalam doa ini kita merajut jalan menuju surga dan menghadirkan surga di tengah dunia.

Mari, jangan biarkan Yesus mengecam kita. Mari kita membuka hati agar kita dapat mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan dalam hidup harian.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan jalan terbuka menuju pintu Kerajaan surga. Dengan Adorasi Ekaristi Abadi, kita tersambung ke surga dan menghadirkan surga di dunia. Itu laksana anak tangga yang menghubungan dunia dan surga dengan para malaikat-Nya. Betapa mengagumkan! Tak ada jalan lain menuju rumah Allah dan pintu surga terbuka 24 jam selain dalam Adorasi Ekaristi Abadi.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah membuka pintu kerajaan surga bagi kami yang membawa kami memiliki relasi istimewa dengan Allah yang hidup. Semoga kami tidak pernah menutup pintu itu hanya karena kesombongan dan kebebalan kami maupun ketidakpercayaan kami akan kehadiran-Mu dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Bantulah kami untuk mendengarkan suara-Mu dan menyelaraskan hidup kami dengan kehendak-Mu kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman.

Kredit foto: Ilustrasi tentang surga (Courtesy of Le Ciel Ouvert)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan matius 9:27-38
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: