Senin 13 Oktober 2014: Minta Tanda, Luk 11:29-32

yesus mukjizat by mark fultonTANDA yang diminta oleh orang-orang Yahudi adalah mukjizat atau hal-hal yang ajaib untuk memberi bukti bahwa Yesus Mesias, lalu orang-orang baru mau percaya.Tetapi Yesus menolak untuk mengadakan tanda-ajaib itu, sebab tanda untuk membuktikan bahwa Dia Mesias tidak diletakkan dalam pengadaan mukjizat. Tanda atau mukjizat dalam Kitab Suci diterangkan sebagai suatu perbuatan Allah yang ajaib (luar […]

yesus mukjizat by mark fulton

TANDA yang diminta oleh orang-orang Yahudi adalah mukjizat atau hal-hal yang ajaib untuk memberi bukti bahwa Yesus Mesias, lalu orang-orang baru mau percaya.Tetapi Yesus menolak untuk mengadakan tanda-ajaib itu, sebab tanda untuk membuktikan bahwa Dia Mesias tidak diletakkan dalam pengadaan mukjizat.

Tanda atau mukjizat dalam Kitab Suci diterangkan sebagai suatu perbuatan Allah yang ajaib (luar biasa) untuk membangkitkan iman atau meneguhkan iman kepercayaan orang. Maka bagi kelompok orang yang kurang percaya, mukjizat Tuhan Yesus hanya akan menjadi tontonan, tetapi tidak menggerakkan hati orang untuk percaya dan bertobat.

Tuhan Yesus memaksudkan orang-orang yang sudah kerap mendengarkan ajaranNya dan menykasikan mukjizat itu mau bertobat. Tetapi ternyata hal ini tidak terjadi pada orang Yahudi. Maka Yesus mengatakan mereka ini “angkatan yang jahat”, karena mereka tidak mau percaya akan ajaran-Nya.

Mereka telah diberi tanda Nabi Yunus, yang mereka sudah kenal. Maksudnya seperti dahulu melalui pewartaan Nabi Yunus yang diutus kekota Ninive, orang-orang lalu bertobat dan meninggalkan dosanya..Bahkan ratu Sheba dan orang Ninive meskipun mereka ini bukan termasuk Umat terpilih, tetapi mereka ini terbuka dan mau mendengarkan ajaran Tuhan. Inilah yang akan membawa mereka kepada keselamatan.

Berkali-kali Yesus menegaskan bahwa Ia jauh lebih besar dari Yunus dan lebih besar dari kebijaksanaan Salomo yang termasyhur itu, tetapi banyak orang kurang memperhatikanNya. Tanda bahwa orang menerima Yesus bukanlah menerima mukjizatNya tetapi menerima Sabda Tuhan Yesus yang mampu mengubah hidupnya.

Kerap kali kita juga tergoda untuk meminta mukjizat dari Yesus. Dan kalau permohonan kita tidak dikabulkan lalu kita kendor dalam iman. Sebaliknya kalau ada Umat yang dikabulkan permohonanya dan mengalami mukjizat kecil orang itu lalu membanggakan mukjizat itu dintara teman-temannya dan keluarganya. Dan ini memberi kesan bahwa yang menerima mukjizat itu hidupnya lebih suci (dekat dengan Tuhan) daripada yang lain.

Padahal adanya mukjizat mengajak orang untuk mensyukuri anugerah Tuhan itu dan mendekatkan hidupnya kepada Tuhan. Sejak dulu hingga sekarang mukjizat bertujuan memantapkan iman dan menyadarkan bahwa Tuhan senantiasa hadir dan mengajak kita untuk bertobat. Mukjizat bukan tanda prestasi seorang beriman, tetapi ajakan dari Tuhan agar orang mau mengubah hidupnya.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply