Selasa, 21 Oktober 2014: Siap Sedia

Yesus mengetuk pintu by huffington postHARI  Biasa XXIX.  Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38 “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.” HARI  ini, Yesus menyampaikan kepada kita perumpamaan tentang  kesiapsediaan membuka pintu hati kia setiap saat Tu(h)an mengetuknya dan membiarkannya masuk. Yesus berkata, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.” Bahkan, Tu(h)an akan melayani kita apabila […]

Yesus mengetuk pintu by huffington post

HARI  Biasa XXIX.  Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38

“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.”

HARI  ini, Yesus menyampaikan kepada kita perumpamaan tentang  kesiapsediaan membuka pintu hati kia setiap saat Tu(h)an mengetuknya dan membiarkannya masuk. Yesus berkata, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.”

Bahkan, Tu(h)an akan melayani kita apabila kita membuka pintu hati kita saat Tu(h)an datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati kita mrlenyambut-Nya. Ia akan melayani kita dengan kasih dan perhatiannya.

Apa maknanya bagi kita? Pertama, inilah undangan bagi kita untuk tetap waspada dan berjaga-jaga melayani Tuhan setiap saat Tuhan memanggil kita. Yang dibutuhkan adalah telinga yang mendengarkan dan roh perhatian.

Kedua, Tuhan Yesus telah nenjadi hamba demi kita. Sabda perumpamaan-Nya melukiskan semangat yang mengagumkan hati penih kasih hamba dan kerendahan hati untuk melayani kita umat-Nya.

Allah telah mengutus Putra-Nya yang tunggal menjadi manusia demi keselamatan kita dalam diri Yesus Kristus. Ia telah mencurahkan darah-Nya di salib untuk menebus dosa kita. Ia bahkan menjadi hamba demi kita (bdk. Filipi 2:5-8).

Jetiga, Yesus menghendaki kita berjaga menyambut-Nya setiap saat, juga saat kematian kita. Seperti ditulis dalam kitab Wahyu, “Dengarlah! Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Jika kamu mendengarkan suaraKu dan membuka pintu maka Wku akan masuk dan makan (Wahyu 3:20). Jadi, mari kita bertanya pada diri kita apakah kita siap menyambut-Nya setiap saat? Apakah kita mendengarkan suara-Nya?  Kita menjawab semua pertanyaan itu dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Kita belajar siap sedia menerima dan menyambutNya sepanjang hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah lebih dahulu mengasihi kami dan memberikan hidup-Mu bagi kami. Penuhilah kami dengan sukacita dan kemurahan hati untuk melayani dan melaksankan kwhendak-Mu. Semoga kami siap memnyambut dan melayani Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Huffington Post)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply