Senin, 25 Agustus 2014: Menjadi Penghalang Kebaikan, Mat 23:13-22

munafik by Poetry“Celakalah kamu hai ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang-orang. Dan kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.” KRITIK  TuhanYesus jelas sekali.Orang Farisi dan ahli Taurat dikatakan munafik. Mengapa? Karena mereka menampilkan diri di depan umum sebagai agamawan yang […]

munafik by Poetry

“Celakalah kamu hai ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang-orang. Dan kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”

KRITIK  TuhanYesus jelas sekali.Orang Farisi dan ahli Taurat dikatakan munafik.

Mengapa? Karena mereka menampilkan diri di depan umum sebagai agamawan yang baik, suci dan saleh. Tetapi ini dilakukan hanya untuk mengelabui mata orang lain, agar dapat pujian. Sedangkan perilakunya yang sesungguhnya berlawanan dengan aturan agama yang digelutinya. Mereka mudah memberikan kritik pada orang lain, tetapi diri-nya sendiri tidak melakukannya.

Dan yang paling menyebabkan Tuhan Yesus kurang berkenan yaitu mereka merintangi orang lain yang melaksanakan kebenaran menurut ajaran-Nya dan merintangi orang-orang yang mau percaya kepada Yesus. Itulah yang dikatakan” menutup pintu Kerajaan Surga” dan menjadi penghalang keselamatan bagi orang lain.

Sewaktu di Yogya ada gempa, ada relawan dari lembaga katolik yang mau memberikan sumbangan dengan memakai kendaraan besar. Ketika sampai di posko, relawan ini dihentikan dan ditanyai identitasnya oleh petugas. Begitu penjaga posko mengetahui bahwa relawan ini orang katolik, maka langsung dijawab ”Maafkan kami tidak boleh menerima sumbangan dari orang katolik.”

Maka relawan ini langsung menghubungi kepala desa, yang desanya juga sangat parah, lalu relawan ini menghubungi tokok katolik setempat untuk menghubukan dengan warga yang mau menerimanya.

Penghalang dari jalan keselamatan itu bukan saja dari orang beragama lain atau orang-orang yang bergaris keras, tetapi bisa terjadi juga pada orang Katolik sendiri dan terjadi dalam keluarga. Anak-anak dari Pak Felix sebenarnya mau ikut aktivitas PIA dan PIR, tetapi dihalangi oleh bapaknya. ”Mengapa kamu selalu pergi ke Gereja terus? Apa di rumah tidak ada pekerjaan?”

Seorang ibu juga pernah melarang anak-anaknya bermain dengan teman sekampungnya. “Kamu jangan bermain dengan orang kampung. Mereka ini urakan, mereka itu kotor dan tidak tahu sopan-santun.”

Akibatnya si anak tertutup pergaulannya dengan tetangga. Penghalang keselamatan itu juga dapat terjadi pada gembala dan pemimpin umat yang terlalu ketat pada aturan, sehingga banyak calon baptis yang mundur karena selalu ditunda. Ada pula umat yang berceritera bahwa ia tidak mau ke gereja paroki lagi, karena romonya keras dan kotbahnya selalu mengritik umat, atau oleh umat dinilai kurang melayani.

Pesan Tuhan Yesus masih sangat relevan.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Poetry)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply