Semua Orang Adalah Pelayan

Pembantu Rumah TanggaPELAYAN atau babu/hamba adalah pekerjaan yang dihindari banyak orang. Orang ingin menjadi orang sukses, boss besar agar dihormati dan terlihat parlente. Namun apakah seorang pelayan tidak bisa dihormati? Mungkin profesi pelayan masih dinilai rendah. Padahal kalau kita mau merenungkan lebih dalam, semua orang adalah pelayan. Minimal ia menjadi pelayan untuk dirinya sendiri. Jokowi, Ahok, Ganjar, dan Paus Fransiskus adalah seorang pemimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menjadi pelayan untuk orang lain, bukan untuk memperkaya diri dengan cara korupsi. Pemimpin adalah orang yang mau repot dan kerja. Jika demikian, apa bedanya pemimpin dengan babu? Jika esensinya sama-sama melayani. Jangan disangka seorang pelayan tidak bisa menjadi orang tinggi dan dihormati. Ketika pelayanan sungguh membuat banyak orang tertolong, maka ia telah menjadi orang besar. Di situlah ia menjadi orang terhormat, karena pelayanannya. Sabda Tuhan hari ini, Yesus memberi gambaran seorang pelayan. Ia hadir ke dunia untuk menjadi pelayan. Yesus mencontohkan diriNya bukan orang besar. Untuk sampai kemuliaan, Yesus harus melayani hingga wafat di salib. Yesus mendapatkan kemuliaan bukan karena punya kerajaan. Tetapi Yesus melayani orang miskin, menyembuhkan orang sakit, dan peristiwa salib. Saudara-saudari terkasih, kita bersyukur masih bisa melayani. Masih banyak orang tidak bisa melayani, meski melayani dirinya sendiri, contoh: pemakai narkoba, koruptor, maling. Mereka tidak bisa melayani, menghargai dan menghormati dirinya sendiri, apalagi orang lain. Mari kita sadari bahwa kita adalah pelayan. Mari kita melayani diri sendiri, sesama kita, dan melayani Tuhan. Feel free untuk menjadi pelayan. Kredit foto: Ilustrasi (Samsi Darmawan)

Pembantu Rumah Tangga

PELAYAN atau babu/hamba adalah pekerjaan yang dihindari banyak orang. Orang ingin menjadi orang sukses, boss besar agar dihormati dan terlihat parlente. Namun apakah seorang pelayan tidak bisa dihormati? Mungkin profesi pelayan masih dinilai rendah. Padahal kalau kita mau merenungkan lebih dalam, semua orang adalah pelayan. Minimal ia menjadi pelayan untuk dirinya sendiri.

Jokowi, Ahok, Ganjar, dan Paus Fransiskus adalah seorang pemimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menjadi pelayan untuk orang lain, bukan untuk memperkaya diri dengan cara korupsi.

Pemimpin adalah orang yang mau repot dan kerja. Jika demikian, apa bedanya pemimpin dengan babu? Jika esensinya sama-sama melayani. Jangan disangka seorang pelayan tidak bisa menjadi orang tinggi dan dihormati. Ketika pelayanan sungguh membuat banyak orang tertolong, maka ia telah menjadi orang besar. Di situlah ia menjadi orang terhormat, karena pelayanannya.

Sabda Tuhan hari ini, Yesus memberi gambaran seorang pelayan. Ia hadir ke dunia untuk menjadi pelayan. Yesus mencontohkan diriNya bukan orang besar. Untuk sampai kemuliaan, Yesus harus melayani hingga wafat di salib. Yesus mendapatkan kemuliaan bukan karena punya kerajaan. Tetapi Yesus melayani orang miskin, menyembuhkan orang sakit, dan peristiwa salib.

Saudara-saudari terkasih, kita bersyukur masih bisa melayani. Masih banyak orang tidak bisa melayani, meski melayani dirinya sendiri, contoh: pemakai narkoba, koruptor, maling. Mereka tidak bisa melayani, menghargai dan menghormati dirinya sendiri, apalagi orang lain. Mari kita sadari bahwa kita adalah pelayan. Mari kita melayani diri sendiri, sesama kita, dan melayani Tuhan.

Feel free untuk menjadi pelayan.

Kredit foto: Ilustrasi (Samsi Darmawan)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply